Princess Pratama

Princess Pratama
Cara Ekstrim


__ADS_3

Ziana keluar dari kamar Kendra dan segera menuju ke kamarnya. Tiba disana, ia menutup pintu dan menguncinya.


Ziana jatuh terduduk di depan pintu dengan airmata jatuh bercucuran. Ia merapatkan kepalanya di kedua lututnya dan terisak disana.


Ziana begitu sakit saat mengataan hal itu. Hatinya terluka saat bibirnya dengan lancang mengatakan jika dirinya senang lantaran Tania sudah mati. Padahal yang sebenarnya tidak.


Ia sengaja mengatakan hal itu demi melihat kekasih hatinya yang ia cintai tetapi tidak mencintainya itu harus sadar dan bangun kembali.


Ziana menangis meraung meluapkan rasa sesak dihatinya saat memikirkan ucapannya tadi yang begitu tega terhadap kakak sepupunya.


"Hiks.. Ma hiks af.. Ka hiks kak.. Ma hiks af Bang.. Hiks.." isaknya dengan terus tersedu.


Ziana meraung dan meratapi mulutnya yang telah sengaja melukai hati suaminya itu. Ia yakin, jika Kendra kini pasti sangat kecewa dengan perkataan dan kelakuannya itu.


Ziana tidak punya pilihan lain selain harus berbuat hal seperti itu. Mengingat perbincangan orang tua tadi kala mereka merayakan hari kelahirannya yang ke tujuh belas tahun.


Tepat pada seratus hari kepergian Tania dan juga Kendra yang sedang koma.


"Bang."


"Hem?" jawab Uwak Lana. Ia menatap sekilas pada Uwak Maura dan kembali ke layar ponselnya dimana Aldo mengirimkan bukti perusahaan Kendra di Singapura dan Uwak Lana sedang memantau perusahaan Kendra di Singapura yang sudah bangkrut dibuat oleh anak Paman nya itu melalui pesan video yang Aldo kirimkan padanya.


Uwak Maura berkata lagi, "Bagaimana kalau seandainya.. Kendra tidak akan pernah sadar lagi?"

__ADS_1


Deg!


Uwak Lana melihat Uwak Maura yang kini juga sedang melihatnya dan juga menunggu jawaban darinya.


"Menurut kamu?"


Uwak Maura menghela napasnya. "Nggak tahu sih Bang. Hanya saja Kendra begitu betah dalam alam bawah sadarnya. Ia merasa jika Tania kini bersama nya. Padahal Tania sudah lama pergi. Akankah Kendra bangun dan sadar kembali??"


Ziana yang tidak sengaja mendengar percakapan kedua orang itu tertegun sejenak. Dirinya yang ingin makan bersama teman sekelasnya malah tidak jadi.


Ia malah menguping pembicaraan kedua orang tuanya da juga seorang tamu yang merupakan dokter khusus kejiwaaan yang menangani Kendra selama tiga bulan lebih sepuluh hari ini.


Ia berdiri dibatas dinding yang menghubungkan dapur dapur dna ruang tengah itu. Ziana berdiri disana menunggu apalagi yang akan kedua orang tuanya katakan tentang perkembangan Kendra.


Berbagai macam cara sudah ia lakukan untuk membuat Kendra terbangun.


Tetap saja. Pemuda tampan suami Tania dan dirinya itu tetap tidak mau bangun juga. Hingga ia pasrah dan menyerah. Dan disaat dirinya pasrah, malah percakapan kedua orang tuanya terdengar olehnya.


Ia berdiri mematung di belakang dinding itu dengan tubuhnya ia rapatkan ke dinding itu.


Terdengar sang papi dan seorang dokter kejiwaan itu menghela napasnya.


"Bukan tidak mungkin jika Kendra akan sadar kembali Lana." Ucapnya sambil menatap lekat pada Uwak Lana yang kini menyimak ucapannya.

__ADS_1


"Terus?"


"Hanya saja.. Alam bawah sadarnya saat ini sedang mengunci dirinya bersama kenangan masa lalunya. Ia tidak ingin bangkit. Lantaran kehidupanya sudah tiada. Dalam artian bahwa Kendra hanya ingin bangun jika ada satu penyebab yang membuat dirinya bangkit kembali." Ujarnya yang diangguki oleh Uwak Lana.


"Caranya?" tanya uwak Maura yang dijawab dengan senyum oleh dokter itu.


"Mudah kok. Aku sudah meneliti perkembangan Kendra. Menurut yang terlihat, Kendra sudah baik-baik saja. Hanya dirinya memang tidak ingin kembali karena cintanya sudah pergi dari dunia ini. Ini di alam nyata. Tetapi di alam bawah sadarnya, ia melihat jika Tania dan juga anak-anak mereka sedang bermain disana.


Ia masih memegang dan mengunci kenangan itu. Hingga ia tidak ingin kembali lagi kedunia ini. Ada cara yang bisa kita lakukan untuk membuat dirinya bangkit kembali.


Agak sedikit berbahaya sih. Tapi tidak akan berakibat fatal. Hanya saja nanti tekanan darahnya akan naik," Uwak Lana dan Uwak Maura mendengarkan dengan seksama.


Mereka menyimak semua yang dokter teman Uwak Lana itu ucapkan. Begitupun dengan Ziana yang kini masih menyimak dengan seksama.


"Cara ini terbilang ekstrim karena kita mencoba memancing emosinya yang membuat tekanan darahnya terpompa dengan kuat dan mengaliri seluruh tubuhnya dengan cepat.


Membuat Kendra merasa kesal dan marah akan suatu hal. Yang bersangkutan dengan istrinya mungkin? Buat dia setiap harinya semakin kesal akan perkataan untuk istrinya itu.


Yang mana dengan hal itu, bisa membuatnya bisa tersadar kembali. Ingat? Orang koma itu bukan mati. Tetapi tertidur dalam batas waktu yang tidak di tentukan. Pendengaranya berfungsi dengan baik. Maka dari itu, setiap kita berbicara padanya, ia mendengarkan tetapi tidak bisa menjawabnya. Coba buat dirinya terusik dan terganggu dengan ucapan yang menyudutkan istrinya!"


...****************...


__ADS_1


__ADS_2