Princess Pratama

Princess Pratama
Season 3 ( Bertemu Istri )


__ADS_3

Ke empat orang yang baru saja resmi menjadi suami istri itu segera menyeret koper mereka menuju kamar mami Tania dan Abi Kendra yang ternyata juga sudah bersiap.


Semua keluarga pun sudah siap dan menunggu di lobi Hotel. Mereka semua akan berangkat ke Kairo malam itu juga. Tidak peduli sudah pukul dua pagi, keduanya tetap harus berangkat ke bandara dan berangkat ke Kairo ke esokan harinya.


Semua keluarga begitu syok saat tahu keberadaan kedua menantu mami Tania. Termasuk Abi Prince dan Ummi Alzana. Keduanya sampai pingsan saking syoknya mendengar kabar itu.


Kedua paruh baya itu tidak menyangka, jika kedua putri mereka memilih Kairo tempat untuk bersembunyi selama ini. Padahal, kalau di pikir-pikir kenapa harus Kairo? Bukankah Kairo itu jauh dari Indonesia?


Tak sanggup memikirkan apapun, mereka semua segera berangkat ke Jakarta lebih dahulu. Mereka harus melakukan dua kali transit untuk bisa ke Kairo. Karena saat ini mereka sedang berada di Medan.


Begitu juga Zayn dan Zayden serta Alish. Ketiganya juga melakukan hal yang sama. Akan tetapi, keduanya yang akan tiba lebih dulu di Kairo daripada keluarga besar mereka.


Tidak semua keluarga besar ikut pergi ke Kairo. Hanya yang tua saja yang pergi. Yang muda hanya empat orang. Yaitu Dzaka dan Kiana, Dzaki dan Riana. Keduanya yang merencanakan hal ini sebagai tempat mereka berbulan madu.


Walau lelah, keduanya tetap bersemangat ingin tiba kesana lebih cepat. Semuanya bersemangat saat mengingat Jia dan Riya yang sudah lama tidak mereka jumpai.

__ADS_1


Sementara Zayn, Zayden dan Alish sudah dalam pesawat saat ini. Butuh waktu sekitar 12 jam 57 menit untuk tiba di Kairo, Mesir.


Perjalanan yang lumayan jauh. Tetapi, mereka tetap bersemangat menuju kesana. Ketiganya berangkat dari Jakarta pukul 5 pagi waktu Indonesia setelah sholat subuh. Dan saat tiba di Mesir sudah pukul 4 sore waktu Mesir.


Perbedaan waktu yang begitu jauh. Zayn dan Zayden tidur puas selama di perjalanan. Begitu pun dengan Alish. Dirinya yang di apit oleh kedua abangnya merasa nyaman saat terlelap di dalam pesawat.


Dan saat ini mereka sudah tiba di Bandara Internasional Kairo(CAI). Yang berada sekitar 16,429 km dari pusat kota. Butuh waktu lagi untuk tiba di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.


Zayn dan Zayden dudukk tenang di dalam taksi yang mereka tumpangi untuk menuju ke tempat tujuan. Ada Alish sebagai penujuk jalan. Alish merupakan lulusan universitas Al Azhar juga. Jadi, jangan ragukan dirinya yang sangat lancar dalam bahasa arab.


Zayn dan Zayden banyak melamun di perjalanan yang tanpa mereka duga sudah tiba di hadapan rumah Jia dan Riya yang begitu megah. Pada saat ketiganya tiba, bertepatan dengan kedua istri mereka pun akan keluar.


Deg, deg, deg..


Jantung keduanya serasa melompat keluar saar melihat dua insan yang selama ini selalu di tanyakan oleh kedua anak mereka.

__ADS_1


Alish tersenyum melihat kakak iparnya itu.


"Assalamu'alaikum Kakak ipar! Kita berjumpa lagi!" Ucap Alish menggamit tangan keduanya yang kini menatap kaku pada dua pria tampan yang kini juga menatap lekat keduanya.


"Jangan bengong, ih! Bawa kami masuk! Jangan ke universitas hari ini! Kani datang, sengaja untuk mengunjungi kalian berdua! Mana keponakanku? Apakah di dalam?"


"Loh, ummi? Kenapa masih di luar? Bukanya ada jam kuliah yang harus di isi hari ini?"


Ddduuaarr!


Kelima orang itu tersentak kala mendengar suara seorang laki-laki yang berdiri tepat di belakang keduanya.


Riya dan Jia saling berpegangan tangan. Tubuh keduanya bergetar kala melihat wajah datar Zayn dan Zayden.


Lelaki itu melewati keduanya karena melihat ada sesuatu yang tidak beres.

__ADS_1


"Loh, ada tamu, toh? Kenapa nggak di ajak masuk Ummi?" kata laki-laki yang sebaya dengan Zayn dan Zayden itu.


Laki-laki itu membulatkan matanya saat menggenali siapa Zayn dan Zayden. Bibirnya pun kembali kelu untuk berbicara.


__ADS_2