Princess Pratama

Princess Pratama
Season 3 ( Berbahagia dalam duka )


__ADS_3

Othor mau nangis, nulis part ini 😭😭


...****************...


"Selamat adikku, kalian berdua sudah menikah saat ini. Jadilah imam yang baik untuk istri kalian. Jangan mencontoh kelakuan kami, ya?" ucap Zayn yang membuat semua keluarga besar kini menatap sendu padanya.


"Benar, kedua abang kalian ini tidaklah baik dan becus menjadi imam. Jadi, abang harap, kalian berdua banyak belajar dari kehidupan kami berdua. Jangan menangis. Perlakukan istri kalian seperti ratu, muliakan mereka. Jnagan sakiti hatinya. Karena istri itu jantung rumah kita para lelaki," timpal Zayden dengan wajah terlihat yang begitu nelangsa.


Kiana dan Riana segera memeluk abang sepupunya itu. Sedikit tidaknya, keduanya tahu perjalanan hidup kedua abang sepupunya itu setelah di tinggal pergi oleh Kakak sepupu mereka. Putri dari Abi Prince dan Ummi Alzana yang kini juga ada di sana.


Kedua paruh baya itu sudah berdamai dengan kedua menantunya itu. Kedua menantunya sudah menunjukkan bakti mereka kepada kedua istri mereka yang kini entah ada di mana.


Menurut Zayn dan Zayden, keduanya akan kembali sebentar lagi. Keduanya memberikan pemahaman pada kedua mertuanya itu untuk bersabar sedikit lagi. Jika sudah waktunya, keduanya akan menjemput istri mereka.


Abi Kendra menepuk lembut pundak putra sulungnya itu. Zayn tersenyum. "Sudah, kalian jangan bersedih. Kita masih harus melanjutkan acara resepsi ini. Bersyukurlah kalian kedua CEO ini mau kembali demi kalian berdua! Jika tidak, kalian pasti akan marah padanya!" kelakar Abi Kendra yang membuat semua keluarga besar terkekeh.


Tetapi tidak dengan Zayn dan Zayden. Keluarga besar bisa berbahagia saat ini tetapi, keduanya tidak bisa bahagia sedikitpun. Keduanya masih larut dalam kubangan duka yang tiada berkesudahan.

__ADS_1


Keduanya tersenyum manis menanggapi semua keluarga kini yang sedang berbahagia akan pernikahan kedua adiknya. Walau dada keduanya merasa sesak setiap kali melihat kemesraan adiknya itu, keduanya tetap tersenyum.


Keduanya menyembunyikan luka itu dengan apik. Tak ada yang tahu seberapa dalam luka di hati keduanya saat ini. Hanya keduanya yang tahu. Mulut tertawa hati menangis. Mengingat istri keduanya yang hingga saat ini tidak tahu di mana.


Terakhir, keduanya sempat bertolak ke Malaysia untuk mengejar istri mereka. Akan tetapi, keduanya tiba di sana dengan tangan hampa. Kedua istri mereka menghilang lagi dari para pengintai yang mereka selipkan di setiap negara.


Selisih dua jam saja, keduanya langsung menghilang begitu saja.Bukan itu saja luka yang keduanya tanggung saat ini. Keduanya begitu terpukul, saat orang suruhan mereka jika keduanya sudah memiliki anak saat ini. Kembar juga sepertinya.


Mengingat itu, buliran bening mengalir di pipi tampan si kembar sulung yang dengan cepat keduanya usap begitu saja. Keduanya kembali berbaur dengan keluarga lagi, walau dengan luka yang semakin menganga melihat kebersamaan kedua adik dan istrinya itu.


Mereka juga menginginkan hal seperti itu. Apakah keduanya cemburu melihat kebahagiaan Dzaka dan Dzaki? Jawabannya adalah iya. Keduanya begitu sakit melihat pemandangan di mana semua sepupunya memiliki pasangan tetapi, tidak dengan keduanya.


"Sampai kapan kalian akan menghukum keduanya, Nak? Tidakkah kalian lihat, jika keduanya begitu terluka melihat kebersamaan adik dan istrinya? Pulanglah. Keduanya sudah banyak berubah. Keduanya sudah semakin dewasa saat ini. Kalian pun egois dalam hal ini! Pulanglah, Sayang.." gumamnya lirih yang membuat sang istri segera memeluk cintanya itu.


Keduanya berpelukan bersama dan menangis bersama melihat luka hati yang di tinggalkan oleh kedua putri mereka untuk kedua keponakan tersayangnya itu.


Alishba yang kini berdiri tak jauh dari Abi Prince dan Ummi Alzana menatap sendu pada kedua abangnya itu.

__ADS_1


Aku harus melakukan sesuatu! Aku tidak ingin kedua abangku terlalu lama dalam berduka! Jika aku bisa mengembalikan kebahagiaan keduanya, akankah kutukan si pahit lidah di zaman modern ini terpatahkan? Batin Alish dengan semangat 45nya.


Seluruh keluarga berkumpul bersama di saat bahagia Dzaka dan Dzaki. Semuanya berbahagia. Akan tetapi, tidak dengan Zayn dan Zayden. Keduanya berlalu dari sana dan menuju rooftop Hotel milik almarhum Opa Gilang itu.


Di mana tempat bersejarah Opa Gilang dan Oma Alisa ada di sana. Keduanya menuju kesana berdua. Tiba di sana, keduanya sudah di sambut dengan sapaan angin sepo-sepoi yang meniup wajah keduanya kini menatap rembulan yang begitu bersinar terang di langit Medan.


"Inilah takdir kita Zayden. Kita harus hidup sendiri tanpa ada istri bersama kita saat ini. Semuanya berbahagia.. Tanpa tahu kita bahagia dalam duka. Duka yang sengaja kita buat sendiri. Akankah ini berakhir Zayden? Abang lelah.." keluhnya begitu lirih yang membuat dada seorang gadis cantik di belakang keduanya sesak bukan main.


Ia mengepalkan kedua tangannya dan menggigit bibirnya agar suara isak tangis itu tidak mencuat.


"Sabar, Bang. Aku pun tidak ingin seperti ini. Tetapi, apa dayaku, jika inilah takdir yang harus kita jalani? Bukankah ucapan si pahit lidah dulunya untuk kita berdua benar adanya? Abang masih ingat?" ucap Zayn yang diangguki dengan senyum miris oleh Zayn.


"Tentu saja Abang ingat. Tetapi, itu bukan salahnya. Semua ini salah kita berdua yang dengan sengaja membuat keduanya terluka. Dan saat ini? Inilah hasil dari perbuatan kita untuk keduanya. Pasrah. Hanya itu yang bisa kita lakukan saat ini. Bukan salahnya, Dek. Jangan salahkan adik kita dalam hal ini. Ini takdir kita! Nasib kita!" balas Zayn yang membuat Alish jatuh terduduk dengan mulut ia bungkam karena sedang menangis meluapkan rasa sakit di hatinya saat ini.


Akibat ucapannya, kedua abang sulungnya menderita hingga saat ini.


...****************...

__ADS_1


Si pahit lidah zaman modern? Apakah ada? Tentu saja ada! Othor yg akan buat kisahnya!


Maaf typo bertebaran, besok othor perbaiki!


__ADS_2