
Aldo dan Dave bekerja sama mencari keberadaan Ziana dan seseorang yang mirip Kendra itu. Berulangkali ketiga pemuda itu ditanya, mereka tetap menunjuk Kendra lelaki yang telah membawa Ziana.
Kendra menatap datar pada taman yang kini berada dihadapan matanya. Entah apa yang ia pikirkan saat ini. Yang jelas, pikiran dan hatinya tidak sejalan. Ia sedang menduga-duga apa yang sebenarnya terjadi.
"Apa benar dia? Tapi kenapa? Apakah Ummi dan Abi tahu? Jika mereka tahu, pastilah tujuannya saat ini ke Kalimantan!" gumam Kendra dengan pikiran melayang dimana kedua orangtuanya berada saat ini.
"Tapi, kenapa harus dengannya?" Gumam Kendra lagi yang terdengar oleh Aldo.
"Kamu benar Ken! Dia orangnya. Saat ini, mereka sedang berada di Kalimantan. Di tempat kedua orangtuamu tinggal saat ini. Baru saja dia menghubungiku dan mengatakan jika kita ingin Ziana, maka kita harus pulang ke Indonseia dan menyusul ke Kalimantan," Ujar Aldo yang membuat Kendra menghela napas panjang.
"Baiklah, kita harus pulang ke Indonesia. Kita harus ke Kalimantan. Dan tanyakan apa tujuannya menyembunyikan Ziana selama ini di Belanda sama sepertinya dulu dan Abi? Aku rasa.. Ummi pun tahu akan hal ini. Atau, merekalah yang membuat Ziana dilindungi olehnya? Akan tetapi, yang menjadi pertanyaanku saat ini ialah. Siapa ayah dari bayi yang Ziana kandung? Apa benar dia?" Tanya Kendra yang dijawab gelengan kepala oleh Aldo.
"Aku belum tahu pasti, Ken! Tapi kita harus berbicara dengannya secara langsung saat tiba disana? Mari kita bersiap. Tania tidak ingin menuda kepulangan kita ke Indonesia. Pesawat kita akan berngkat malam ini," imbuh Aldo yang diangguki oleh Kendra.
Merekapun, segera bersiap dan akan menuju ke Bandara setelah urusan dengan pemuda muda itu selesai. Tania melepaskan mereka. Tapi harus selalu dalam pantauan Dave.
Dave menyetujui hal itu. Ia pun sanggup menangani ketiga pemuda itu. Ia sendiri yang bertugas mengantarkan teman serta rekan bisnisnya saat di Indonseia itu.
Papi Tama mengucakan banyak teimakasih padanya karena sudah banyak membantu. Walau tidak membuahkan hasil, mereka tetap sudah mendapatkan petunjuk akibat dirinya yang bergerak cepat mencari keberadaan Ziana.
Pukul delapan malam waktu Belanda, pesawat yang mengangkut kelima orang itu kembali pulang ke Indonseia. Harus menempuh perjalanan yang sama dan akan tiba disana lebih cepat dari waktu Belanda.
__ADS_1
*
*
*
Pukul 10.30 waktu Indonesia tepatnya Jakarta, kelima orang itu sudah mendarat dengan selamat di bandara Halim Perdana Kesuma, Jakarta.
Kelima orang itu memilih istirahat lagi diruang tunggu karen Tania mengalami kram lagi diperutnya. Uwak Lana sempat memanggil dokter untuk memeriksakan Tania.
Dokter itu sedikit terkejut saat tahu dengan keadaan Tania. Tetapi Tania, sengaja mengunci mulut dokter untuk diam.
Tania mengatakan jika ia akan memberikan kejutan untuk suaminya dua bulan lagi. Belum waktunya sekarang. Dokter itu pasrah. Hanya saja terlalu lama melakukan perjalanan jauh, Tania harus istirahat dan disuntik penenang oleh Dokter itu demi menjaga kehamilannya.
Tania setuju. Tidak masalah baginya. Sesampainya di Kalimantan, Tania harus bedrest selama dua minggu. Baru setelahnya bisa pulang ke Medan. Begitu kata dokter yang disanggupi oleh Kendra dan Tania.
Selesai dengan Tania, kini mereka akan segera berangkat ke Kalimantan. Tania harus minum obat dokter sebelum menaiki pesawat untuk yang kesekian kalinya.
Pikul 4 sore waktu Jakarta, mereka segera melakukan perjalanan menuju ke Kalimantan. Butuh waktu 1jam 49 menit untuk tiba dibandara Banjarmasin.
Selama dalam perjalanan Tania tidur nyenyak dikursinya ditemani Kendra dan papi Tama yang sedikit kahwatir melihat wajah Tania yang lumayan pucat.
__ADS_1
Uwak Lana mengatakan jika Tania harus dirawat saat tiba di Kalimantan nanti. Biar dirinya, Kendra dan Aldo yang menyusul Ziana ke tempat orangtua Kendra berada saat ini.
Papi Tama menyetujuinya.
*
*
*
Dua jam kurang dua puluh satu menit, mereka sudah mendarat dibandara Banjarmasin. Tiba disana kelimanya berpisah. Papi Tama bersama Tania langsung menuju kerumah sakit yang sudah disetujui oleh Kendra, sedang mereka bertiga yaitu Uwak Lana, Kendra dan Aldo akan menuju ke kediaman Abi Kevin yang saat ini menetap di kalimantan bersama Ummi Mutia.
Mereka berpisah menggunkan mobil lain. Butuh waktu lima belas menit untuk menuju kerumah sakit. Tania yang semakin pucat kondisinya membuat papi Tama sedikit khawatir dengan putri sulungnya itu.
Tiba dirumah sakit, ia segera dirawat. Dokter yang merawat Tania sedikit terkejut mengetahui kondisi Tania yang kini sedang berbadan dua. Papi Tama pun tak kalah terkejutnya dengan hal ini.
Ia ingin mengatakan hal itu kepada Kendra. Tetapi, mengingat saat kondisi sedan genting. Ia memilih diam.
Sementara ketiga orang itu kini sudah tiba di kediaman Abi Kevin. Ketiganya disambut dengan hangat disana. Yang membuat Uwak Lana shock ialah seseorang yang saat ini bersama Abi Kevin.
"Kendra ada dua?! Kamu kembar Ken?!" seru Uwak Lana dengan wajah terkejutnya.
__ADS_1
Pemuda itu tertawa kecil melihat Uwak Lana. Sementara Kendra menghela napas panjang melihat seseorang yang mirip dengannya itu.