
"Sabar Ken.." bisiknya di telinga Kendra.
Kendra hanya bisa mengangguk kecil saja. Uwak Lana memperhatikan sikap Kendra yang kurang bersahabat dengan kedua orang itu.
"Jaga batasan mu saat berada di komplek perumahan ini Mutia, Kevin!"
Deg!
Kedua nya menelan saliva mereka.
"Kalian tamu disini. Jadi berlaku lah sepantasnya tamu! Jangan merusak suasana yang nyaman menjadi tidak nyamna karena suara lengkingan mu itu! Seburuk-buruknya suara itu suara keledai! Paham?"
Ummi Mutia melebarkan kedua matanya mendengar ucapan Uwak Lana. Kendra menarik sedikit ujun bibirnya menertawai Ummi nya itu.
Sedang Aldo melipat bibirnya kedalam agar tidak menyemburkan tawa. Papi Ali terkekeh mendengar ucapan Abang iparnya itu.
Abi Kevin yang ternyata Kevan itu menghela nafas panjang. "Maafkan kami Bang Lana. Kami tidak bermaksud demikian. Kami ahnya kesal terhadap anak kurang ajar ini yang sudah berani melawan kami berdua sejak menikah dengan.." ucapannya menggantung saat melihat tatapan Uwak Lana padanya semakin tajam saja.
"Apa? Lanjutkan!"
Deg!
Suara dingin Uwak Lana membuat bulu kuduk keduanya meremang seketika. Kendra sangat bingung melihat reaksi keduanya yang begitu taut pada uwak Lana.
Kenapa? Ada apa?? Kenapa kedua orang ini sangat takut sama Uwak Lana?? Apakah mereka sudah tahu yang sebenarnya? Atau??
Uwak Lana melihat Kendra yang kini sedang menggerakkan satu alisnya pertanda bingung dengan keadaan kedua orang tuanya yang begitu takut padanya.
Ia tersenyum tipis. Bahkan sangat tipis. Saking tipisnya hanya Kendra yang tahu kalau Uwak Lana sedang tersenyum padanya.
"Em.. I-itu.. Ma-maksud kami bu-bukan begitu Bang. Ha-hanya saja.." ucap Ummi Mutia tergagap dan menunduk tidak ingin melihat wajah datar Uwak Lana dan Papi Ali yang kini menatap keduanya dengan datar dan begitu menusuk.
__ADS_1
"Kamu ingin bilang jika keponakan saya sialan begitu?"
Deg!
Ummi Mutia dan Abi Kevin gadungan itu terkesiap mendengarnya.
"Jika keponakan saya sialan, berarti anak saya sialan juga dong?" katanya lagi masih dengan wajah datarnya.
Mami Kinara yang baru saja tiba ingin tertawa melihat wajah datar dua pemuda tampan kebanggan nya itu.
"Ehem! Sholat subuh Abang!" ketusnya sambil berlalu melewati mereka semua menuju ke dapur dimana Uwak Maura berada.
Uwak Lana menghela nafasnya. "Sholat dulu! Kendra!"
"Iya Wak,"
"Setelah sholat Uwak tunggu kamu diruang kerja Uwak!"
"Baik," jawabnya dengan segera berlalu meninggalkan kedua orang yang kini saling lirik itu.
Kini tinggallah kedua orang itu saja diruang tamu Uwak Lana. Keduanya duduk saling berdempetan dan berbisik.
"Kamu yakin Bi? Jika Bang Lana orangnya??" bisik Umi Mutia pada Abi Kevin gadungan itu.
Ia mengangguk cepat. "Benar sayang! Bang Lana itu merupakan salah satu pemegang saham terkuat di perusaahan EAP di Singapura yang saat ini di pimpin oleh Princess Pratama!"
Deg!
Deg!
Seseorang di belakang mereka terpaku di tempat mendengar ucapan kedua orang itu. Ia terkejut mendengar kenyataan yang sebenarnya.
__ADS_1
Uwak? Pemegang saham terbanyak di EAP singapura?? Perusahaan Papi Tama dan Mami Annisa?? Apa iya? Setahuku kalau pemegang saham terbesar disana ialah..
Batinnya mendadak berhenti saat melihat Aldo datang kesana dan berdiri memtaung juga disana dengan menatap lurus ke depan.
Seseorang itu meletakkan satu jarinya di bibir pertanda untuk diam dulu. Aldo mengangguk kecil.
"Tapi.. Kelihatannya bukan loh.. Aku jadi curiga deh! Apa jangan-jangan.. Kita salah duga? Bahwa ada orang lain yang menjadi pemegang saham utama di perusahaan itu??"
"Abi yakin sayang. Bang Lana orangnya. Bahkan kamu lihat sendiri kan waktu itu jika Bnag Lana disana bersama pemegang saham lainnya?? Maka dari itu kita harus menikahkan Kendra dengan anaknya. Agar posisi kita kuat!" bisik abi Kevin palsu itu.
"Ya tapi, aku nggak yakin. Princess Pratama aja kita nggak tahu siapa? Masa' iya bang Lana sih? Secara orang suruhan kita bilang jika Princess Pratama, CEO di singapura itu perempuan? Yang berarti salah satu dari keluarga Bhaskara bukan??"
Deg!
Jantung seseorang itu berdegup kencang mendengar nama Bhaskara.
Kenapa? Ada apa? Kenapa mereka mengincar keluarga Mami Kinara?? Kenapa dengan mami aku?!
Batinnya lagi. Ia tetap berdiri disana dan mendengarkan segala bisikan orang itu. Hingga keduanya terlonjak saat Uwak Lana memanggil Malik dengan seruan yang begitu kuat hingga satu rumah itu terjingkat kaget.
Termasuk dua orang yang sedang berbisik ria itu. Keduanya terkesiap saat melihat Aldo kini sedang menatap mereka dengan dingin.
Seseorang dibelakang mereka itu pura-pura baru masuk dan mengucapkan salam. Yang lagi dan lagi membuat kedua orang itu terkejut bukan main ketika mendnegar suaranya.
Seseorang itu biasa saja. Ia tetap berjalan dengan santainya menuju papi Ali yang kini tersenyum padanya dan merangkul putra sulungnya itu.
Gading terkekeh saat Papi Ali bertanya apa yang saat itu ia dengar. Gading hanya terkekeh saja saat ia mengingat jika kedua orang yang terkejut disana itu ternyata salah duga kalau ternyata Uwak Lana bukan pemegang saham terbesar disana.
Hal yang harus ia katakan pada Uwak Lana nantinya dna juga Kendra abang sepupu, suami dari kakak sepupunya. Walau bukan sedarah.
...****************...
__ADS_1
Mampir kesini juga yuk?