Princess Pratama

Princess Pratama
Keluarga besar Part 2


__ADS_3

Jantung Tania rasanya ingin terlepas dari tempatnya. Kala, usapan tangan kedua tantenya itu diperut ratanya. Semua orang menoleh pada mereka tidak terkecuali Kendra.


Suami Tania itu terus menatap pada tubuh Tania yang kini membelakanginya. Tania sadar, jika ucapan tante Cinta sudah mengundang rasa penasaran seluruh keluarga besar mereka.


Melihat Tania yang diam, Tante Tiara mengelus lagi perut itu.


"Sudah jalan berapa, Nia? Kok udah kerasa ya?"


Deg!


Deg!


Tania terkesiap saat tante Tiara mengatakan hal itu padanya dihadapan semua keluarga.


Mati aku! Kenapa pula Mami Tiara mengatakan itu? Gagal sudah... Kejutanku! Hiks..


Batin Tania nelangsa mengingat kejutan yang akan ia buat untuk suaminya dua bulan lagi. Tante Cinta terkekeh melihat wajah pias Tania. Tania segera menatap keduanya dengan mata memelas.


Seakan tahu, kedua mami itu mengangguk setuju.

__ADS_1


"Tak apa jika belum. Nanti dibuat lagi, ya?" kata Tante Cinta yang diangguki oleh Tante Tiara.


Mata Tania berkaca-kaca melihat keduanya.


Syukurlah! Selamat...


Batin Tania mengelus dadanya.


"Sudah, jangan menangis. Masih panjang waktu untuk kamu bisa hamil lagi. Toh, Kendra baru aja sembuh 'kan?" tanya tante Cinta yang diangguki olh Tania dengan buliran bening yang sudah menetes.


Kedua tante itu memeluk Tania lagi. Membuat suami Tania yang melihat itu sedikit sendu. Tania bersalaman dengan adik sepupunya yang kini sudah remaja.


Om Rayyan dan Tante Cinta memiliki lima orang anak. Terdiri dari dua laki-laki dan tiga perempuan. Ketiganya kembar sepasang.


Untuk Om Algi pun demikian. Ia memiliki lima orang anak. Terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan. Yang sering dipanggil dengan Princes Almira Putri Algiandra.


Tania gemas melihat Almira yang kini sudah menggunakan niqob demi melindungi kecantikannya dari para lelaki.


Semuanya pun berkumpul bersama. Mereka tertawa bersama sambil saling meledek. Rumah papi Tama seketika penuh dengan keluarga besar mami Annisa.

__ADS_1


Biasanya dalam setahun ada lima kali pertemuan keluarga. Gunanya untuk menyambung silaturahmi agar tidak terputus. Tetapi semenjak masalah Prince yang gagal menikah dengan Alziana, serta masalah Tania dan Ziana, keluarga itu vakum selama tiga tahun.


Mereka tidak bersemangat untuk berkumpul lantaran anak mami Annisa, anak Uwak Ira kini menjauh dari mereka semua. Dan hari ini, papi Tama sebagai yang tertua diantara mereka semua membuat acara kumpul keluarga ini kebali di bentuk.


Guna untuk menyambung tali yang sudah putus dan juga mereka akan membahas masalah Ziana yang kata Tania sudah ditemukan lokasinya. Serta banyak lagi masalah yang akan mereka bahas. Salah satunya, resepsi pernikahan Tania dan Kendra yang akan digelar dua bulan dari sekarang.


Ide yang papi Tama usulkan ini diterima oleh semua keluarga. Tania belum tahu akan hal ini. Jika ia tahu, pastilah akan menolaknya. Lantaran Ziana belum juga kembali bersama mereka semua.


Mereka semua sudah berkumpul. Tinggal satu orang lagi yang belum datang dengan bala anggotanya. Tania tertawa saat Om Algi menceritakan saudara kembarnya itu.


"Mami Kinara dan papi Ali belum datang juga ya? Apa saat ini mami isi lagi?" tanya Annisa yang segera disahuti oleh orang yang sedang mereka bicarakan.


"Siapa yang isi lagi? Mami gitu? Oh, no!" celutuknya segera masuk sambil menenteng banyak makanan. Tania tertawa nyengir melihat wajah maminya itu masam padanya.


Dibelakangnya ada papi Ali yag juga ikut terkekeh bersama yang lainnya. Ada delapan anggota mengikutinya saat ini. Tania sampai tertawa melihat ke delapan anak mami Kinara masuk sesuai dengan waktu lahir mereka.


Di urutan pertama ada Gading yang paling besar, kedua Adam, Alkira, Ijal, Adnan, Ayana, yang terkahir ialah Liora dan Lilianti. Dua gadis cantik yang sangat mirip itu sudah menjadi tunangan dua pangeran kembar putri pertama Uwak Lana. Ratu Maldaliya yang saat ini sudah kembali ke Malaya bersama Satria, suaminya.


Mana yang belum tahu, boleh mampir. Ada dalam cerita PENANTIAN KINARA DAN KEMBALINYA RATU TELAGA BIRU. Disana lebih banyak cerita mereka berdua.

__ADS_1


Tania terkekeh saat melihat ke delapan sepupunya itu mencium tangan serta mencium pipinya. Kecuali Gading. Ia tahu batasan. Karena dirinya bukanlah mahram untuk Tania. Karena dirinya merupakan anak angkat yang sudah diangkat menjadi anak oleh papi Ali dan mami Kinara. Hanya adik perempuan saja yang menciun Tania. Sedang adik sepupu lelkainya, memilih bersalaman saja dengan Tania.


__ADS_2