
Berita meninggalnya Tania sudah sampai ke telinga Ummi Mutia dan Uwak Maura yang kini terpaku dan mematung di tempat kala melihat video rekaman yang dikirimkan Uwak Lana pada mereka berdua di Indonesia sana.
Bruukk..
Ummi Mutia jatuh terduduk di lantai dengan mata menatap nanar pada layar ponsel milik Uwak Maura yang kini masih terpaku karena terkejut dengan berita meninggalnya Tania.
Kedua wanita berbeda usia itu masih shock dengan berita yang baru saja mereka dapatkan. Berita yang begitu membuat Kendra, putra sulungnya begitu histeris hingga seperti orang gila terlihat dilayar ponsel itu.
Setetes bulir bening mengalir di pipi Ummi Mutia kala mengingat Kendra yang kini sedang berada dirumah sakit.
Dimana Kendra terlihat begitu lelap di dalam tidurnya. Ummi Mutia tersedu saat mendengar pesan suara yang Uwak Lana kirimkan.
"Mutia.. Lihatlah putra kita. Saat ini ia begitu terpuruk karena kepergian Tania. Bisakah kita mengembalikan apa yang sudah hilang dari hidupnya? Kendra seperti kehilangan seluruh hidupnya. Kehilangan Tania sama saja dengan kehilangan seluruh hidupnya Tia.. Apa yang harus kita lakukan untuk putra kita ini?
Aku tidak bisa membayangkan. Bagaimana saat ia bangun nanti tetapi malah Tania lah yang ia cari?
__ADS_1
Dokter menyarankan Kendra untuk di periksa oleh dokter spesialis kejiwaan. Jiwanya kini terguncang akibat kepergian Tania untuk selama-lamanya.." Terdengar hembusan napas sesak di seberang ponsel sana.
"Apakah kita harus membawanya kembali ke Indonesia, Tia? Menurut kamu, bagaimana? Apa yang seharusnya kita lakukan? Haruskah Kita membiarkan Kendra tetap di Singapura dengan separuh hidupnya yang sudah tiada??
Jika Kendra tetap disini, otomatis ketika ia bangun nanti pastilah ia datang ke makam Tania. Kendra akan terpuruk jika terus menerus disini?
Jawab Tia!" Ucap Uwak Lana yang diangguki oleh Ummi Mutia masih dengan tersedu. Ia tidak bisa berbicara sepatah katapun. Tetapi ia hanya bisa memberikan anggukan sebagai jawabannya.
Ia pun tak kalah terpukulnya saat mengetahui jika menantu yang ternyata istri yang sangat disayangi oleh Kendra, ternyata harus pergi secepat itu. Bahkan dirinya masih mengumpulkan keberanian untuk bisa menghadap Tania jika suatu saat Tania kembali lagi ke Indonesia.
Malah kabar buruk dari Tania dan Kendra yang ia dapatkan. Hatinya yang sudah sangat merasa bersalah, bertambah merasa bersalah lagi pada Kendra, putra sulungnya.
Uwak Maura mengirim balasan ke Uwak Lana dengan pesan suara juga. Mereka yang disana pun mengangguk setuju dan mengambil keputusan demi kebaikan Kendra sendiri.
"Baik, seperti yang sudah kita sepakati. Maka Kendra akan segera dibawa ke pulang ke Indonesia untuk dirawat disana bersama keluarga kita. Dan untuk kalian berdua, apakah kalian akan tetap disini? Tidak ingin pulang ke Medan?" tanya Uwak Lana pada mami Annisa dan papi Tama yang kini menatap datar padanya.
__ADS_1
"Kami tetap disini. Perusahaan membutuhkan kami saat ini." Jawab mami Annisa masih dengan wajah datarnya.
Uwak Lana mengangguk. "Baik, kalau begitu malam ini juga kami akan bernagkat ke Indonesia. Lebih baik Kendra,aku bawa pulang kesana. Daripada disini. Yang ada ia tambah tertekan saat ia bangkit dan menyadari jika Tania sudah tiada. Ayo Nak, kita bersiap!" Titahnya pada kedua anaknya yang diangguki oleh mereka berdua.
Ziana menatap sendu pada mami Annisa dan papi Tama yang kini menatap datar dan dingin padanya.
"Maafkan adek, Mami.. Papi.. Ini semua bukan kemauan ku. Tetapi keputusan dari Allah tentang hidup dan matinya. Semoga kakak tidak marah padaku, jika aku bertahan dengan suaminya!" putus Ziana dengan segera berlalu yang ditanggapi dengan wajah terkejut mereka semua.
Termasuk Aldo yang kini menatap nanar dan datar pada Ziana.
Ternyata kamu tetap bertahan dengan pernikahan ini Nna.. Semoga kamu bisa bertahan dengan Kendra yang kini hidup bagai tak beraga dan tanpa nyawa.
Semoga kamu tidak salah memilih keputusan Nna.. Jika suatu saat kamu mengalami hal yang sangat memberatkanmu, maka maaf. Aku tidak bisa menyelamatkan mu. Aku harus melindungi Kendra.
Karena prioritasku saat ini ialah Kendra. Semoga kamu bahagia Nna..
__ADS_1
Batin Aldo dengan segera pergi dan pamit dari mereka semua.