Princess Pratama

Princess Pratama
Bertemu Tania dan Kendra


__ADS_3

Tiba dirumah Papi Tama, Uwak Lana tertegun saat melihat rumah yang sudah lama tidak ia datangi lebih kurang tiga tahun belakangan ini. Sejak kejadian menikahnya Kendra dan juga Ziana serta menghilangnya Tania, Uwak Lana tidak pernah menginjakkan kakinya lagi dirumah abang angkat sekaligus iparnya itu.


Uwak Maura memegangi lengan suaminya itu. Ia tersenyum teduh pada suaminya. Uwak Lana pun, membalasnya.


Keduanya melangkah masuk ke rumah yang sudah lama tidak mereka berdua masuki karena sibuk memikirkan Ziana dan juga mencari Ziana yang tak kujung mereka temukan.


Ziana bagai hilang ditelan bumi. Entah seperti apa keadaannya saat ini, mereka berdua pun tidak tahu. Hari-hari yang keduanya lalui pastilah hanya kesedihan yang terlihat diwajah keduanya yang belum tua itu.


Baru berdiri di depan pintu, keduanya sudah disambut pemandangan dimana si kembar sedang bergelayut di tubuh Abinya.


Uwak Lana dan Uwak Maura tersenyum melihat itu. Keduanya pun, melangkah masuk sembari mengucapkan salam.


Deg!


Deg!

__ADS_1


Kendra dan Tania mematung melihat kedatangan kedua Uwaknya. Mata Tania berkaca-kaca. Ia melepaskan si bungsu dan menuju Uwak Lana yang kini tertegun melihat tubuh Tania yang semakin berisi sejak terakhir kali ia melihatnya.


Kendra pun demikian. Ia sudah pulih kembali. Tidak lagi kurus ceking seperti terlihat dari kiriman video orang suruhannya yang mengawasi Kendra selama ini.


Papi Tama tahu itu. Mami Annisa pun, demikian. Keduanya tahu akan perbuatan saudara lelkai mami Annisa itu. Lellaki itu penyayang sekali orangnya.


Ia sengaja menjauh agar tidak merusak atau mengubah apapun. Tania tersenyum melihat Uwaknya.


"Wak? Apa kabar?" tanya Tania mengulurkan tangannya pada Uwak Lana yang kini menatapnya dengan mata berkaca-kaca.


Uwak Maura tersenyum melihatnya. Ia pun, ikut memeluk Tania bersama suaminya. Ketiganya menangis bersama.


"Maafkan Uwak, Nak.." bisik Uwak Lana ditelinga Tania yang mengangguk mendengar ucapannya.


Kendra mendekati ketiganya. "Wak?" panggil Kendra yang segera ketiganya mengurai pelukan untuk melihatnya.

__ADS_1


Uwak lana tersenyum, "iya, nak. Apa kabar? Kamu sudah sembuh? Maafkan Uwak..," katanya pada kendra sembari menerima ulura tangan Kendra dan memeluknya dengan erat.


Kendra membalas pelukan Uwak sekaligus mertua keduanya itu. Untuk saat ini masihlah mertua. Tetapi jika diingat silsilah Kendra yang tidak menafkahi Ziana sama sekali, Uwak Lana bukanlah mertuanya lagi.


Keduanya mengurai pelukan dan mendekati dimana si kembar sednag bermain dengan opa mereka. Papi Tama. Mami Annisa dan Zee sedang menyiapkan cemilan. Ada Zidan juga disana menemani si kembar.


Kendra duduk berdampingan dengan Uwak Lana. Sedangkan Tania bersama Uwak Maura yang kini menuju ke dapur untuk melihat kedua mami yang sedang sibuk menyiapkan makan malam untuk mereka bersama.


"Kita tunggu Tania ya, Wak? Biar Tania yang menjelaskan semuanya. Aku sendiri pun belum tahu kenapa Tania pergi waktu itu. Padahal ia tahu, kalau aku tidak mengizinkannya pergi." Kendra menatap lekat Uwak Lana yang kini duduk berdampingan dengannya.


Uwak Lana tersenyum, "ia pergi pasti tidak tahan melihat kedekatan kamu dan adik kesayangannya. Mana sanggup ia berbagi suami dengan adik kecilnya? Uwak paham dengan posisinya. Maka dari itu, Uwak sangat bersyukur kala Ziana mengatakan jika pernikahan itu akan berakhir saat tania kembali. Akan tetapi, Ziana sudah hilang sebelum semuanya kita selesaikan dengan cara yang baik. Seharusnya, Uwak tidak menikahkan kamu dengan Ziana jika berujung perpiasahan untuk kamu dan Tania," lirih Uwak Lana begitu menyesal terlihat sendu dimata Tania yang baru saja masuk dari dapur membawa minuman dan cemilan untuk mereka semua.


Tania menarik ujung bibirnya untuk melengkungkan senyum manis dibibir kesukaan Kendra itu.


"Di minum dulu, Wak. Nanti kita bahas masalah itu. Isi perut dulu. Guna untuk meringankan beban yang menumpuk di kepala!" Kelakar Tania sambil tertawa.

__ADS_1


__ADS_2