Princess Pratama

Princess Pratama
Season 3 ( Pengobatan di mulai )


__ADS_3

Abi Prince menghela napas panjang kala mendengar suara isakan dari Riana. Dzaki mengelus kepala Riana yang keluar keringat lagi.


"Mau duduk?" tanya Dzaki pada Riana yang diangguki oleh Riana.


Mami Tania mendekati Riana dna duduk di sampingnya. Riana menunduk.


"Kami ini keluargamu. Sekiranya kamu jujur, maka sedari dulu kamu sudah sembuh, nak. Kenapa kamu memilih diam? Apakah segitu takutnya kami marah padamu? Kami tidak akan marah padamu. Kami semua sayang padamu. Jangan takut, kami khawatir! Jelas, kami khawatir saat ini melihat keadaanmu yang seperti ini. Kamu salah jika menyembunyikan ini." Ucap Mami Tania menatap sendu pada keponakannya dan juga Abi Kendra itu.


"Maaf, Mi. A-aku terpaksa. A-aku takut kalian menjauh dan membenci diriku sebab aku sudah kotor," cicit Riana yang membuat mami Tania memeluk menantunya itu.


Abi Prince masih memijat telapak kaki Riana yang semakin membuat dirinya tenang.


"Sekarang, ceritakan hal itu pada kami. Biar kami bisa membantumu," ucap Mami Tania pada Riana yang kini tubuhnya bergetar kembali.


Abi Prince bisa merasakan ketegangan itu. "Ceritakan Nak. Kami siap mendengarnya! Jangan takut!" ucap Abi Prince yang membuat Riana terpaksa mengangguk.


Perlahan tapi pasti Riana mulai kembali tenang. Riana mulai memejamkan matanya menginat kejadian delapan tahun silam.


"W-waktu itu, a-aku ingin ke kamar kecil. Bang Dzaki ingin menemani. Akan tetapi, aku menolaknya," cerita Riana dengan tangan kembali bergetar.


"Teruskan!"titah Abi Prince dengan tangan terus bergerak memijat telapak kaki Riana yang sedikit menegang.

__ADS_1


Dzaki memeluk erat tubuh istrinya. "Pada saat a-aku masuk ke kamar mandi, aku melihat sekials di kamar mandi laki-laki ada seorang pemuda dewasa se-sedang me-memainkan i-itu.. Em, a-anu.." ucap Riana dengan pipi merona merah.


Abi Prince mengernyitkan dahinya melihat Riana. Setelah sadar, ia terkekeh. Mami Tania pun terkekeh.


"Anu apa, sayang?" tanya Dzaki yang sedikit oleng dari ucapan Riana baru saja.


"I-itu Bang.. A-anu.. Laki-laki itu sedang memainkan burungnya! Ups!" ucap Riana segera memejamkan matanya dalam pelukan Dzaki.


Dzaki menatap Dzaka yang terkekeh. Kiana berdehem karena malu.


"Lanjutkan!" titah Abi Prince lagi.


Deg, deg, deg, deg..


Jantung Dzaki berdegup kencang mendengar cerita Riana. Riana pun mulai gemetar ketakutan lagi mengingat kejadian naas itu.


"Udah, kalau kamu belum sanggup, cukup di sini saja. Besok, kita lanjut lagi. Cukup sampai di sini dulu," ucap Mami Tania yang diangguki oleh Abi Prince.


"Baik, kami keluar dulu. Istirahatlah!" ucap Abi Prince memberi kode pada mereka semua untuk keluar terkecuali Dzaki yang masih memeluk istrinya itu.


Mereka semua keluar dari kamar itu bertepatan dengan Oma Annisa dan Ummi Alzana mendekati mereka.

__ADS_1


"Sudah mendingan Riananya?" tanya Oma Annisa yang diangguki oleh mereka semua.


"Alhamdulillah, udah Mi. Mami mau melihat mereka?" tanya mami Tania yang diangguki oleh Oma Annisa.


Wanita paruh baya itu segera membuka pintu dan masuk ke kamar cucunya itu.


Abi Prince dan Mami Tania melangkah turun ke bawah. Ada hal yang harus mereka bicarakan berdua tentang trauma yang Riana alami ini.


...****************...


Okey, episode terakhir dari cerita ini tinggal sedikit lagi, ye?


Othor tetap menunggu kalian untuk Vote dan hadiahnya.


Give away karya ini akan othor berlangsung sampai akhir bulan agustus.


Othor akan cek, siapa dukungannya paling tinggi dan paling banyak.


Untuk itu, ayo! Dukung karya othor ini dengan cara memberi like, komen, vote dan hadiahnya! Karena othor sudah menyediakan pulsa 50k untuk 3 orang pemenang.


So, ikutin terus karya ini sampai selesai ye!

__ADS_1


__ADS_2