Princess Pratama

Princess Pratama
Acara Nikah Ulang Tania & Kendra


__ADS_3

Selepas ashar, Tania sudah dirias. Karena sebelum maghrib akad nikah akan digelar untuk kedua kalinya. Yang di saksikan oleh semua tamu undangan dan juga khalayak ramai.


Banyak tamu yang papi Tama dan mami Annisa undang. Mulai dari teman, sahabat, hingga rekan bisnis mereka berdua.


Untuk keluarga papi Tama sendiri, mereka snagat terkejut saat tahu jika Tania sudah memiliki putra.


"Kapan Tania membuatnya?! Kenapa baru sekarang kamu beritahu Adrian!" seru saudara kembar Opa Fabian yang kini meradang pada papi Tama dan mami Annisa.


Mami Annisa mendekati saudara Opa Fabian itu. "Dengarkan dulu penjelasan kami, Pakde. Tania sudah menikah secara sah bersama Kendra sejak tiga tahun yang lalu. Karena suatu hal dari pihak suami Tania, maka baru sekarang acara resepsi ini kami selenggarakan. Opa jangan berpikir, jika Tania salah jalan. Itu nggak benar, Pakde! Tania, putri kami menikah sah secara agama dan hukum negara!" Ucap mami Annisa menjelaskan akan keadaan yang sebenarnya.


"Benar, tuan! Putra saya menikah dengan putri Adrian itu secara sah. Saya orangtua dari Kendra, suami Tania. Saya mohon maaf, jika kami salah dalam membuat keputusan ini. Seharusnya, kami mengabarkan dulu hal ini kepada Anda," timpal Abbi Kevin dengan suara lirihnya dan sangat merasa bersalah.


Ummi Mutia dan Paman Kevan memegang Abi Kevin. Abi Kevin memegang kedua tangan mereka. Sementara saudara kembar Opa Fabian menghela napas kasar.


"Pakde, ada hal yang tidka bisa kami jelaskan sekarang. Tetapi, nanti. Akan aku jelaskan seperti apa dan kenapa. Untuk saat ini, mari kita ikuti serangkaian acara akd ulang untuk keduanya, ya?" bujuk papi Tama yang terpaksa diangguki dan mendengkus pada keponakannya itu oleh saudara kembar Opa Fabian.

__ADS_1


Sementara Opa Fabian dan Oma Linda duduk terdiam di kursinya. Karena mereka pun sangat kaget saat ini. Mereka yang berada di Kalimantan selama dua tahun ini, tidak tahu apapun tentang keadaan papi Tama dan mami Annisa.


Karenapa demikian?


Karena Om Anto dan Tante Mitha menutupinya dari mereka berdua. Mereka pulang ke Kalimantan karena permintaan sang nenek papi Tama yang saat itu berpulang ke rahmatullah. Saudara kembar dari mama Opa Fabian yang terlebih dahulu sudah meninggal dunia.


Makanya saat mereka tiba dan melihat jika Tania sudah memiliki anak, mereka terkejut bukan main. Mereka pikir, Tania melakukan kesalahan. Tetapi, yang sebenarnya tidak. Mereka hanya salah paham saja.


"Ya, sudah. Kita mulai acaranya!" ucap saudara Opa Fabian begitu ketus dan duduk di barisan paling depan dekat dengan Opa Fabian dan Oma Linda yang kini menghela napas panjang.


Acara akad ulang itupun segera dimulai. Dengan kakek Madan lagi sebagai penghulunnya. Kendra selalu terkekeh karena ulah kakek Madan mertua Uwak Lana itu.


"Sudah siap, Nak?" tanya papi Tama pada Kendra yang kini mengangguk mantap.


"Alhamdulillah, sangat siap, Pi!" sahut Kendra dengan wajah seriusnya.

__ADS_1


"Baik, kita mulai. Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Saya Nikahkan dan saya Kawinkan engkau dengan putri kandungku Sritania Puteri Pratama binti Adrian Pratama, dengan mas kawin perhiasan emas murni seberat dua puluh lima gram dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!" Papi Tama menyentak tangan Kendra sedikit kuat.


"Saya Terima Nikah dan kawinnya Sritania Puteri Pratama binti Adrian Pratama untuk saya, dengan mas kawin perhiasan emas murni seberat dua puluh lima gram dan seperangkat alat sholat di bayar tunai!" jawab kendra begitu lantang.


Suara bass tapi lembut dan tegas itu terdengar jelas ke penjuru hotel serta keluar hotel. Para tamu dan juga penonton yang menyaksikan pernikahan putri sulung pengusaha sukses di bidang otomotif yaitu, Adrian Partama dna seorang penulis hebat Annisa Pratama, kini mereka bertepuk tangan sambil mengucapkan alhamdulillah.


"Bagaimana saksi? Sah?" tanya kakek Madan pada para saksi kedua belah pihak.


"Sah!"


"Sah!" jawab keduanya mantap.


"Alhamdulillah, barakallahu 'alaikuma wabaroka 'alaikuma fi khair.." Kakek Madan melanjutkan doa nya untuk Kendra dan Tania.


Setelah selesai, Kakek Madan tersenyum pada Kendra. "Akad ulang ini sudah selesai. Pernikahan kalian secara agama dan hukum itu, sah! Karena kakek sendiri yang menjadi penghulunya. Jadi, bagi kalian yang menyangka Tania dan Kendra melakukan kesalahan, itu tidak benar! Saya sendiri yang menjadi saksinya tiga tahun yang lalu. Jangan berpikir yang buruk terhadap Nak Kendra. Dia pemuda baik. Dia rela meminta izin dan meminta tolong pada saya malam-malam saat ingin menikahi Tania dulunya. Sebelum kalian menduga hal buruk padanya, terlebih dahulu. Dengarkan apa alasannya, kenapa menunda resepsi hingga tiga tahun lamanya. Tidak untuk umum. Tapi untuk keluarga. Bukan begitu, Nak Kendra? Kamu harus menjelaskannya kepada mereka semua, ya? Agar tidak terjadi kesalah pahaman lagi di masa akan datang!" ujar Kakek Madan yang diangguki oleh Kendra.

__ADS_1


"Tentu, kek. Saya akan menjelaskannya kepada mereka semua. Tetapi, setelah acara kami selesai." Jawab Kendra yang diangguki oleh semua. Kecuali saudara kembar Opa fabian. Lelaki tua berusia 95 tahun itu sedikit keras wataknya.


Jadi, Kendra harus benar-benar bisa meluluhkan lelaki tua itu dengan caranya.


__ADS_2