Princess Pratama

Princess Pratama
Uwak Maura Vs Kendra


__ADS_3

"Kamu bisa menyangkalnya, karena hati dan pikiran mu hanya dipenuhi oleh Tania dan Tania! Lalu putriku? Bagaimana dengan putriku? Adakah kamu mengingatnya walau sebentar saja? Huh?" sentak Uwak Maura dengan suara naik satu oktaf.


Uwak Lana menghembuskan napas panjang. Inilah yang ia tidka mau jika Uwak Maura ikut bicara. Bukannya akan nbertambah tenang, malah bertambah suasana di tengah malam nan dingin itu.


Bukan ia tidak ingat dan juga mencari dimana putrinya itu. Ia sudah memiliki rencana. Dan rencana itu akan ia sampaikan pada Kendra dan Aldo yang kebetulan sudah kembali dari Singapura saat tadi sore ia mengabarkan tentang kondisi Kendra. Dan juga tugasnya di Singapura sudah selesai, makanya ia kembali.


Uwak Lana sangat kesal kepada istrinya ini. Sikap egois yang dulunya sudah menghilang, kini kembali lagi. Dan itu pun menyangkut Ziana, putri sulung mereka berdua.


Uwak Lana mendekati Uwak Maura yang kini melangkah masuk dan berdiri dihadapan Kendra. Dengan wajah garang dan juga datarnya.


Kendra pun demikian. Ia pun tak kalah datar dan semakin dingin saat melihat Uwak Maura yang menurut perkiraannya akan berkata sesuatu yang bisa menyulut emosinya.


Kendra sudah siap menerima amukan dari Uwak Maura padanya.

__ADS_1


"Seharusnya kamu saat ini yang mencari Ziana! Bukannya kamu tidur dengan nyaman di kamarnya! Jadi manusia tahu diri sedikitlah! Sudah syukur diurus dan ditampung disini! Putri saya yang mengurus kamu selama ini! Jika bukan karena dia, mungkin saat ini kamu sudah terlantar diluar sana! Dasar tidak tahu terimakasih kamu!" ketusnya sangat kasar pada Kendra yang membuat Uwak Lana terkejut mendengarnya.


"Maura!!" tegurnya pada Uwak Maura yang kini menoleh padanya karena terjingkat dengan seruan Uwak Lana padanya.


"Apa? Abang ingin membelanya juga? Lalu, bagaimana dengan putri kita? Tidakkah Abang tahu keadaannya bagaimana saat ini? Tidakkah Abang ingin mencari tahu keberadaannya?? Kenapa Abang begitu luluh pada pemuda yang keluarganya selalu membuat masalah di dalam keluarga kita? Huh?!" Seru Uwak Maura sedikit menekan suaranya berbicara dengan Uwak Lana yang kini menatap dingin padanya.


Kendra terkekeh hambar mendengar ucapan uwak Maura. Matanya mengenbun lagi. Mertuanya sudah keterlaluan sekali sebagai seorang mertua.


"Kenapa Uwak menyalahkan ku dalam semua masalah yang menimpa kita? Uwak pikir, Uwak saja yang gelisah dan khawatir saat ini? Sementara aku tidak?uwak menyalahkan ku dalam segala hal. Baik itu tania maupun ziana. Tidakkah Uwak tahu jika ku begitu tertekan saat ini? Uwak bisa bisa mengatakan gelisah dan cemas padaku. Lalu, bagaimana denganku?!"


Mata kendra berkaca-kaca melihat kedua paruh baya itu. "Aku Wak! Aku! Aku yang paling khawatir disini Wak! Tapi apa Uwak tahu dengan perasaanku? Uwak tahunya hanya menuduh saja tanpa bertanya dulu padaku!"


"Apa salahku sama Uwak? Dimana letak salahku? Huh? Tidakkah Uwak pikir, jika diri ini bertahan karena siapa? Karena siapa Wak?" tanya Kendra ada Uwak Maura yang kini tertegun dan terdiam mendengar ucapan Kendra.

__ADS_1


"Aku yang paling terluka dan tersiksa Wak! Rasanya kepala ini mau pecah saat ini juga memikirkan kehidupan rumah tangga ku yang semakin berat saja ujiannya!


Pertama Tania pergi meninggalkanku. Hingga kondisi ku drop saat aku menikahi Ziana. Uwak pikir, hati ini sanggup menerima semua itu? Uwak pikir, aku sanggup menerima kenyataan jika kau harus berbagi?? Aku tidak bisa wak! Jujur! Aku tidak sanggup menduakan Tania! Aku hancur saat menduakannya. Tetapi apa yang harus aku lakukan jika ini yang harus terjadi saat ini?


Jika bukan karena permintaan Ummi, mungkin ini tidak akan terjadi. Demi perusahaan sialan itu, aku akhirnya kehilangan Tania untuk selamanya!


Uwak pikir aku bisa menjalani hari-hariku bersama Ziana dimana Tania yang pergi dariku dan mengalah karena dia lebih mementingkan perasaan adiknya tanpa melihat persaaanku dan perasaanya?


Uwak pikir, aku snaggup? Uwak pikir, aku mampu? Kalian bisa menganggapku lemah dan tidak tegas! Tapi inilah diriku! Demi baktiku kepada ibuku, aku rela membagi diriku dengan dua orang wanita dalam waktu yang berselang satu bulan saja.


Jika Uwak pikir, aku sanggup karena harta. Uwak salah dalam menilaiku! Jika Uwak pikir , aku sanggup dan bisa berbagi cintaku dengan mereka berdua, Uwak salah!


Uwak tidak mengenal diriku seperti apa yang sesungguhnya! Aku memang lemah dan tidak tegas! Karena apa? Karena aku menyayangi Ummi dan juga istriku!

__ADS_1


Aku rela terluka batinku, agar melihat mereka bahagia! Tetapi apa yang aku dapatkan dari mertuaku? Mertuaku sendiri menuduhku baik-baik saja! Dan menyalahkanku! Tanpa ia tahu, jika diri ini hampir gila karena kehilangan mereka berdua!


Aku memang tidak mencintai Ziana. Tetapi Ziana memiliki tempat penting dihatiku! Aku sayang padanya sama seperti aku menyayangi adikku! Kasih sayang seorang abang untuknya! Ziana pun tahu itu! dia tahu jika aku tidak bisa membalas cintanya, makanya ia selalu berusaha mundur dan menjauh disaat aku ingin bersamanya. Apa Uwak tahu itu??"


__ADS_2