Princess Pratama

Princess Pratama
Berpindah ke Tangan yang tepat!


__ADS_3

Sementara diseberang sana, Kendra dan Aldo saling menatap ketika mendapat sebuah pesan langsung ke email milik Kendra.


"Berhenti Bang Kendra, ini aku Tania?" ucap Aldo yang membuat Kendra menghela napas panjang. Tak lama setelahnya ia tertawa.


Aldo pun ikut tertawa. "Dasar Tania, sifatnya sedari dulu tidak pernah berubah. Selalu melakukan semua itu sendiri!" ucap Aldo masih dnegan tertawa.


Kendra menggeleng pelan. Ia menatap sendu ke langit-langit ruangan kamar hotel mereka berdua.


"Tania merupakan Princess Pratama, Al. Jika kamu lupa itu. Dia putri dari seorang ratu dalam keluarga Pratama. Princess Pratama merupakan gelar sebutan untuk mamai annisa yang sampai saat ini sejarah keadialnnya itu masih mendunia dan sangat ditakuti oleh dunia pengusaha. Mami annisa. Beliaulah pendiri dari EAP Group dan juga saudaranya yang lain yang merupakan keturunan Bhaskara. Seorang pengusaha kaya raya dan sangat sukses dibidang perhotelan, mall, dan juga restoran kaki lima. Almarhum Oma, beliaulah dulu yang membuatku bertahan hingga saat ini.


Jika bukan karena semanagt dari mereka berdua, mungkin saat ini aku tidak akan bisa bertemu Tania, seorang gadis kecil yang sudah berhasil mencuri hatiku sejak pertama kali bertemu. Dan juga seorang gadis yang ternyata sudah dijodohkan denganku oleh kakek dulunya. Bukan Ziana," lirih Kendra menjelaskan isi surat wasiat dari mendiang kakek Kendaraksa dan juga perjanjian yang diikrarakan dengan Uwaka lana itu.


Aldo tertegun mendengar ucapan Kendra. "Jadi, bukan Ziana yang dijanjikan untukmu?" tanya Aldo yang diangguki dan tersenyum lirih oleh Kendra.


"Ya, bukan Ziana. Melainkan Tania. Aku pun baru tahu tadi saat membaca isi surat wasiat itu. Surat yang sudah dihapus Tania dan dikirimkan pada pihak Dinas sosial. Sungguh, istriku itu begitu cepat bergerak. Ia merencanakan ini tanpa berkata padaku. Aku tidak marah padanya. Tapi mendukungnya," ucap Kendra dengan senyum senangnya yang semakin membuat Aldo kebingungan.

__ADS_1


"Maksudmu? Kamu senang gitu, kalau semua harta warisan itu diserahkan kepada Dinas Sosial yang ada di Kalimantan?" tanya Aldo yang diangguki oleh Kendra.


"Ya, aku setuju dengan keputusan kali ini. Tanpa dia bertanya padaku, dia sudah tahu kemana harus membawa warisan itu. Aku tidak pernah membertahukan isi surat itu apa. Aku hanya bialng padanya, daripada jatuh ke tangan Paman Kevan dan keluarganya, lebih baik jatuh ke Dimnas sosial. Yang artinya, perusahaan itu akan tetap menajdi milikku!" jawab Kendra masih dengan tersenyum manis dibibirnya yang mmebuat Aldo semakin kebingungan dengan ucapan Bos serta sahabtanya ini.


"Ini maksudnya gimana, sih? Aku belum paham loh," ucap Aldo yang ditertawakan oleh Kendra.


Kendra menepuk pelan bahu Aldo dan berkata,


"Warisan itu jatuh ke tangan yang tepat! hanya saja, nggak mungkin dong, kalau pihak dinas mau mengelola perusahaan itu? Dengan kata lain, perusahaan itu terlebih dulu akan dijual dan dibeli oleh orang lain. Baru uangnya dipergunakan, begitu Al!" ujar Kendra menjelaskan apa yang ia tahu maksud dari yang Tania lakukan baru saja.


"Pintarsekali istrimu, Ken! Hahaha.." aldo dan Kendra tertawa bersama.


Aldo baru paham dan menyadari apa yang Tania lakukan untuknya setelah sebuah email masuk ke dalam ponselnya baru saja.


Disana tertulis, jika perusahan WiraTa itu kini berpindah tangan menjadi miliknya. Karena Princess Pratama sudah membelinya dari Pihak dinas baru saja. Yang artinya, perusahaan EAP GROUP Family yang membeli perusahan itu untuk dihadiahkan untuk Kendra danTania.

__ADS_1


Senagai hadiah pernikahan mereka yang akan berlangsung sebulan lagi.


Tania dan Zidan tertawa bersama saat melihat kiriman Email ke ponsel milik Zidan. Ucapan terimakasih dari pemilik asli yang kini sudah berpindah tangan menjadi miliknya lagi.


Mami Annisa, Mami Kinara, Uwak Lana, Papi Tama, Papi Algi dan papi Rayyan kini tersenyum manis pada Tania yang saat ini terharu karena perusahan milik suaminya itu langsung dibeli dengan cepat oleh ke empat saudara mami Annisa yang lainnya.


"Terimakasih mami, papi. kalian sudah mengembalikan kepada yang seharusnya," ucap Tania dengan air mata yang sudah menganak sungai.


Ia berbicara dengan semua orang itu melalui sambungn ponsel miliknya. Papi Tama tersenyum teduh padanya.


"Papi tahu apa yang kamu inginkan, maka papi kabulkan. Ya, walau butuh waktu untuk membujuk semua saudara mami kamu untuk membeli perusahaan suami kamu itu. Awalnya mereka menolak, karena perusahan itu begitu kotor dengan orang yang yang memimpin serta orang-orang didalamnya. Tapi, papi meyakinkan mereka berlima agar mau membeli perusahaan itu untuk hadiah pernikahanmu dari kami semua.


Papi tahu, kamu tidak akan mau jika kami beri rumah atau apapun itu. Makanya papi, berpikir, kenapa tidak memberikan hadiah saja untukmu dan Kendra. kami memberikan dan mengembalikan kepada yang seharusnya. Kendra pemilik yang saha dari prusahaan itu saat ini. Surat kuasa pengalihan nama sedang di urus. Jadi, kamu tenang saja. Kami tidak akan bangkrut hanya karena membeli perusahan suami kamu yang tidak seberapa itu!" papi Tama tertawa saat melihat Tania tersedu.


Begitupun dengan sauadara mami Annisa yang lain. Mereka pun ikut tertawa saat melihat Tania tersedu seperti baru saja habis dimarahi. Menangis sampai sesegukan.

__ADS_1


"Sudah, jangan menangis. Pulanglah. Kami menunggumu. Kendra pun sudah berangkat saat ini. Kita harus bersiap menyambut kedatangan keluarag Kendra setelah ini. Papi rasa, paman abi Kendra itu akan datang ke rumah kita malam ini. Jadi, bersiaplah Princess Pratama!"


__ADS_2