
Keduanya berjalan mengikuti trotoar yang ada didepan rumah sakit itu. Trotoar khusus dibuatkan bagi pengguna jalan kaki yang akan masuk ke lokasi rumah sakit Jaya Medika milik Om Dimas dimana Om Kenan sebagai wakil direkturnya disana.
Keduanya berjalan melipir ke sisi kiri saat melihat ada mobil yang ingin mendekati mereka berdua. Tania berhenti dan menatap datar pada mobil sedan putih itu.
Mobil itu berhenti tepat dihadapan Kendra dan Tania yang kini menatap dingin dan datar pada mobil itu.
Dari dalam mobil itu keluarlah seorang gadis cantik dengan memakai celana Jeans ketat yang membentuk lekuk tubuhnya. Baju kemeja yang ia kenakan begitu pas ditubuhnya dan juga rambut hitamnya tergerai bebas disana.
Kendra mengalihkan tatapannya ke arah lain saat wanita itu mendekati Tania. Wanita itu berdecih sinis melihat pada Kendra yang enggan melihat tubuh wanita yang sangat terbuka itu.
"Wah, wah, wah.. Kita ketemu disini ya Princess Partama? Pantas saja saat dikampus gue nggak lihat elu lagi. Ternyata.." ucapnya menggantung sambil melirik Kendra dengan tatapan mengejeknya.
Tania diam saja. Ia tidak ingin mengatakan apapun pada gadis yang merupakan rival dikampusnya di Singapura itu.
__ADS_1
Tania menatap malas padanya. Ia tidak peduli dengan tatapan sinisnya untuk dirinya. Tania memegang tangan Kendra yang tersampir dibahunya dan ingin mengajak Kendra pergi sebelum ucapan wanita itu membuat Tania meradang.
"Ck. Ck. Ck. Ini toh suami kebanggan elo itu? Apanya yang tampan? Tubuhnya aja cungkring? Wajahnya saja tak lebih dari seekor kucing jantan yang sangat kelaparan! Hahaha.. Tampan katanya? Tampan darimana? Tampan dari Hongkong? Hahaha..." gadis itu tertawa sangat keras hingga membuat pengunjung rumah sakit melihat padanya dengan tatapan aneh.
Tania menegepalkan kedua tangannya yang tanpa diduga malah memegang tangan Kendra hingga membuat sang empu memejamkan kedua matanya menahan rasa sakit dari cengkraman Tania yang menyentuh hingga tulangnya.
"Ya Allah.." lirih Kendra begitu lirih tetapi terdengar jelas oleh Tania.
Mata Tania melotot saat menyadari jika tangan Kendra yang ia genggam begitu erat membuat suaminya itu meringis sambil menyebut nama Allah.
Membuat Kendra terkejut. Ia segera membuka kedua matanya dan melihat pada gadis itu dengan tatapan dinginnya.
"Anda siapa, Nona? Apa yang anda inginkan? Kenapa anda mengganggu istri saya? Huh? Apakah ada masalah yang belum selesai diantara kalian berdua? Jika iya, mari kita bicarakan secara baik-baik!" ucap Kendra dengan suara penuh ketegasan.
__ADS_1
Deg, deg, deg..
Jantung Wanita itu berdegup tidak beraturan kala mendengar alunan suara merdu dari Kendra tetapi penuh ketegasan disetiap katanya.
Wanita itu terpesona pada Kendra. Sementara Kendra mengusap lebut tubuh Tania.
Tania yang sudah merasa tennag, segera berbaik dna melihat pada gadis itu.
"Ada apa kau menncariku, Sofia? Apakah aku mengganggu hari-harimu saat di Singapura? Enggak kan? Yang ada itu kamu! Kamu yang selalu mengganggu ku dengan mengatakan jika kedua putraku itu tidak memiliki ayah! Kedua anakku, anak haram! Sampai pihak kampus memanggilku dan meminta bukti padaku!
Kamu ingin tahu kan Sofia? Yang mana suamiku?" tanya Tania yang diangguki oleh wanita yang bernama Sofia dengan mata terus menatap pada Kendra.
"Siapa lelaki itu? Pemuda yang disamping kamu ini? Dia suami kamu?" tanya Sofia sambil menunjuk Kendra karena ingin tahu kebenarannya walau ia sudah menebaknya saat melihat Tania yang memeluk Kendra begitu erat saat menangis tadi.
__ADS_1
Tania menatap dingin padanya.
"Ya, dia suamiku! Suami yang selama ini kamu hina dan kamu ragukan kebenarannya walau kamu sudah emlihat sendiri bukti buku nikah aku dan dia! Sebenarnya, mau kamu apa sih Sofia?" tanya Tania pada gadis yang bernama Sofia yang kini masih menatap Kendra dengan tatapan sayunya.