
"Apa maksudmu berbicara seperti itu Ken?!" tanya Uwak Lana pada Kendra yang kini menatapnya dengan datar.
Ziana yang mendengar ucapan sang papi, mengurai pelukannya dan menatap sendu pada sang papi yang kini juga mematung melihatnya.
"Kenapa? Kenapa papi ingin tahu? Untuk apa kalian tahu tentang kakak ku? Seharusnya kalian bertiga senang karena kakak ku sudah MATI!"
Deg!
Deg!
"Nggak! Itu nggak mungkin terjadi, Nak!" kilahnya tidak mempercayai ucapan Ziana yang kini semakin tersedu mengingat Ziana yang entah apa kabarnya.
"Untuk apa aku menjelaskannya kepada kalian, huh? Apa untungmya buat kalian? Bukankah kalian senang? Karena kakak ku sudah tiada? Huh?! Kejam kalian!!" seru Ziana meluapkan emosinya saat tadi ia bisa melihat dengan jelas seperti apa suara isakan tangis Tania dan juga suara decitan mobil sekaligus ponsel miliknya yang timbal balik karena jatuh saat mobil terguling.
Belum lagi Ziana juga sempat mendengar kakak nya memnaggil nama suaminya untuk yang terakhir kalinya. Yang membuat dunia Ziana hancur dan runtuh seketika saat menyadari jika kecelakaan yang terjadi pada Tania tidak lepas dari dirinya yang telah menikahi suami kakak nya itu.
__ADS_1
Semua itu karena nya yang sudah menerima pernikahan siri dan rahasia dengan suami kakak nya itu.
Ziana tersedu. Ia meremat dadanya yang semakin sesak. Ia sudah tidak tahan lagi.
"AAAAHHH.. KENAPA INI HARUS TERJADIIII?? KENAPA HARUS AKU?? KENAPA HARUS KAKAK KU?? AAAAAHHH TIDAAAAKK.. KAK TANIAAA... AAAAHHH.. AKU BENCI KALIAN SEMUA!!! AKU BENCI!! GARA-GARA KALIAN MEMAKSA KU MENIKAHI SUAMINYA, AKU KEHILANGAN DIRINYA UNTUK SELAMANYA!! JAHAT KALIAN!! KEJAM KALIAN!! AAAAAHHH... KAKAK!!!! AAAHH..."
Suara lengkingan Ziana begitu memekakkan telinga bagi yang mendengarnya. Ziana terus berteriak memanggil nama Tania yang kini entah seperti apa.
Aldo menangis melihat bidadari hatinya itu. Kendra pun demikian. Ketiganya kini menangis saat mengingat Tania yang saat ini sedang mengalami kecelakaan hidup ataupun mati.
Sampai-sampai para perawat, dokter sekaligus pasien yang berada di ruangan sebelah berhamburan keluar untuk melihat dengan ruangan sebelah mereka.
Uwak Lana dan Uwak Maura serta Ummi Mutia terkejut, tertegun sekaligus tersentak saat melihat luapan amarah Ziana yang luar biasa.
Mereka bertiga tidak ada yang berani mendekati Ziana yang kini sedang mengamuk. Para dokter yang berada di depan pintu segera masuk dan ingin menyuntikkan obat penenang pada Ziana tetapi berhenti saat melihat tangan Uwak Lana mengacung ke atas yang membuat mereka untuk berhenti dan terdiam di tempat.
__ADS_1
Aldo mendekati Ziana dan memeluknya. Tangis Ziana pecah saat itu juga. Ia tersedu dan terisak-isak di dalam pelukan Aldo yang kini sedang memeluknya.
Kakinya tidak berdaya untuk menopang tubuhnya. Kedua anak manusia itu terjatuh ke lantai masih dengan Aldo yang memeluk erat tubuh Ziana.
"Zee.. Hiks.." panggil Aldo pada Ziana yang kini semakin mengeratkan pelukannya.
"Zia.." panggil aldo lagi yang membuat Ziana melihat dna mengurai pelukannya.
"Untuk apa Bang? Untuk apa aku hidup jika kakak ku saja sudah tiada?? Tidakkah kamu tahu jika aku sangat bersalah karena sudah merebut suaminya?? Aku harus apa Bang?? Aku harus apa??" isak Ziana kembali memeluk erat tubuh Aldo yang kini pun bergetar karena menangis.
...****************...
Mampir yuk!
__ADS_1