
Cukup waktu dua jam waktu untuk delapan orang itu memasak. Waktu maghrib sudah selesai semua. Alish yang kebetulan tidak bisa sholat segera menyiapkannya bersama lima orang pelayan yang selalu mengurus kebersihan rumah yang Jia bayar setiap bulannya dari usaha penjualan gamis dan niqob miliknya di daerahnya dan juga Universitas Al Azhar. Belum lagi gajinya sebgaia dosen di sana, membuat keduanya tidka kesulitan untuk menyewa banyak orang demi bisa mengurus rumah mereka yang lumayan luas itu.
"Silahkan masuk!" ucap Alish mempersilahkan semua tamunya yang baru saja datang itu.
Ruang tamu yang lumayan luas itu cukup menampung semua tamu yang mereka undang sekitar seratus orang itu. Satu persatu tamu terus berdatangan ke rumah Jia dan Riya, dosen mereka di fakultas Al Azhar.
Tetangga sekitar pun sudah datang. Di pimpin kepala Universitas Al Azhar, acara selamatan pun di mulai. Mereka semua tidak menyangka jika kedua laki-laki di rumah itu bukanlah suami sah keduanya.
__ADS_1
Abi Prince sebagai orangtua Jia dan Riya sudah mengklarifikasi tentang berita yang di sebar oleh pemuda yang merupakan suami gadungan kedua putrinya. Kepala Universitas Al Azhar terkejut saat tahu jika suami dari Jia dan Riya merupakan rekan bisnis menantunya yang ada di Indonesia.
Akhirnya, Zayn dan Zayden bisa bertemu dengan orantua dari Fahri rekan bisnis keduanya di Indoseia. Acara selamatan itu berlangsung dengan khidmat setelah mereka semua tahu jika suami asli dari Jia dan Riya sudah terkenal sedari dulu.
Riya dan Jia pun begitu terkejut saat tahu jika suami mereka pernah bertandang ke Kairo dua bulan yang lalu. Hal yang baru Zayn ceritakan dan zayden ceritakan. Mereka pun begitu syok saat Alish mengatakan jika istri mereka ada Kairo, sementara keduanya dua bulan yang lalu baru saja kembali dari Kairo langsung ke Singapura. Karena pusat perusahaan mereka berada di sana. EAP Group milik semua saudara Oma Annisa.
"Maha besar Allah dengan kuasa-Nya. Ternyata Ibu Riya dan Jia ini ternyata Tuan Zayden dan Zayden," ucap salah satu mahasiswa yang kini begitu terharu melihat dosennya itu.
__ADS_1
"Benar! Kami pun ta menyangka. Awalnya saya sudah curiga dengan kedua laki-laki itu. Bukan apa saya berbicara seperti ini. Sebab, kedua orangtua saya berteman baik dengan almarhum Tuan Tama. Dar be;liau kami tahu jika Tuan zayn dan zayden ini cucu mereka. Belum lagi menikahnya dengan sepupu. Maknya saat dua lelkai itu mmebuat pengumuman itu membuat saya sedikit terkejut. Ingin bertanya, tapisaya malas ikut campur dengan masalh orang lain," timpal salah satu mahasiswa yang Jia tangani skripsinya.
"Tak apa. Semua itu sudah takdir kami berdua, Mungkin, Allah sengaja mendidik kami dengan cara sepertiini agar kami lebih baik lagi menjadi seorang istri dari keturunan King Pratama!" Ucap Jia yang diangguki oleh mereka semua.
Zayn tersenyum menaggapi ucapan istrinya itu. Kedua istrinya bertambah dewasa setelah jauh dari mereka. Begitu pun dengan Zayn dan Zayden. Keduanya sudah lebih dewasa lagi saat ini.
Oma Annisa senang melihat kedua cucunya dna dan juga cucu kakak kandungnya itu. Ia tidak menyangka, jika keduanya kini sudah banyak berubah seiring berjalannya waktu.
__ADS_1