
Zayn dan Zayden masih pingsan saat ini. Sementara Jia dan Riya sudah sadar kembali. Kedua istri itu termenung melihat keadaan suami mereka yang dalam keadaan menggenaskan.
Sempat pingsan selama satu jam dan kini pihak manager Hotel sedang berbicara dengan dokter perihal keadaan Zayn dan Zayden yang begitu parah hingga harus di rawat.
Beruntungnya saat kejadian satu jam yang lalu, ada seorang ibu-ibu yang berteriak meminta tolong untuk membuka pintu kamar Zayn dan Zayden untuk melihat keadaan di dalam kamar pengantin baru itu.
Pihak Hotel segera bergerak cepat untuk membuka pintu kamar itu dan melihat jika kedua pasangan pengantin baru sudah terkapar di tempat yang berbeda.
Jia dan Riya begitu pucat wajahnya. Sementara Zayn dan Zayden tidak bergerak sedikit pun saat petugas Hotel membantu keduanya. Dokter pun mereka panggil untuk memeriksa keadaan Jia dan Riya kini sudah di satukan dalam satu kamar yang sama.
Zayn dan Zayden tergolek lemah di ranjang milik Jia. Sementara Jia dan Riya sedang berusaha di sadarkan oleh ibu-ibu yang tadi menolongnya. Jia dan Riya tidak bisa berbicara. Keduanya masih terkejut dengan keadaan kedua suami mereka yang kini masih belum sadarkan diri.
"Nak, di minum dulu tehnya. Kamu juga, Nak!" ucapnya pada Riya dan Jia yang kini masih duduk termenung dengan tatapan kosongnya.
Ibu-ibu itu menghela napas panjang. Ia menyerah. Sudah untuk ke sekian kalinya beliau berusaha untuk membujuk kedua wanita itu. Tetap saja. Keduanya masih orang bingung dan linglung.
"Sebaiknya kita hubungi orangtuanya saja. Jika sudah seperti ini, saya tidak bisa menanganinya. Pihak Hotel juga! Kenapa harus mati lampu seperti ini? Saya pelanggan lama di sini. Baru kali ini melihat kalau keadaan kacau begini hingga menyebabkan empat orang ini pingsan yang entah karena apa. Yang jelas keduanya kini pingsan gara-gara mati lampu! Saya tidak mau tahu! Segera hubungi pihak keluarga mereka dan juga obati ke empatnya! Saya benar-benar kecewa dengan Hotel ini!" ucap Ibu-ibu itu yang membuat Jia dan Riya terisak.
Keduanya langsung memeluk suami mereka yang kini masih dalam keadaan pingsan. Dokter sudah memeriksa. Tetapi, mereka belum mengatakan apa yang saat ini dua orang lelaki kembar itu alami.
__ADS_1
Dokter dan perawat hanya bisa terdiam melihat aksi keduanya yang kini tersedu semabri memeluk suami mereka. Dokter dan pihak Hotel sedikit kebingungan. Bagaimana keduanya bisa tahu yang mana suami mereka?
Dalam diamnya mereka, ponsel salah satu dari mereka berdering. Jia yang sadara jika itu ponsel Zayn suaminya, segera mengangkat panggilan ponsel itu saat tahu siapa yang memanggil di sana.
"U-ummi! Hiks.. A-aku ta-takut! A-abi.." isaknya tergagap yang membuat kedua paruh baya yang belum terlalu tua itu segera berlari ke arahnya.
Brak!
"Astaghfirullah!" pekik semuanya karena terkejut.
"Jia! Riya!" seru Ummi Alzana dan Abi Prince bersamaan.
"Sstt.. Sudah, tenang dulu. Sekarang, ceritakan! Kenapa suami kamu berdua bisa pingsan seperti itu?" tanya Abi Prince pada Jia yang kini sesegukan di hadapannya.
"A-abang t-tanpa sengaja, a-aku tendang itunya! Hiks.. Burung puyuhnya! Huaaaaa..." teriak Jia saat sadar sudah melukai suaminya sendiri.
Abi Prince ingin tertawa sebenarnya. Akan tetapi, melihat betapa syoknya kedua putrinya itu, keduanya hanya bisa terkekeh saja.
Abi Prince menoleh pada dokter yang kini sedang melihat padanya. "Maafkan saya, Dokter! Keduanya begini kalau sudah mati lampu. Ada kejadian di waktu kecil dulu yang membuat keduanya trauma hingga ketakutan saat mati lampu. Jadi, saya harap Dokter maklum. Periksa saja menantu saya di bagian burung puyuhnya. Di sanalah sekarang ini yang sakit," ucapnya sambil terkekeh-kekeh.
__ADS_1
Abi Prince tidak menyangka jika keduanya akan menjadi korban keganansan istri mereka sendiri. Entah apa yang terjadi pada keduanya hingga sampai pingsan seperti itu.
Belum lagi, keduanya belum juga sadarkan diri. Entah seberapa kuat tendangan keduanya sampai Zayn dan Zayden pingsan hingga satu jam belum sadarkan juga.
Dokter yang bertugas segera memeriksa burung puyuh Zayn dan Zayden setelah Jia dan Riya membuka celana jeans yang mereka kenakan dan menggunakan selimut saja.
Pada saat dokter memeriksa, keduanya terkejut bukan main. Ternyata burung puyuh Zayn dan Zayden sedikit memar. Kedua istri mereka pun memekik seketika karena merasa bersalah pada suami mereka.
Niat hati ingin bulan madu, malah kejadian seperti ini yang mereka dapatkan. Abi Prince dan Ummi Alzana merasa kasihan pada kedua menantunya itu.
"Bi, apa mungkin bisa berdiri lagi itu pisang ambon kalau keduanya sudah sadar? Setahuku, butuh waktu untuk itu!" bisik Ummi Alzana yang di tertawakan oleh Abi Prince.
"Pasti bisa, Hunny. Kamu ingat nggak dulu saat kamu juga pernah nendang burung puyuh abang sampai abang pingsan?" balas Abi Prince berbisik lirih di telinga Ummi Alzana.
Ummi Alzana terkikik geli. Ia pun mengakui, jika dirinya dulu pun pernah seperti kedua putrinya. Hal yang sama persis kini keduanya alami.
Gara-gara mati lampu, keduanya sampai berbuat kasar seperti itu. Dokter yang memeriksanya pun segera pergi setelah memberikan obat untuk Zayn dan Zayden.
Kini tinggllah ke enam orang yang saat ini duduk dalam diam melihat dan menatap nanar pada Zayn dan Zayden saat ini.
__ADS_1
Mohon maaf, keadaan othor lagi mati lampu 🙏 Besok, othor tambahin.