Princess Pratama

Princess Pratama
Tidak usah disesali


__ADS_3

"Tak usah disesali semua itu. Semuanya sudah berlalu. Kutukan mami Annisa itu merupakan hukuman untukku yang memang bersalah karena telah menyakitimu. Abang ikhlas menerima hukuman itu. Tak apa. Sudah, Hunny. Jangan menangis lagi. Abang tidak sanggup melihatmu menangis seperti ini.." ucap Kendra yang diangguki oleh Tania.


"Aku nggak nangis. Hanya kecewa pada diriku sendiri. Kenapa dulu aku tidak bertanya sama abang? Jika sekiranya aku bertanya kenapa dan apa? Kan nggak perlu ada drama berpisah seperti ini?" Kata Tania yang diangguki oleh Kendra sambil tersenyum.


"Jika kita tidak diberikan jalan ujian seperti itu, maka sampai kapanpun kita tidak pernah tahu. Sekuat dan sejauh mana hati kita berdua sanggup bertahan. Semua itu merupakan ujian di dalam rumah tangga kita. Sudah sepatutnya itu terjadi. Mana ada didalam rumah tangga itu tidak ada batu sandungan sama sekali?


Nggak ada Hunny. Setiap yang menikah dan memulai perjalanan hidup berumah tangga, pastilah akan diuji. Gunanya untuk memperkuat pondasi rumah tangga kita. Jika pondasinya sudah kuat dan kokoh, apapun yang terjadi ke depannya, sekuat apapun badai itu menerpa, maka kita berdua akan saling menguatkan satu sama lainnya.

__ADS_1


Jadi.. Jangan menyesali apa yang sudah terjadi. Apa yang terjadi itu merupakan keputusan takdirnya untuk kita berdua. Cobalah kamu pikir. Sekiranya kita berdua tidak diberikan ujian seperti ini, akankah kamu sanggup menghadapi ujian yang sama bahkan mungkin lebih berat lagi?


Ujian itu bukan hanya tentang kekuatan Cinta. Tetapi juga untuk mendidik diri kita menjadi lebih baik baik, lebih bijak dalam menanangani masalah.


Abang akui. Diri ini tidak sekuat pemuda lain jika berhadapan dengan ujian tentang kalian berdua harus pergi dengan cara yang tragis. Abang lemah jika menyangkut kalian berdua.


Tetapi ini? Kalian berdua pergi seperti dipaksa dan terpaksa. Abang nggak sanggup Hunny. Abang nggak sanggup! Tetapi.. Abang tidak menyesali semua ini. Karena dengan kejadian ini, kamu bisa kembali lagi sama abang. Dan cinta kita semakin kuat karenanya. Terimakasih, Hunny. Kamu sudah mau menerima kembali laki-laki gila ini.

__ADS_1


Jika bukan karena kamu kembali, maka diri ini pastilah akan mati dalam keadaan diri dan pikiranku kurang waras!" Ujar Kendra yang diangguki oleh Tania.


"Aku menerima kamu karena kutahu, kamu tidak salah. Papi pernah bilang. Kita berdua harus kuat dan bersatu dalam menghadapi semua masalah. Masalah tidak akan selesai jika salah satu dari kita tidak ada mau yang mengalah. Jika kamu api, maka aku air. Jika aku batu, maka kamu air. Air yang mampu melunakkan batu itu hingga lunak sedikit demi sedikit.


Aku bangga memiliki suami seperti kamu. Aku tak peduli apa kata orang. Bagiku, kamu. Satu untuk selamanmya. Aku tidak menyesal menikah denganmu. Bahkan aku bersyukur karena berjodoh denganmu. Tentang ujian rumah tangga kita, mari kita berjuang bersama untuk mencapai ridho nya Allah. Kalau ada masalah tentang apapun itu, tolong beritahu aku. Kita berdua akan mencari jalan keluarnya. Maafkan aku yang dulu tidak mendengarkan sampai habis apa yang menjadi permasalahanmu.


Terimakasih, karena kamu masih mau menungguku dan memberikan kesempatan kedua untukku, suamiku!" Ucap Tania yang diangguki oleh Kendra.

__ADS_1


__ADS_2