Princess Pratama

Princess Pratama
Mencarinya


__ADS_3

Kendra saat ini sudah berbaring di ranjang Tania. Dimana selama dua bulan ini Tania berada disana dan tidur diranjang itu.


Kendra bisa menghirup bau tubuh Tania disana. Harum sekali. Harunm yang selama sebualn ini snagat ia rindukan kehadiranya tetapi tidak ia dapatkan sama sekali.


Mual muntahnya yang selama ini ia alami, merupakan gejala morning sick bagi orang hamil. Dan dokter pun sudah mengatakan hal itu padanya.


Baru saja dokter memeriksakan kondisinya lagi. Aldo sengaja memanggil dokter itu untuk menangani Kendra yang saat ini semakin aneh dnegan penciumannya.


Tidak ada lagi mual dan muntah. Tetapi penciuman nya pula yang kini bermasalah. Kendra menegluhkan pada Aldo jika baunya dan juga Ziana membuat perutnya bergejolak dan ingin muntah saat berdekatan dengan kedua orang itu.


Padahal mual dan muntah itu sudah hilang saat satu bulan yang lalu. Tapi hari ini, ia kembali lagi dan membuat kendra kembali merasakan mual muntah itu.


Kendra sudah terlelap saat dokter menyuntikkan obat padanya hingga dirinya kini sedang mendengkur dengan hidungnya di tutupi dengan baju dalam Tania yang membuat Aldo membulatkan matanya melihat ke anehan sahabat sekaligus bos nya itu.

__ADS_1


Ia terkikik geli saat mengingat jika memang benar Tania kini sedang hamil. Mengingat itu, senyum di wajah Aldo memudar seketika. Berganti dengan wajah nelangsa dan rasa bersalah.


"Andai aku tidak melakukan hal ini. Pastilah Tania tidak akan kecelakan seperti ini. Dan Kendra tidak akan selemah itu saat ini. Maafkan aku, Nia.. Maafkan Abang.. Abang salah.. Abang akan berusaha mencarimu. Kemana pun dan sampai kapanpun. Semoga kamu baik-baik saja Tania.." lirih Aldo dengan dada yang sesak dan juga hati yang nelangsa mengingat cintanya lagi dan lagi bertepuk sebelah tangan.


Ziana tertegun melihat kesedihan yang terpancar jelas di mata dan wajah Aldo saat ini.


"Maafkan aku Bang Aldo.. Bukan maksudku untuk menolak dan sengaja menyakiti hatimu. Tetapi inilah yang terjadi pada hatiku. Aku tidak bisa menerima mu karena aku tahu. Kamu pun menyukai Kakak ku. Aku tidak bisa menerima mu. Karena aku tidak ingin memberikan harapan palsu padamu. Karena sampai saat ini hanya bang Kendra yang ada di dalam hatiku.


Tapi aku tidak membohongi perasaan ku. Bahwa kedekatan ku dengan mu selama ini sangat membuatku nyaman. Nyaman dalam artian jika ku memiliki seorang sosok yang dewasa sebagai abangku. Abang kandungku sendiri. Tidak lebih. Aku memelukmu karena aku merindukan bang Prince.. Bang Prince selalu ada jikalau aku mendapatkan masalah. Tapi ini?? Aku jauh darinya. Dirinya kini masih berada di Jerman dan belum kembali.


Hufftt..


Maafkan aku Bang Aldo.. Maafkan aku.." lirih Ziana menatap nanar pada Aldo yang kini begitu nelangsa karena dirinya dan juga Tania yang entah ada dimana saat ini.

__ADS_1


Entahkah hidup ataupun mati.


Besok, kedua pemuda yang masih sakit itu akan mencari keberadaan Tania dan juga mobilnya yang katanya hanyutdialiran sungai dan sudah di ketemukan tadi saat mereka sedang membahas masalah itu.


Mobil Tania hancur remuk. Tak berbentuk sekalipun. Orang suruhan Aldo itu mengirimkan fotonya yang membuat Kendra ambruk seketika.


Ia jatuh pingsan saat melihat mobil yang dikendarai Tania hancur remuk dan gepeng. Kendra tidak sanggup membayangkan jika Tania benar-benar tiada.


Hingga membuat dirinya jatuh pingsan karena kepalanya kembali sakit. Dan saat ia bangkit, Kendra malah menagalami mual muntah karena bau Aldo dan juga Ziana yang membuatnya ingin muntah saat itu juga.


Hingga kini, suami Tania itu masih terlelap karena pengaruh obat. Ziana tidak sampai hati melihat keadaan suaminya itu.


...****************...

__ADS_1



__ADS_2