
Ziana terus menangisi Tania yang entah seperti apa saat ini. Ia tidak tahu harus bagaimana dan harus melakukan apa agar kakak nya itu hidup kembali serta bisa berkumpul dengannya lagi.
"Hiks.. Aku harus apa bang? Kakak ku gimana? Huh? Apakah dia masih hidup?? Huhh??" tanya nya masih dengan terisak di dalam pelukan Aldo yang kini juga ikut menangis.
Kendra pun kini tersedu. Ia mengingat Tania tadi menjerit memanggil namanya untuk yang terakhir kalinya. Yang Kendra sendiri begitu jelas mendengarnya.
Kendra tersedu dan sesegukan kala mengingat Tania.
Hunny.. Abang harus apa? Abang harus apa untuk menyelamatkan mu Hunny?? Tubuhku tidak berdaya untuk bisa menyelamatkan mu. Jangankan untuk menyelamatkan mu, diriku sendiri pun aku tidak sanggup!
Seluruh sendi dan tulangku seperti lemas dan tidak sanggup menanggung beban berat tubuhku saat mendengar suara kamu yang menangis dan menjerit di sana karena sedang mengalami kecelakaan.
Abang harus apa Hunny..
Abang harus apa??
Diriku kini bagai pecundang saja. Tidak berdaya, tidak berguna dan hanya bisa tergolek di bangkar rumah sakit saat mengetahui jika dirimu dinatara hidup dan mati.
Hunny..
Abang sungguh mnyesal telah memilih keputusan ini. Jika ku tahu seperti ini yang terjadi, maka aku tidak mau menerima pernikahan ini.
__ADS_1
Karena menuruti keinginan orang tua, kita bertiga yang menanggungnya! Sekarang, Abang harus apa Hunny?
Kemana Abang harus mencarimu?
Apakah diri ini sanggup jika mendapati kenyataan jika kamu sudah tiada nantinya?? Huh?
Abang bisa gila Hunny! Abang beneran gila jika sampai kamu tiada karena ulahku yang lebih memilih pernikahan ini dibandingkan dnegan dirimu!
Tapi aku tak berdaya untuk menolak keinginan Ummi. Aku takut durhaka padanya. Tetapi apa yang aku dapat setelah memenuhi permintaannya??
Aku dihukum karena kesalahanku padamu!
Kamu malah seperti ini. Kamu malah pergi. Jangan pergi Hunny.. Abang akan mencarimu ke Singapura sana! Hari ini juga Abang akan mencarimu!
Hunnyy.. Istriku.. Taniaku.. Hidupku..
Aku akan mati jika kamu beneran tidak ada lagi di dunia ini. Kalaupun aku masih hidup, berarti aku gila! Gila karena kehilangan kamu karena kesalahanku sendiri!
Tidak! Tania ku masih hidup! Aku bisa merasakan nafasnya, jantungnya yang berdetak walau sangat lemah. Aku harus mencarinya! Aku harus ke Singapura hari ini juga!
Ya, hari ini juga!
__ADS_1
Batin Kendra membulatkan tekadnya ingin mencari Tania yang kini entah seperti apa keadaannya.
Kendra melirik Aldo yang kini sudah berhasil menenangkan Ziana.
"Siapkan tiket Al! Aku harus ke Singapura saat ini juga! Aku harus mencari istriku! Aku akan membawanya kembali hidup ataupun mati!"
Deg!
Ziana dna Aldo terkejut mendengarnya. Keduanya saling pandang dan berdiri bersamaan walau sedikit kepayahan karena Aldo kepala nya masih pusing dan pandnagan matanya sedikit berkunang.
"Baik. akan aku pesankan tiket untuk kita kesana hari ini juga." Jawab Aldo.
"Aku ikut Abang berdua. Aku ingin melihat sendiri seperti apa keadaan kakak ku! Walau hidup atau mati, aku akan melihatnya dengan mata kepala ku sendiri. Jika tidak. Maka rasa bersalah lah yang akan menghantui seumur hidupku.." lirih Ziana yang diangguki oleh Kendra selaku suami dan penanggung jawab diri Ziana.
Aldo pun segera memesan tiket pesawat untuk ke Singapura hari itu juga. Penerbangan akan mereka lakukan tepat pukul tiga sore ini. Dan saat ini sudah pukul satu lebih.
Butuh waktu satu jam lebih untuk menuju ke bandara dari tempat mereka berada.
...****************...
Mampir lagi yuk!
__ADS_1