Princess Pratama

Princess Pratama
Merasa bersalah


__ADS_3

Kendra belum juga bangun saat Ummi Mutia datang kesana dengan wajah sangar dan datar nya dan ingin memarahi Aldo.


Ia langsung memarahi Aldo dan Ziana yang tidak becus dalam menjaga putranya yang sedang sakit.


"Kamu itu saya bayar untuk menjaganya Aldo! Bukan untuk membuatnya terluka semakin parah seperti ini! Sebenaranya kamu itu kemana? Kenapa sampai putra saya jadi seperti ini? Huh?!" serunya pada Aldo yang kini menunduk di bangkar nya dan di temani oleh Ziana.


Ziana memegang tangan Aldo dengan erat sekedar memberi kekuatan padanya. "Ummi, Bang Kendra jatuh saat melihat jika kakak ku sedang mengalami kecelakan! Bukan karena bang Aldo, Ummi!" Ucap Ziana sengaja menegur ibu mertuanya itu yang sedang tidak terima dengan kelakuan Aldo yang telah mengabaikan kesehatan Kendra.


Padahal Aldo tahu jika Kendra belumlah sembuh. Masih butuh banyak istirahat karena luka di kepalanya itu.


Ummi Mutia melihat Ziana yang kini juga melihatnya. "Kamu anak kecil tahu apa? Huh? Jangan sok mengajari saya kamu! Belum jadi istri yang benar saja kamu sudah sok menggurui saya! Urus dulu diri kamu sendiri! Baru setelahnya kamu mengurus saya! Sok pintar!" ketusnya menatap Ziana dengan tajam yang kini menunduk menahan sakit dihatinya.


Aldo memegangi erat tangan Ziana dibawah sana. Ummi Mutia yang melihat itu semakin kesal pada Aldo dan menantu pilihannya itu.


"Kamu!" tunjuknya pada Ziana yang kini mendongak padanya, "Urus suami kamu! Jangan mengurusi asisten suami kamu! Sebenarnya suami kamu itu siapa huh?! Saya menikahkan kamu dengan putra sulung saya! Bukan dengan pecundnag ini!"


Deg!

__ADS_1


Aldo meremat kuat tangan Ziana saat Ummi Mutia merendhkannya di hadapan Ziana.


"Aku nggak mau! Lebih baik aku bersama bang Aldo saja! Bukankah Ummi sudah datang? Kenapa nggak Ummi saja yang mengurusnya?" balas Ziana tidak takut padanya.


Ia merasa terpancing saat Ummi Mutia mengatai Aldo sebagai pecundang. Ziana tidak suka itu. Kalau bisa, jangan ada satu orang pun yang menghina ataupun merendahkan dua lelaki yang kini sedang melindunginya.


Ummi Mutia terkekeh sumbang mendengar ucapan menantu yang sudah berani menjawab ucapannya itu. Ia mendekati Ziana dan segera menarik hijab serta rambut Ziana hingga putri sulung Uwak Lana itu kesakitan.


"Hentikan! Anda menyakitinya Nyonya!" seru Aldo seraya melepaskan tangan Ummi Mutia di hijab Ziana yang kini meringis menahan sakit.


"Lepas Ummi! Sakit rambutku!!" teriaknya yang membuat Ummi Mutia semakin kuat menarik rambut dan hijab mennatu pilihannya itu.


"Jika itu anda, saya tidak perlu berbicara sopan santun! Wanita tua seperti anda memang harus dikatakan dan di tegur seperti itu! Agar tidak menambah masalah ke depannya! Cih! Bukannya sadar, malah semakin menjadi! Ingat Ummi Mutia! Anda itu sudah tua! Sudah bau tanah! Sudah selayaknya anda mengalah kepada yang lebih muda! Lepas!" sentak Ziana yang membuat Ummi Mutia terhuyung dan terjatuh.


Brak.


"Allahu akbar!" pekiknya saat merasakan pinggangnya terdorong dan menabrak ujung meja di dalam ruangan itu.

__ADS_1


Aldo terkejut melihat tingkah Ziana yang kini berubah lagi. Dua kali ia melihat Ziana melawan Ummi Mutia di hadapannya.


Pertama saat dirumahnya, kedua di ruangan itu. Dimana Kendra masih terlelap karena obat bius. Aldo memegangi tangan Ziana yang saat ini sednag membenanhi rambut serta hijabnya yang kusust akibat ulah Ummi Mutia baru saja.


Aldo merasa bersalah pada Ziana. Istri kedua Kendra. Demi dirinya, ia rela di jambak oleh majikannya itu.


"Anak kurang ajar! Berani kamu sama saya huh?!" teriaknya yang membuat Kendra tersentak di dalam tidurnya.


Ziana bukannnya takut, ia malah balik menantang Ummi Mutia yang membuat Aldo ketar ketir akan terjadi perang di dalam ruangan itu.


"Udah Zia.. Abang nggak pa- pa kok. Kamu urus Kendra aja dulu, ya?" bujuknya pada Ziana yang kini tidak menoleh padanya sedikit pun.


Ia sedang menatap nyalang pada wanita tua yang tega menjerumuskannya dalam pernikahan paksa dan berujung kakak dan suaminya kini yang menderita. Termasuk dirinya juga.


Jangan salahkan dirinya jika ia melawan Ummi Mutia yang sudah terlalu menekan mereka bertiga. Siapa yang mau hidup dimadu dengan suami kakak sendiri? Sementara suaminya itu tidak menginginkan nya?Dan hanya menganggapnya sebagai adik saja?


Dia pikir, jika Kendra menikahinya maka semudah membalikkan telapak tangan untuk menghilangkan Tania dari pikiran putranya itu.

__ADS_1


Malahan sebaliknya. Kendra bahkan semakin mencintai kakak nya itu. Yang membuat Ziana merasakan sakit yang tiada tara. Ia tidak tahu harus melampiaskan pada siapa.


Dan kebetulan sekali saat ini ibu mertuanya sedang mencari masalah dengannya. Maka jangan salahkan dirinya yang melawan ibu dari suaminya dan juga suami kakak sepupu nya itu.


__ADS_2