Princess Pratama

Princess Pratama
Season 3 ( Kemarahan Ummi Alzana & Abi Prince )


__ADS_3

Riya dan Jiapun ikut menangis melihat kedua bocah itu memeluk Zayn dan Zayden dengan eratnya. Kedua abi itu masih tercenung dan larut dalam lamunan sambil menatap istri mereka.


Buliran bening kini mengalir di sudut mata mereka. Untuk sejenak, mereka sangat bahagia. Akan tetapi, ketika melihat dua lelaki yang kini menatap datar pada keduanya, membuat Zayn dan Zayden sadar satu hal.


Keduanya memeluk anak kecil itu dengan erat. Keduanya melabuhkan kecupan hangat di kening dan pipi kedua bocah kecil itu.


Dalam pangkuan Zayn ada dua bocah kembar laki-laki mirip sekali dengan Jia. Sedangkan di dalam pelukan Zayden, ada dua bocah kembar sepasang. Yang satunya mirip Jia dan yang satu lagi mirip..


"Oma Annisa?" beo Alish yang kini terkejut melihat semua keluarga sudah berkumpul melihat keharuan ayah dan anak itu.


Riya dan Jia terkesiap melihat ratu King Pratama ada di sana saat ini sedang menatap dingin padanya. Namun, ketika melihat Zayn dan Zayden sedang memeluk ke empat bocah kecil, Oma Annisa mendekati cucu tampannya itu dan memeluk mereka berdua.


Keharuan pun terjadi di sana. Akan tetapi, ada dua pasang mata yang kini menatap Jia dan Riya begitu tajam. Langkah keduanya terayun menuju kedua putrinya itu. Kedua putri itu menatap terkejut pada kedua orang tua mereka.


"U-ummi,"


"A-abi," tutur keduanya dengan wajah yang begitu terkejut.

__ADS_1


Plak!


Plak!


Plak!


Plak!


Empat tamparan menggema di dalam ruangan itu. Jia dan Riya sampai jatuh terduduk kala tamparan tangan halus itu mendarat di pipi keduanya. Bukan hanya Ummi Alzana, Abi Prince pun melayangkan tamparan ke wajah kedua putrinya hingga niqob keduanya terlepas dari wajah mereka saking kuatnya tamparan itu.


Kedua lelaki itu begitu terkejut melihat Jia dan Riya di tampar seperti itu. Keduanya mendekati Jia dan Riya. Mereka ingin menyentuh keduanya. Tetapi, belum lagi keduanya menyentuh Riya dan Jia, dua kali tendangan mendarat di perut keduanya hingga tubuh itu jatuh terpental ke belakang.


Riya dan Jia hanya bisa diam. Air mata keduanya kini semaki mengalir deras.


"Ummi, tidak pernah mengajarkan kamu hal seperti ini FARAJIA!"


"Dan Abi, tidak pernah mengajarkanmu, bahwa satu rumah dnegan pemuda asing itu halal, FAMIRIYA PRINCE ARRYAN!" teriak Abi Prince begitu menggelegar di dalam rumahh itu.

__ADS_1


Jia dan Riya memejamkan kedua mata mereka. Sementara kedua lelaki itu terlihat syok saat tahu jika itu adalah kedua orangtua Jia dan Riya, orang yang mereka cintai selama ini.


"Abi kecewa sama kalian berdua! Pergi dari suami tanpa meninggalkan sepatah kata pun! Dan saat keluar dari rumah suami, kalian malah satu rumah dengan pemuda lain! Sadar kalian! Status kalian itu apa! Huh?! Kalian itu masih ISTRI SAH ZAYN DAN ZAYDEN HINGGA SAAT INI! ABI TIDAK PERNAH MENGAJUKAN CERAI UNTUK KEDUANYA! TETAPI, KAU! MELALUI KEDUA PEMUDA SIALAN ITU, KAU MENGIRIMKAN BERKAS PERCERAIN UNTUK SUAMIMU? DI MANA HATI DAN OTAKMU, HUH?! TIDAKKAH KAU BERPIKIR KEDUANYA BEGITU MENDERITA SELAMA KALIAN TIDAK BERADA DI SISI MEREKA? KALIAN ITU KENAPA? HUH? ABI TIDAK PERNAH MENGAJARKAN KALIAN SEPERTI INI! KALIAN LULUSAN PESANTREN! LULUSAN UNIVERSITAS AL AZHAR! TETAPI, APA YANG KALIAN LAKUKAN SAAT INI? HUH? APA?!! KALIAN SUDAH MENCORENG NAMA ABI DI DEPAN KELUARGA DENGAN TINGGAL SATU RUMAH DNEGAN PEMUDA YANG BUKAN MAHRAM KALIAN BERDUA! SIALAANN!!"


Parang!


Prang!


Trang!


Pyaarr!


Semua orang memejmkan mata mereka kala melihat amarah yang Abi Prince luapkan untuk kedua putrinya itu.


Zayn memeluk erat kedua bocah yang kini memebenamkan wajahnya ke dadanya. Begitu pun dengan Zayden. Kedua anaknya itu memeluk erat lehernya dan memejamkan kedua matanya. Di telinga keduanya terus terdengar senandung sholawat yang membuat keduanya menjadi tenang dan tidak takut akan amarah Abi Prince. Kakek ke empatnya.


"Pulang! Kalian sudah cukup bebas selama ini! Hari ini juga, Abi akan mengurus kepindahan kalian berdua! Abi yang akan bertanggung jawab dengan kontrak kerja kalian yang tersisa satu tahun lagi ini! Masuk ke kamar kalian, SEKARANG!"

__ADS_1


Teriakan menggelegar dari Abi Prince membuat keduanya bangkit dan segera berlari ke kamar mereka.


__ADS_2