Princess Pratama

Princess Pratama
Acara selesai


__ADS_3

Kendra dan Tania masih saling berpelukan saat suara kembang api dan petasan di dalam layar proyektor itu menunjukkan dan memperdengarkan suara riuhnya.


Keduanya saling tertawa saat melihat gambar si kembar yang ternyata bersama papi Tama, mami Annisa dan juga Danis sedang membakar kembang api untuk Tania dan Kendra.


Kejadian yang tidak Kendra tahu entah kapan itu terjadi. Bahkan di dalam layar itu menunjukkan tulisan selamat hari lahir untuk Kendra. Tania tersenyum saat kendra tak henti-hentinya mengelus lembut janin yang kini ada di perutnya.


"Gimana? Masih mau nambah anggota lagi?" goda Tania pada Kendra yang kini tertawa mendengar ucapannya.


Kendra mengelus kepala Tania yang masih terbungkus hijab itu. "Abang nggak ngizinin kamu lagi untuk hamil setelah ini Hunny! Eits, tak ada bantahan!" tegas Kendra saat melihat Tania ingin protes dengan ucapannya.


"Hunny..." tegur Tania yang kini mengerucutkan bibirnya yang membuat Kendra gemas ingin mengecupnya.


Kendra segera memajukan wajahnya. Tetapi, belum lagi bibir itu menyentuh pipi Tania, Tania malah mengusap kasar wajah Kendra dna melengos ke arah lain.


Para tamu yang melihatnya tertawa akan tingkah keduanya. Tania tersenyum tipis melihat Kendra menjadi kikuk di hadapan para tamu yang kini terus menertawakannya.


Pesta pernikahan itu terus berlanjut hingga pukul tiga pagi baru selesai. Semua acara itu usai dan Hotel itupun kembali sepi. Tania dan Kendra sudah masuk ke kamar mereka dimana si kembar sudah ada di sana.


Keduanya langsung saja beristirahat setelah membuka semua pernak pernik yang ada di kepala Tania.

__ADS_1


Untuk sejenak, keduanya beristirahat. Sebelum nantinya mereka kembali untuk beraktivitas seperti biasanya.


Acara resepsi itu berjalan sesuai dengan rencana Tania. Tanpa sedikit pun kesalahan yang dilakukan oleh para anggota yang bertugas mengurus acara resepsi itu hingga selesai.


Saat ini, semuanya sudah beristirahat sambil menunggu hari esok yang tersisa dua jam lagi.


Si kembar sudah terlelap sejak pukul sepuluh tadi malam. Keduanya mengerti dengan keadaan mami dan Abinya. Mereka bahkan tidak mengganggu kedua orangtuanya saat menyambut tamu di pelaminan.


Keduanya sangat patuh akan perintah yang mami dan abinya katakan.


*


Keesokan harinya.


Untuk keluarga papi Tama, semuanya sudah kembali tadi siang ke Kalimantan. Untuk Opa Fabian, Oma Linda, keduanya kembali ke rumah lama mereka.


Tante Mitha dan Om Anto juga ada disana. Mereka bercerita bersama tentang acara kejutan yang Tania siapkan untuk Kendra tadi malam.


Seluruh keluarga tidak ada yang tahu akan rencana Tania. Hanya Uwak Ira yang tahu. Dan saat ini, Uwaknya itu sudah pulang ke kediamannya. Karena umur yang sudah tua serta cepat capek, mereka semua kembali tadi siang bersamaan dengan keluaga papi Tama.

__ADS_1


"Kamu, ya, Kak! Dasar! Papi pikir Hotel kita kebakaran tadi malam! Sempat papi ingin mencari titiknya, eh, tak tahunya, malah kamu yang punya rencana kejutan itu untuk Kendra! Pantas saja, satu minggu yang lalu kamu menyuruh kami untuk membuat kembang api bersama si kembar! Ternyata, inilah tujuanmu! Pintar sekali!" ucap papi Tama mendengkus kemudian terkekeh.


Kendra dan Tania pun ikut terkekeh. "Hehehe, Kakak sengaja buat kejutan itu untuk Abi si kembar. Sejak pernikahan kami, belum pernah sekalipun kakak memberikan kejutan spesial untuknya. Kakak pikir, kalau kakak pergi Abi si kembar akan bahagia. Ternyata... Hah! Tidak bahagia sama sekali," lirih Tania merasa bersalah dengan perbuatan dulunya yang lebih memilih meninggalkan Kendra daripada bertahan.


Kendra mengusap lembut lengan kiri Tania. "Sudah, hal itu sudah lama berlalu. Tak perlu kamu ingat lagi jikalau hanya membuatmu terluka. Yang penting untuk sekarang ini, kita sudah bersatu kembali. Ziana dan El pun sudah bahagia. Kamu tidak boleh menyalahkan masa lalu. Karena dengan masa lalu, Ziana bisa menemukan cintanya. Dan kita? Kembali bersama bukan?" ucap Kendra dan mengatakan fakta yang sebenarnya pada Tania.


Tania mengangguk setuju. "Abang benar. Untuk saat ini adalah masa depan. Masa lalu tidak akan pernah kembali. Tetapi, masa depan akan terus berlanjut hingga kita tutupusia. Terima kasih kamu mau menerimaku. Selamanya hanya kamu, takkan tergantikan!"


Kendra tersenyum dan memeluk Tania dari samping. "Abang tahu. Ya, sudah. Ayo kita istirahat dulu. Katanya tadi masih capek kan?" Tania mengangguk.


"Papi, mami, dan yang lainnya, kakak izin ke atas dulu, ya? Masih capek. Kaki aja masih pegal ini!" keluh Tania yang membuat ketiga adiknya menatapnya dengan malas.


"Ye, mengeluh dianya. Dia yang buat, dia sendiri yang mengeluh! Gimana, sih?" gumam Almaira peran tetapi, masih terdengar oleh Tania yang kini sedang berlalu ingin menaiki tangga di tuntun Kendra.


"Kakak dengar ya, Dek!" ucapnya cepat yang membuat Almaira menghela napas panjang.


Papi Tama dan mami Annisa terkekeh melihat tingkah putri sulungnya itu. Sementara si kembar sedang bermain dengan Om dan juga Ontinya saat ini.


Selamat hari raya idul adha bagi klian semua!! 🙏🙏🙏

__ADS_1


😘😘😘


Belum tamat ye? Besok baru tamat! Ehh? 🤣🤣🤣


__ADS_2