Princess Pratama

Princess Pratama
Season 3 ( Pengantin Pengganti Pilihan Abi )


__ADS_3

Setelah kedua orang wanita penipu itu menghilang, Dzaki menatqp semua orang dengan raut wajah datar dan dinginnya. Wajah tampan yang dulu murah senyum itu mendadak dingin seketika setelah kejadian baru saja.


Dzaki menatap saudara kembarnya yang kini juga melihat padanya.


"Baiklah, Oma. Kami minta maaf karena tidak percaya dengan perkataan orangtua," ucap Dzaka


"Kami berdua sudah memutuskan. Pernikahan ini tidak akan terjadi sampai kapan pun!" Timpal Dzaki pula


"Kami berdua lebih memilih menjadi bujang lapuk daripada kami menikahi siluman ular berwujud manusia!" Ucap Dzaka lagi.


"Kami lebih memilih sendiri seumur hidup!" tambah Dzaki


"Kenapa?"


Deg.


Deg.


Semua orang menatap tiga orang yang kini menatap keduanya dengan tersenyum dan berjalan mendekati mereka berdua.


"Kenapa tidak mau menikah lagi, hem?"


"Abi?" ucap keduanya begitu terkejut melihat rajanya itu ada di sana bersama Mami dan juga adik kembarnya.

__ADS_1


"Ya, ini Abi, Ini Mami kamu berdua, dan ini putri kecil abi! Ada yang salah, hem? Baru sebentar Abi tinggal, kalian sudah ingin jadi bujang lapuk! Nggak, ah! Abi nggak setuju!" ucapnya membalas ucapan kedua putranya itu.


Mata kedua bocah tampan yang sudah dewasa itu kini berkaca-kaca menatap abi dan dua wanita yang kini tersenyum lembut padanya. Kedua nya berlari memeluk ketiga orang itu dengan erat. Bocah tampan yang sudah dewasa itu menangis tergugu di pelukan ketiga orang itu.


Ketiga orang itu terkekeh bersama. Oma Annisa mendekati kedua cucunya itu.


"Sudah, jangan menangis. Malu di lihat tamu. Sudah kamu bawa kesini, Nak?" tanya Oma Annisa pada Abi Kendra yang kini mengangguk dan tersenyum.


"Sudah, keduanya sedang di rias saat ini." Jawabnya sembari mengurai pelukannya dari tubuh kedua bocah tampannya itu.


Abi Kendra tersenyum teduh pada keduanya. "Kalian mau menuruti keinginan abi, bukan?" tanya Abi Kendra pada kedua putranya.


Keduanya mengangguk mantap. "Apapun permintaan Abi, kami turuti! Bagi kami, tak ada yang lebih benar selain ucapan kalian para orangtua!"


Oma Annisa, Mami Tania dan Abi Kendra tertawa mendengar ucapan si cantik Alish. Dzaka dan Dzaki menunduk.


"Ya, kami salah. Maafkan kami Abi, Mami, Oma. Mulai hari ini, kami berdua menuruti apa kata kalian berdua. Kami pasrah," ucap keduanya kompak.


"Yakin?" tanya Abi Kendra


Keduanya mengangguk mantap.


"Termasuk dengan Calon istri?" goda Abi Kendra yang kini meledek kedua putranya yang mendadak wajah keduanya menjadi datar seketika.

__ADS_1


Alish tertawa. Semua yang melihatnya pun ikut tertawa.


"Kalau masalah itu, kami tidak bisa!" tegas keduanya kompak.


Lagi, Alish tertawa.


"Yakin, Abang nggak mau ketemu dengan keduanya? Mereka udah di sini, loh. Keduanya sedang bersiap untuk kalian berdua!" ucap Alish yang semakin membuat kedua bocah tampan yang sudah dewasa itu semakin dingin saja wajahnya.


Abi Kendra terkekeh. "Bukankah kalian berdua sudah berjanji?" Keduanya menatap datar pada Abi Kendra.


"Udah, jangan gitu, ah, wajahnya! Kalian itu tampan, loh. Mirip dengan seseorang yang sangat ingin bertemu kalian berdua. Sedari kalian kecil, kalian itu sudah memikat hatinya. Beliau pernah bilang sama Abi. Kalau kelak keduanya memiliki putri kembar, maka akan mereka jodohkan dengan kalian berdua. Agar.. tali kekeluargaan kita tidak pernah terputus." Ucap Abi Kendra lagi menceritakan seseorang yang kini sudah tidak sabaran ingin masuk dan memeluk kedua bocah tampan kesayangannya itu.


"Biarin abang masuk, Sayang! Awas, ih!" katanya pada sang istri yang kini menahan lengannya dengan kuat.


"Ck. Tunggu sebentar suamiku.. Cintaku.. Ayah dari anakku.. Kamu itu bisa sabaran dikit nggak, sih? Lihat dulu kedua putrimu! Belum siap di rias, loh," tegurnya pada sang suami yang kini semakin kepanasan pan tatnya karena ingin masuk ke dalam ruangan acara itu.


Kedua gadis yang kini sedang di rias oleh MUA itu terkekeh bersama. Termasuk saudara sulung mereka dan pasanganya.


"Benar itu, Pi. Sabar dulu, ih! Yang kayak anak perawan aja, sih?" ledek anak sulung pemuda matang itu.


Pria matang nan tampan itu mendengkus sebal. "Ini, kok, kamu yang ngebet, sih, Bang? Yang mau nikahan siapa? Kamu atau kedua putrimu?" sindir sang istri yang lagi dan lagi membuat semua orang di dalam ruangan itu tertawa karenanya.


...****************...

__ADS_1


Ada yang ingat siapa dua orang itu?


__ADS_2