Princess Pratama

Princess Pratama
DPBR Kami mundur!


__ADS_3

Kedua orang itu menatap terkejut pada istri mereka. Tidak tahu harus berkata apa. Bibir keduanya kelu. Sedangkan kedua gadis Indonesia itu pun terkejut dengan pernyataan yang Riya dan Jia sampaikan.


"Kenapa? Kenapa kalian membohongi kami? Apa salah kami sama kalian? Inikah tujuan kalian meninggalkan kami? Jika iya, kenapa dulunya kalian menikahi kami? Apa artinya pernikahan itu untuk kalian? Hanya sebatas kertas kah? Kalau iya, sebaiknya kami bakar saja surat nikah itu?" ucap Riya dengan sifatnya yang begitu menenangkan tetapi, di dalam begitu menghanyutkan.


"Jika ini tujuanmu, selamat! Kau berhasil bang Zayn! Aku tak menyangka memiliki suami penghkhianat seperti kamu! Setelah puas kamu menikmati tubuhku selama setahun, kau pergi dengan alasan sekolah? Alasan sekolah yang berujung memiliki calon istri baru begitu?" timpal Jia dengan sikap tenang tetapi, tatapan sinis tertuju pada suaminya itu.


"Hebat kamu, Kak! Hebat sekali! Jika Bang Prince tidak mengajak kami kesini, maka kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi! Cuih! Muak aku melihat saudara sepupu bermuka dua sepertimu! Jika dulunya kamu menganggap kedua putriku sebagai pelampiasan putramu, kau berhasil Kak! Sangat berhasil! Di saat kedua putriku sudah semakin terikat dengan putrimu, kau sengaja menghancurkan kehidupan putriku hingga luluh lantak! Sebenarnya, apa mau kalian berdua terhadap putriku?! Huhh?!" teriak Ummi Alzana seketika meledak amarahnya di sana.


Semua orang tiba-tiba menoleh padanya. Mami Tania melihat semua orang, ia menghela napas berat.


"Kita bicrakan ini di tempat lain. Tidak disini!" tegasnya sambil berllau.


"Tidak perlu! Kita selesaikan semuanya di sini! Aku akan menyelesaikan perniakhan sialan untuk kedua putriku ini! Disini, di tempat ini dan saat ini juga!" tegas Ummi Alzana tak kalah tegasnya.


Mami Tania memejamkan kedua matanya. Ia berbalik dan melihat pada kedua putranya yang kini dia membatu di tempatnya berdiri. Abi Kendra sampai jatuh terduduk saat melihat kemarahan terlihat di mata Alzana untuk keluarganya. Ia mengepalkan kedua tangannya begitu erat hingga buku-buku tangannya memutih.


"Kakak bilang, jangan di sini! Kita bisa di tempat lain, kamu tidka dengar?!" seru mami Tania tiba-tiba saja marah pada Ummi Alzana yang kini tertawa sumbang.


"Baik, kita pindah tepat. Dan kamu! Kamu!" tunjuknya pada Zayn dan Zayden yang kini memucat wajahnya. "Bawa serta CALON ISTRI KEDUA kamu bersama kami! Sekaligus kedua orangtuanya!" tegas Ummi Alzana segera beranjak pergi yang di ikuti Abi Prince di belakangnya.


Sementara kedua istri itu menatap datar pada suami mereka. Keduanya sudah menggunakan masker kembali saat para orang di dalam ruangan itu menoleh padanya.


Keduanya meninggalkan Zayn dan Zayden yang masih terdiam dan terpaku di tempatnya berdiri. Keduanya tersentak saat gadis mereka menyuruh mereka untuk mengikuti orangtua mereka. Dengan langkah yang berat, keduanya mengikuti orangtua mereka menuju taman Hotel yang berada di samping Hotel itu.


Acara itu yang terganggu kini beranjut kembali. Akan tetapi, semua yang terjadi menjadi buah bibir bagi para mahasiswa dan juga orangtuanya yang berasal dari Indonesia itu.


Di taman Hotel.


Semuanya sudah berkumpul. Riya dan Jia segera mengeluarkan bukti kalau mereka itu pasangan suami istri yang sah serta foto saat akad nikah mereka tiga tahun yang lalu.


Zayn dan Zayden mencoba menyentuh istrinya yang mendapat penolakan dari mereka berdua. Keduanya mendadak canggung di hadapan semua orang.


"Jia.."

__ADS_1


"Riya.." sapa keduanya bersamaan dan ingin memeluk istri mereka.


Kedua istri itu langsung menghindar bahkan menepis dengan kuat saat tangan itu ingin menyentuh tubuh mereka.


"Tubuhku haram di sentuh oleh suami pengkhianat seperti kamu!" ketus Jia dengan amarah meletup-letup.


Riya tersenyum sinis di balik maskernya. "Tak perlu menyentuhku, suamiku! Kau lupa? Jika saat ini kau sudah memiliki TU NA NGAN???" ucap Riya menegaskan tunangan suaminya.


Gadis yang merupakan tunangan Zayn itu terus menatap lekat pada Jia saat ini. Zayn merasa sangat tidak enak. Kenapa harus terbongkar saat ini, pikirnya. Kenapa tidak nanti saja? Saat keduanya akan menikah? Pikir Zayn mendadak gundah gulana takut pertunangan itu putus begitu saja.


"Baik, jelaskan dengan jelas. Kenapa sampai kalian berdua memiliki tunangan sementara kalian sudah memiliki istri? Apakah kalian sudah melakukan kesalahan? Hingga kalian bertunangan dan berniat menikah begitu?" tuduh Ummi Alzana tepat sasaran.


Si sulung menunduk saat tatapan mata mertuanya itu begitu menghunus padanya. Riya yang sudah sadar akan apa yang terjadi tertawa sumbang. Di ikuti oleh Jia. Zayn dan Zayden hanya menatap nanar pada mereka berdua.


Kedua istri itu mendekati suami mereka dan..


Dugh..


Dugh..


Dughh..


"Arrgghhtt.."


"Zayden!!" seru para orangtua dan juga dua gadis yang saat ini duduk bersama kedua orangtua mereka.


Semuanya berlari ingin menyentuh si kembar sulung. Akan tetapi, sebelah tangan Riya mengacung pertanda tidak ada yang boleh mendekat.


"Berhenti! Sebelum saya membunuh pemuda gila lubang kenikmatan ini!"


Ddduuaaarr!!


Terhenyak dua gadis yang saat ini berdiri di hadapan Riya dan Jia. Apalagi Zayn dan Zayden. Keduanya mendongak melihat pada istri mereka.

__ADS_1


Riya dan Jia tersenyum sinis.


Plak!


Plak!


Plak!


Plak!


Dughh..


"Arrgghhtt.." pekik kedua orang itu lagi.


Mami Tania membulatkan matanya saat menantunya itu menampar sekaligus menendang untuk kesekian kalinya tepat di pusat tubuh anaknya itu.


"Hentikan! Kalian bisa membunuh masa depannya!" teriak mami Tania yang di tertawakan oleh Riya dan Jia.


"Lebih baik pusaka keramat sialan itu mati daripada kami harus berbagi dengan wanita lain! Apakah senikmat itu lubang mereka?!" Mami Tania melototkan matanya.


"Sampai-sampai kalian melupakan kami saat kalian membobol gawang wanita ja lang itu?! Huh?!" pekik Jia meletup letup di hadapan semuanya yang membuat semaunya kini terdiam terpaku di tempat.


"Apa salah kami pada kalian? Huh? Jika kalian tidak menginginkan kami dan lebih memilih mereka, kenapa tidak katakan saja? Kami rela mundur asal kalian bahagia. Tetapi tidak dengan cara seperti ini! Kalian berdua melukai kami sebagai istri! Merendahkan harkat dan martabat kami yang tidak bisa melayani kalian dengan baik." Ujar Riya yang membuat kedua lelaki kembar itu menatap nanar pada istrinya.


"Jangan rendahkan harga diri kami disini. Apakah kalian tidak bisa menunggu? Apakah kehidupan kalian sekitar ************ saja?" tuding Jia dengan dada yang begitu sesak.


"Sayang-,"


"Stop! Kamu bukan lagi suamiku semenjak kamu menyentuh wanita lain dan memilih bertunangan secara sembunyi-sembunyi dengannya!"


Deg


Zayn menggeleng. Ia kembali mencapai tangan Jia tetapi, di tepis oleh istrinya itu.

__ADS_1


"Setidaknya, hargai kami ini sebagai istrimu. Jika sudah seperti ini, apa yang bisa kami lakukan selain mundur?" lirih Riya luruh ke lantai.


Zayden ingin merangkulnya tetapi Riya menendangnya hingga si sulung terpental ke belakang.


__ADS_2