
Dua Minggu berlalu semenjak ucapan Kendra pada Tania. Kini sepasang anak manusia yang saling mendukung itu, sedang menikmati hari-harinya.
Kendra yang sudah lumayan berisi sejak terakhir kali ia pulang dari rumah sakit, saat ini semakin membaik. Pipi yang tinggal tulang dan kulit itu kini sudah lumayan berisi.
Si Kembar Zayn dan Zayden pun semakin lengket dengan abinya. Hari-hari yang bocah kembar itu lewati semakin lengkap sejak kehadiran Kendra di hidup mereka.
Tania pun semakin giat mengurus ketiga jagannya itu. Walau seringkali tubuhnya skait semua, ia tidak pernah lelah. Demi mewujudkan satu impian yang akan datang tiga bulan lagi.
Tania semangat menjalani hari-harinya. Menjalani dua peran untuk tiga jagoannya. Pertama untuk suaminya yang juga perawatan darinya. Kedua mengurus putranya yang saat ini sedang aktif-aktifnya.
Tania tidak mengizinkan Kendra untuk mengawasi kedua putranya sambil berlari mengejar mereka berdua. Tugas itu Tania lakukan sendiri.
Kendra cukup duduk dan melihat saja pada ketiganya saat bermain. Keringat mengucur diseluruh tubuh Tania.
Kendra kasihan melihatnya. Ia bangkit dan mendekati Taia yang kini sedang bermain dengan Tania di halaman rumah mereka.
"Hunny, udah! Kita masuk yuk! Panas banget udaranya. Kamu udah keringatan loh.." tegur Kendra pada Tania yang kini terkejut melihat kedatangan Kendra.
__ADS_1
Tania bangkit dengan wajah khawatirnya melihat kedatangan Kendra.
"Jangan kesini, Abi! Disana saja. Kami akan masuk, okey?" Ucap Tania pada Kendra yang dijawab dengan senyuman oleh pria tampan sudah lumayan berisi itu.
"Ayo, Nak. Kita masuk. Kasihan Abi datang kesini ingin ikut kita bermain. Ya?" Ucap Tania pada kedua jagoannya yang menurut padanya.
"Oke, mi! Ayo, kita macuk!" ajaknya pada kendra yang kini berdiri dihadapan mereka berdua.
Kendra tersenyum dan mengangguk.
Ketiganya bergandengan masuk kedalam rumah mami Annisa dan papi Tama yang ada di Medan. Seminggu yang llau mereka sudah kembali ke Medan. Bertepatan dengan Aldo dan putranya sudah keluar dari rumah sakit.
Akan tetapi, mami Annisa melarang Tania untuk pindah kesana. Karena rumah mereka pun sepi saat ini. Yang mana Danis masih di Singapura. Kedua adik kembar Tania yang perempuan sedang berada diluar kota dan adik lelaki Tania, sibuk dengan sekolahnya.
Rumah besar dua lantai itu terasa sepi karena penghuninya sudah pergi dengan tugas masing-masing. Mami Annisa tidak ingin kesepian setelah dua tahun ini menemani si kembar. Tania terpaksa menuruti kemauan maminya itu.
Kendra pun setuju. Karena ia pun tidak ingin membuat mami Annisa sedih akan kepergian cucu yang selama dua tahun ini di asuhnya saat Tania kembali melanjutkan sekolahnya.
__ADS_1
Tania merupakan seorang dokter spesialis kejiwaan lulusan Singapura. Sebelum ia terjun ke rumah sakit Uwaknya. Tania ingin mengurus dan merawat Kendra dengan ilmu yang ia miliki.
Walau Kendra terlihat sehat kadangkalanya, Kendra juga bisa mengalami hal itu kembali saat tiba-tiba saja pikirannya itu penuh tentang cara yang sudah ia susun itu takut gagal.
Bukan sekali dua kali Kendra merasakan sakit dikepalanya. Semenjak kembali dari rumah sakit jiwa, Kendra sering kambuh karena memikirkan Ziana yang belum jelas keadaannya dimana.
Tania ingin marah. Tetapi, tidak sampai hati saat melihat wajah sendu suaminya itu. Ia pun tahu seperti apa rasanya tertekan dengan pikiran negatif itu.
Makanya, tania lebih banyak bersabar dna terus mengobati Kendra degan ilmu yang ia miliki. Terbukti, selama satu minggu tinggal di Medan, Kendra tidka lagi kambuh.
Tania sering memintanya untuk menuruti perkataannya. Mereka akan mencari Ziana. Tetapi, setelah ia sembuh total. Dan itu satu bulan lagi.
Lelah, letih dan lesu Tania rasakan di tubuhnya. Selama seminggu tinggal di Medan, tubuh Tania selalu merasakan lelah yang sangat. Tetapi, teringat Kendra. Tania harus kuat dan tetap sehat selagi ia bisa untuk menyembuhkan suaminya itu.
Kendra sering mengatakannya untuk istirahat dan berhenti untuk mengobatinya. Tetapi, Tania menolaknya. Katanya,
"Semua ini aku lakukan untumu, Suamiku. Tak masalah diriku lelah, letih dan lesu. Yang penting kamu sembuh. Aku ikhlas melakukannya untukmu. Semua ini ibadah untukku. Jangan merasa terbebani, ya?" Ucap Tania menenangkan hati Kendra.
__ADS_1
Kendra mengangguk setuju. Ia memeluk tubuh Tania yang menurutnya semakin chubby selama dua minggu mereka tinggal bersama.