
Mengudara lumayan lama membuat mereka bertiga ketiduran di dalam pesawat hingga pesawat mendarat ketiganya masih terlelap.
Ketiga terbangun saat suara di dalam pesawat itu menggema jika mereka sudah mendarat di bandara Changi Airport.
Kendra, Aldo serta Ziana segera turun setelah kursi roda terpasang diluar sana dibantu oleh salah satu pilot yang mengenal mereka berdua.
Ketiganya berjalan menuju mobil yang kini akan mengantar mereka kerumah mami Annisa dan papi Tama yang entah kabarnya dimana setelah kecelakan Tania terjadi.
Uwak Lana sempat mengatakan jika nomor keduanya tidak aktif. Dan itu pasti ada sangkut pautnya dengan kecelakaan Tania tadi.
Kendra menghela napasnya saat mengingat ucapannya tadi pada Uwak Lana yang membuat papi kandung Ziana itu tertegun karena ucapannya.
"Maafkan aku Wak. Aku harus pergi. Istriku saat ini tidak tahu dimana. Entahkah hidup ataupun mati. Kalaupun ia hidup akankah ia mau kembali lagi bersama ku? Sementara aku sudah menikahi adik sepupunya?
Aku sangat kenal sifat Tania, Wak. Ia rela mengalah demi adiknya asal adiknya bahagia bersama ku. Tetapi bagaimana dengan ku? Apakah aku akan bahagia bersama Ziana? Sementara hatiku sudah terkunci hanya untuknya?
__ADS_1
Apakah ini tidak akan menyakiti Ziana jika suatu saat Uwak tetap mempertahankan Ziana di sisiku?? Akankah Ziana tidak terluka dengan perbuatan ku nantinya??
Aku tidak mau melukai dua wanita sekaligus Wak. Cukup Tania saja. Istriku. Istri sah ku, dan aku tidak akan mengulangi hal yang sama dengan Ziana lagi.
Cukup sampai di Tania saja. Jangan lagi Ziana. Aku tahu jika selama ini Ziana sudah menyukai bahkan sudah jatuh cinta padaku. Tetapi ia sengaja menutupinya dengan cara sering berdekatan dengan asisten ku untuk menutupi rasanya itu.
Aku tidak munafik jika Ziana juga sudah menempati ruang hatiku yang lain. Dan itu bukan Cinta Wak. Melainkan cinta seorang kakak untuk adiknya. Tidak lebih dari itu.
Jadi.. Ku harap Uwak mau mempertimbangkan keputusan Uwak tentang Ziana dan pernikahan kami. Tidak ada yang akan bahagia dengan pernikahan ini Wak.
Jadi ku mohon.. Pikirkan sekali lagi. Aku tidak ingin menyakiti putri Uwak dengan perbuatan ku lagi. Cukup sudah. Terserah Uwak mau bilang aku egois! Tidak masalah. Itu lebih baik. Daripada aku berbohong dan berpura-pura baik-baik saja?
...Dan jika nanti Tania dikatakan tiada.. Maka aku harap Uwak jangan memaksa ku dan Ziana untuk bertahan. Itu tidak mungkin bisa Wak. Ku harap Uwak mengerti posisiku." Ujar Kendra yang membuat pemuda matang di usianya itu tertegun dan mematung di tempat kala ucapan Kendra padanya tadi saat di pintu masuk ke dalam pesawat.
Dimana dirinya yang paling akhir masuk sebelum pesawat itu lepas landas.
__ADS_1
Kendra menghela napasnya saat mengingat perkataannya yang sudah melukai hati Uwak Lana.
Maafkan aku Wak. Aku terpaksa membuat keputusan ini. Aku tidak tahu dengan hidupku ke depannya. Jika Tania masih hidup, maka aku hidup hanya untuknya.
Dan jika ia tiada, mungkin aku akan hidup tetapi hanya dalam kenangan nya saja..
Maafkan aku Wak Lana..
Maafkan aku..
Batin Kendra menatap sendu pada Ziana yang kini duduk di sebelahnya dengan mata menoleh keluar jendela mobil yang kini mereka tumpangi untuk menuju rumah papi Tama dan mami Annisa selama berada di Singapura.
...****************...
__ADS_1