Princess Pratama

Princess Pratama
Tak masalah jadi yang ketiga


__ADS_3

Fatma menatap sendu pada Tania yang kini tersenyum teduh padanya.


"Maaf Kak, bukan maksudku ikut campur dengan masa lalu kalian.." sela Tania merasa tidak enak karena mengganggu.


Kendra menoleh pada Tania. "Kamu berhak, Hunny. Kamu istriku!" Tegas Kendra yang membuat Fatma merasa tercubit hatinya karena posisinya telah digantikan oleh Tania, cinta masa kecil Kendra Yang dia sendiri pun tahu akana hal itu.


Fatma menatap sendu pada Tania. Sementara Tania merasa tidak enak dengan hal itu. Ia terpakasa mengatakan hal ini. Jika tidak, rumah tangganya lagi yang akan terancam nantinya.


"Sebelum kakak bertemu dengan suamiku, kami sudah lebih dulu dipertemukan. Kami baru saja bersatu kembali setelah sekian lama berpisah yang diakibatkan oleh keegoisanku yang tidak mau mengalah padanya." Tania menghentikan ucapannya saat rasa sesak itu kembali muncul.

__ADS_1


Kendra menarik tangan kiri Tania dan menggenggamnya. Semua itu tidak luput dari perhatian fFtma yang membuat hatinya kembali teriris.


"Demi baktinya dan juga sayangnya kepada kedua orangtuanya, suamiku rela menikah lagi dengan adik sepupuku. Untuk apa? Untuk perusahaannya yang kini pun bangkrut juga. Aku terpaksa menerima permintaanya dengan hati terluka kala itu. Tapi.. Hufftt.. Aku mengajukan syarat yang bang Kendra sendiri tidak bisa memutuskannya hingga aku memilih pergi darinya.


Dan ketika aku pergi dan menghilang selama tiga tahun ini, bang Kendra malah masuk rumah sakit jiwa karena tertekan ditinggal olehku dan juga adik sepuuku yang merupakan maduku. Kami bertiga terluka dengan pernikahan terpaksa ini Tetapi apa yang harus kami buat? Jika takdir sendiri yang memilih kami?


Seharusnya saat ini kami berbahagia dengan kedua putra kami. Tapi tidak. Kami berpisah saat aku tidak tahu jika diriku sedang hamil dan mengalami kecelakaan. Belum lagi adik sepupuku yang merupakan istri kedua bang Kendra menghilang hingga saat ini.


Satu detik berpisah dengannya saja seperti dunia ku runtuh detik itu juga. Apalagi jika selamanya? Aku tidak sanggup membayangakn hal itu!" Ucap Tania dengan napas memburu.

__ADS_1


Kendra mengelus bahu Tania untuk menguatkannya.


"Tak ada yang bahagia dengan pernikahan poligami, Kak. Dan kamu? Ingin meminta menjadi istri ketiga?" tanya Tania yang diangguki mantap oleh Fatma.


Tania menggeleng dengan wajah sendunya. "Cukup adik kesayanganku yang merasakan pahitnya dimadu oleh orang yang tidak dicintai, Kak. Cukup juga diriku yang merasakan tidak enak berpisah dari suami yang begitu aku cintai. Ketahuilah. Saat kamu belum merasakan rasa sakit itu, kamu bisa mengatakan tidak. Tetapi.. Bagaimana saat kamu sudah melihat dan membuktikannya?


Sanggupkah kamu menjadi istri ketiga sementara suami kamu hanya mencintai istri pertamanya? Yakin kamu sanggup? Yakin kamu mampu bertahan dari rasa sakit yang akan terus terlihat nantinya di depan mata kamu?


Jangan harap kalau bang Kendra berlaku adil, Kak. Ngga akan ada lelkai yang bisa berlaku adi seperti nabi kita! Sumaiku manusia bisa. Tidak snaggup untuk memiliki istri banyak. Jadi ku mohon.. Tolong urungkan niat Kakak untuk menjadi istrinya. Ya?" ucap Tania secara halus tidak mengizinkan Kendra untuk menikah lagi.

__ADS_1


"Tapi.. Aku tetap ingin menikah dengan Bang Kendra! Tak apa jadi yag ketiga! Aku ikhlas! Da siap dimadu. Asalkan aku menikah dengannya!" Ucap Fatma begitu meyakinkan hingga membuat Tania dan Kendra terkejut bukan main menatap wanita dari masa lalu Kendra itu.


__ADS_2