
"Ternyata, saudaraku ini sudah menemukan tambatan hatinya, ya? Maryam? Gadis kecil yang kata Ummmi mirip sekali dengan Riya kita yang hilang?" bisik Zayn di telinga Zayden yang membuat Zayden menoleh padanya dengan senyum gigi jongosnya itu.
Zayden melengos. Ia melepaskan rangkulan tangan saudara kembarnya dan masuk ke dalam rumah. Mereka semua masuk ke dalam rumah untuk menikmati makan malam yang Maryam bawakan untuk mereka.
Semua orang takjub akan rasa masakan yang sama seperti..
"Oma Alisa??" ucap mereka semua
"Mak?" ucap Opa Tama, Kakek Raga, nenek Ira dan Oma Annisa tentunya.
Mereka semua tertegun dengan rasa masakan itu. Masakan Maryam sama persis dengan masakan Almarhum Oma Alisa. Masakan yang sering di masak oleh Oma Kinara yang tidak bisa ikut serta di karenakan cucu keduanya baru saja lahir saat mereka akan berangkat kemarin pagi.
Terlebih Zayden saat ini. Ia semakin sering senyum-senyum sendiri saat mengingat kejadian tadi. Tak pernah selama ini jantungnya berdegup kencang saat berdekatan dengan lawan jenis. Kecuali Maryam.
Sedari gadis itu kecil saat Neneknya membawanya pindah ke tempat itu, ia sudah menyukai gadis kecil yang tertutup niqob itu. Sejak umur sepuluh tahun, Maryam sudah menggunakan niqob. Dan saat pertama kali mereka pindah ke Aceh pun, Maryam sudah menggunakan niqob. Tak ada seorangpun yang tahu dengan paras ayu gadis kecil sebaya Jia itu.
Terkecuali..
"Zayden!" panggil mami Tania sedikit keras yang membuat putra keduanya itu terkejut.
"Hah? Apa Riya? Eh?" Zayden mengatupkan mulutnya saat ia menyebut nama Riya yang membuat semua orang menatap padanya.
"Kamu sebut apa tadi? Riya? Riya yang mana? Riya palsu atau-,"
__ADS_1
"Maryam, Nenek! Zayden menyukai Maryam sedari kecil! Dan tadi? Pertemuan mereka setelah sekian lama, loh.." Bukan Zayden yang menyahuti ucapan Nenek Ira. Melainkan Zayn yang kini mendapat cubitan dari Jia di pahanya hingga ia terkikik karena geli di cubit oleh istrinya.
Zayden menatap datar dan dingin pada saudara kembarny itu.
"Jangan menatap abang seperti itu, Dek! Tunggu Ummi sama Abi pulang. Kita akan segera ke rumah Maryam untuk melamarnya untukmu! Untuk di jadikan istrimu! Wadaww! Sakit, sayang! Kok, di cubit, sih?" ucapnya sambil mengeluh pada Jia yang kini merasa malu di tatap oleh semua keluarganya.
Mami Tania menatap Zayden yang kini menundukkan kepalanya.
"Nak?"
Deg
"Iya, Ummi. Abang menyukai Maryam sedari dulu," lirihnya lemas bagai tak bertulang.
Mami Tania menatap lekat pada putranya yang kini menunduk karena malu.
"Benar, kamu menyukai Maryam cucu Eyang Sukma?" tanya mami Tania sekali lagi mencari kebenaran di mata putra sulungnya itu.
Zayden menghela napasnya dan melihat pada maminya saja.
"Ya, abang menyukainya. Niat hati, nanti ingin ngomong sama Mami dan Abi. Tetapi, kadung Abang yang memberitahukannya!" ketusnya di akhir ucapannya yang membuat Zayn tertawa terbahak.
Yang lainnya hanya tersenyum saja. Mami Tania tersenyum begitu lebarnya.
__ADS_1
"Benar dugaan mami. Tak salah 'kan, ya? Mami bawa kalian berdua kesini? Ternyata.. jodoh kalian berada di sini!" ucapnya begitu senang pada Zayden yang menunduk malu dan pada mereka semua yang kini terus terkekeh melihat tingkah Zayden yang mendadak malu pada mereka semua.
"Baiklah, kalau begitu. Besok malam, kita ke rumah Eyang Sukma dan bertanya tentang Maryam. Apakah sudah memiliki calon atau belum. Besok pagi, Onti dan Om Prince akan segera kembali. Abi sudah menghubungi mereka dan mereka mengiyakannya." Timpal Abi Kendra yang diangguki oleh mereka semua.
"Cie, cie, cie.. Uhuyy! Kedua pangeran buluk mendapatkan gadis desa! Uhuuy!" celutuk Dzaki yang di tertawakan oleh mereka semua.
Jia tersenyum senang saat mendengar ucapan para orangtua. Jika Maryam yang akan menjadi calon adik iparnya.
Terima kasih, ya, Allah. Engkau mengabulkan doaku. Aku sangat ingin memiliki Kakak seperti Kak Maryam. Entah kenapa hatiku sangat menyayanginya. Begitupun dengan Abi dan Ummi. Ummi pernah bilang, kalau wajah Kak Maryam mirip sekali denganku. Yang artinya wajah kami mirip dengan Abi Prince. Akan tetapi, Kak Maryam membantahnya. Ia bilang, kalau dirinya mirip dengan abinya. Ya, Allah, jika benar dugaanku, maka aku akan berpuasa selama tiga puluh hari untuk menunaikan nadzarku ini. Firasatku tidak pernah salah!
Batin Jia menerawang jauh saat mengingat tentang doa dan juga Maryam yang sangat mirip dengannya, kata Onti Alzana.
Sementara semuanya sudah beristirahat, kini di ruang makan itu tinggallah empat pasang paruh baya dan juga Mami Tania serta Abi Kendra yang kini sedang memikirkan kemungkinan-kemungkianan kecil tentang Maryam.
Mereka pun menduga, jika Maryam adalah orang yang selama ini mereka cari. Menurut ciri-ciri yang Jia katakan pada mereka baru saja, membuat para orangtua itu yakin, bahwa Maryam adalah orang yang selama ini mereka cari.
Tetapi, bagaimana cara membuktikannya?
Tunggu besok pagi!
...****************...
Jangan pernah bosan untuk ngikutin kisah anak mami Tania, ye?🙏🥰
__ADS_1