Princess Pratama

Princess Pratama
DPBR Pecah telor!


__ADS_3

Suasana romantis bagi sepasang anak manusia itu sednag berlangsung saat ini. Keduanya sedang menikmati makam malam mereka sembari di temani suara alunan merdu ombak yang menggulung-gulung di pantai.


Suara musil pop yang begitu menggetarkan hati pun terdengar di sana. Kedua pasangan pengantin baru itu makan bersama saling bersuap-suapan.


Tak ada lagi diam-diam seperti tadi. Keduanya sudah berdamai saat ini. Zayn sedang menyuapi Jia saat ini dengan daging yang sudah ia potong-potong lebih dulu.


Begitu pun dengan Zayden. Ia sedang menyuapi Riya saat ini. Kduanya makan malam bersama di temani taburan bintang yang begitu banyak di langit sana.


Keduanya selesai makan dna duduk sejenak sebelum mereka ingin jalan-jalan menyusuri pantai pada malam harinya.


"Sayang?"


"Hem?" jawab Jia yang kini berada di pelukan Zayn.


"Pulang, yuk! Dingin di sini. Abang takutnya kamu masuk angin nanti!" ucap Zayn yang di tertawakan oleh Jia.


"Alasan! Bilang aja mau nganu?" ucap Jia yang diangguki antusias oleh Zayn.


"Yap, kamu benar! Memang itu yang abang inginkan! Pulang, yuk!" ajaknya lagi pada Jia yang masih tertawa di dalam pelukannya saat ini.


Keduanya saling berpelukan dengan tubuh keduanya menghadap ke laut lepas sana. Zayn berada di belakang tubuh Jia saat ini.


"Hayuk.." rengek Zayn lagi yang diangguki sambil ditertawai oleh Jia.


Keduanya un kembali ke Hotel. Sambil berjalan, ada saja yang keduanya bahas sampai Jia tertawa di buatnya. Zayden mengikuti mereka dari belakang. Keduanya pun sambil berpelukan erat menuju ke Hotel.


Sesekali keduanya cekikikan. Entah apa yang keduanya katakan, hanya mereka yang tahu. keduanya terus berjalan menuju kamar Hotel mereka.


Tiba di daam, Zayn dan Zayden segera menarik istri mereka dengan cepat dan mereka bawa ke ranjang. Akan tetapi, saat bibir keduanya ingin menyatu, kamar itu gelap seketika.


Blam!

__ADS_1


"Aaaaa," teriak Jia dan Riya bersamaan saat merasakan jika suami mereka pingsan dalam kegelapan.


Keduanya panik bukan main.


"Aduh! Abang! Hei! Bangun! Ini kenapa pingsan, sih?! Ishh.." sungut keduanya bersamaan.


Jia dan Riya segera meraba ponsel milik suami mereka. Setelah menemukannya, keduanya langsung saja menghidupkan lampu dalam kamar itu. Tetapi apa yang baru saja keduanya lihat?


Keduanya melihat wajah Zayn dan Zayden begitu menyeramkan dalam kegelapan yang hanya di sinari lampu senter ponsel saja.


"Aaaaaa, tidakkk!! Kalian siapa?!" teriak kedua wanita kembar itu bersamaan dan sangat kompak.


Jia yang taerkejut segera menendang sesutu yang terasa hangat di dekat kakinya itu hingga sang pemilik mengeram kesakitan.


Begitu pun dengan Riya. Riya juga menendang sesuatu yang terasa begitu lembut dan kenyal itu di kakinya yang membuatnya sontak saja menendang benda lembut dan kenyal itu hingga sang pemilik mengeram menahan sakit.


"Aaaaa, pergii!! Siapa kalian?!" teriak keduanya dengan suara memenuhi ruangan kamar Hotel itu.


Bugh.


Bugh.


Bugh.


"Lepas! Isshh.. Lepas!" teriak Jia meronta-ronta begitu kuat.


Sementara Riya berlari ke sudut ruangan. Dirinya begitu takut saat ini. Riya menangis terisak.


Splaashh.


Plak!

__ADS_1


"Pergi! Jangan sentuh aku!" teriak Riya juga tak kalah kuat di dalam ruangan itu.


Suasana Hotel mendadak hening dan mencekam. Gelap di mana-mana hingga sulit untuk melihat.


"Sssstt.. Riya.." terdengar suara seperti bisikan yang membuat tubuh Riya semakin ketakutan dan menggigil di sudut ruangan.


"Nggak! Pergi!!" teriak Riya lagi masih meronta-ronta saat tangan itu menyentuhnya.


Riya melepaskan diri degan cara meronta-ronta semakin kuat, yang sayangnya tidak terlepas sedikit pun.


Begitupun dengan Jia. Saat ini ia sedang bersilat dengan orang yang berusaha menyentuhnya hingga berulang kali. Jia ketakutan setengah mati hingga tanpa sadar, ia menendang sekuat tenaga benda lunak tak bertulang itu hingga sang empu menjerit kesakitan.


"Aaaaaa, pecah telor burungku!! Aset masa depanku!! Jiaaaaa!!!!"


Ddduuaar!


Jia tersentak mendengar suara yang sangat di kenalnya itu.


"Bang Zayn?" tanya Jia sembari mengambil ponsel yang masih menyala itu. Ia menyorot langsung pada wajah Zayn yang kini sedang menahan sakit di telur burung puyuhnya.


Ia mengerang kesakitan yang membuat Jia membeku seketika. Tak ubahnya Jia, Riya pun demikian. Karena takut dengan sentuhan orang dalam gelap itu, ia sekuat tenaga meronta hingga tanpa sengaja lututnya menyentuh benda lunak tak bertulang milik orang itu.


"Aarrgghhtt.. Riyaaa!! Sakiitttt!! Mami!! Pecah telor burungku! Aaaaaa.." pekik Zayden begitu kuat yang membuat Riya mematung seketika.


Tak lama tubuhnya pun ambruk ke lantai di sertai dengan lampu yang kembali menyala. Zayden menahan sakit di pusat tubuhnya. Sakit yang tiada tara hingga dirinya pun jatuh pingsan di samping riya yang kini sudah pingsan lebih dulu.


Sementara di dalam kamar Jia dan zayn saat ini Jia sednag menatap pias pada snag suami yang kesakitan akibat ulahnya tanpa sengaja.


"B-b-baang Z-Z-zayan..."


Bruk!

__ADS_1


"Ya, allah Jia!!" teriak zayn yang juga pingsan karena sudah tidak sanggup lagi menahan rasa sakit di pusat tubuhnya akibat tendangan bebas dari Jia baru saja.


🤣🤣🤣🙏🙏🙏


__ADS_2