Princess Pratama

Princess Pratama
Makan dalam diam


__ADS_3

Sementara Tania yang baru saja menuju ke kantin untuk membeli sarapan pagi, dikejutkan dengan Fatma yang sudah berada disana dan menunggunya.


"Tania!!" panggilnya yang membuat Tania mencari seseorang yang memanggilnya.


Tania tersenyum saat melihat Fatma. "Kakak kesini? Sudah lama kah? Sejak kapan?" tanya Tania begitu banyak hingga membuat Fatma tertawa.


"Duduk dulu atuh. Kakak kemari ingin menanyakan suatu hal sama kamu. Kamu saat ini tinggal dimana? Boleh kami ikut denganmu kemana pun kalian pergi?" tanya Fatma langsung pada intinya.


Untuk sesaat Tania terdiam. Fatma terus saja menatap istri dari bos suaminya itu. Tania tersenyum.


"Untuk saat ini di Jakarta Kak. Tapi setelah Bang Kendra keluar, kami akan kembali ke Medan. Kami ingin menyelesaikan masalah Ziana terlebih dahulu. Setelahnya, terserah Bang Kendra aja, Kak." Jawab Tania yang diangguki oleh Fatma


"Ya sudah. Kalau begitu, kamu tanya suami kamu dulu. Bau kamu hubungi nomor ini. Ya? Kakak harus pulang. Tadi subuh, aldi sudah sadar. Dan saat ini sednag bersama papa nya." ucap Fatma yangdiangguki oleh tania.

__ADS_1


"tentu, Kak. Sabar menunggu ya?" kata Tabnia yang diangguki oleh Fatma.


Istri Asisten Kendra itu segera keluar kantin setelah bersalaman dulu dengan Tania. Sementara Tania, segera memesan sarapan paginya dan akan dibawa kembali keruangan Kendra.


Ia ingin makan bersama Kendra nantinya.


Dua puluh menit kemudian, Tania masuk keruangan Kendra yang kini masih menggulir tasbih dijari kanannya.


Kendra membuka matanya saat menyadari jika Tania sudah kembali. Tanpa diperintah, Kendra segera duduk dibawah dimana Tania sedang menyiapkan obatnya.


Keduanya pun sibuk menghabiskan sarapan mereka. Baik Tania maupun Kendra, tak ada yang berbicara. Keduanya masih canggung. Hingga keduanya selesai sarapan pagi.


Kendra yang kembali sibuk dengan tasbihnya, dan Tania juga sibuk dengan tumpukan baju Kendra yang akan segera ia bawa pulang.

__ADS_1


Karena saat menuju keruangannya tadi setelah dari kantin, ia berpapasan dengan Om Kenan dan juga Dokter Dimas.


Keduanya sudah mengizinkan Kendra untuk pulang. Dengan catatan, obatnya harus diambil lagi jika sudah habis. Kendra masih bergantung pada obat untuk kesembuhannya.


Walau sudah dinyatakan sembuh, tetap saja. Kedua Om Tania itu masihlah khawatir. Tania tidak membantah. Ia menuruti ucapan kedua Om nya itu.


Tepat pukul sepulu pagi, papi Tama dan mami Annisa sudah datang untuk menjemput Kendra. Papi Tama mengucapkan terimakasih banyak kepada Om Kenan selaku adik ipar mami Annisa. Dan juga Dokter Dimas selaku saudara dekat mereka. Yang merupakan adik ipar dari Om Kenan.


Mereka berempat pulang kerumah yang berada di Jakarta dulu selama tiga hari. Demi melihat perkembangan Kendra.


Jika ada perubahan, mereka akan kembali bersama ke Medan nanti. Kendra tidak berbicara sepatah katapun. Ia hanya menjawab seperlunya saja saat papi Tama dan mami Annisa bertanya padanya.


Tania merasa tidak enak kepada kedua orangtuanya. Takut, jika kedua orangtuanya tahu akan kejadian tadi malam yang membuat Kendra kembali berubah padanya.

__ADS_1


Tetapi tidak. Pikiran Tania itu hanya pikirannya saja. Kendra tetap tidak menunjukkan raut wajah apapun saat bersama kedua orangtuanya.


Tania bisa bernapas lega. Untuk saat ini, ia tidak ingin mengganggu Kendra dulu dengan bertanya atau apapun itu. Karena ia tahu, jika Kendra masih belum meridhoi dirinya selagi ia belum mendengar ucapan langsung dari Kendra padanya.


__ADS_2