Princess Pratama

Princess Pratama
DPBR Di rawat di rumah sakit


__ADS_3

Setelah mengatakan hal yang membuat kedua putrinya begitu terpukul dengan keadaan suami mereka saat ini., Abi Prince kembali berbicara.


"Sudah, malam ini sampai malam seterusnya, suami kalian berdua harus di rawat sampai keduanya sembuh. Jangan hubungi kedua mertua kalian dan juga posting apapun di status kalian! Ini demi kebaikan bersama. Kalian mau jika kedua mertua kalian tahu keadaan putra mereka saat ini gara-gara kalian berdua?" ucap Abi Prince yang membuat keduanya mengangguk lemah.


Tak ada lagi sedu sedan seperti tadi. Keduanya sudah berhenti menangis saat ini. Zayn dan Zayden tidak berbicara sepatah kata pun sedari sadar hingga saat ini.


Keduanya memilih diam dan hanya menjadi pendengar setia saja. Bibir keduanya terasa kelu walau hanya untuk sekedar menyahuti ucapan kedua mertuanya itu.


"Ummi dan Abi ada di ruangan sebelah. Kami mengantuk. Butuh istirahat," lanjut Abi Prince segera berlalu di ikuti ummi Alzana di belakangnya.


Tinggallah suami istri yang kini saling berdiaman. Zayn yang merasa lelah, segera merebahkan tubuhnya dengan perlahan di bantu oleh Jia. Ia pun memejamkan kedua matanya.


Jia menatap nanar pada Zayn yang kini sudah memejamkan matanya. Lagi, buliran bening itu mengalir di sudut matanya. Jia menunduk dan menggigit bibirnya untuk meredam suara yang sebentar lagi akan mencuat dari batang lehernya.

__ADS_1


Tak ubahnya Jia, Riya pun demikian. Riya pun di abaikan oleh Zayden saat ini. Riya pun hanya bisa menatap getir dan sendu pada suaminya itu. Keduanya pasrah.


Memanglah salah mereka. Kenapa harus menendang keduanya tepat di burung puyuh pusaka keramat sang suami. Jiak tidka mati lampu, maka malam ini keduanya sednag menikmati ladang pahala untuk kesekian kalianya setelah sekian lama berpisah.


Tetapi, apa yang terjadi tadi membuat semuanya hancur berantakan. Keduanya hanya bisa pasrah. Rasa bersalah itu semakin mencuat di hatinya saat ini.


Keduanya memilih berjaga memandangi suami mereka hingga adzan berkumandang. Keduanya segera bangkit dari tempat duduk dan memilih berwudhu secara bergantian.


Riya dan Jia melakukan sholat berjamaah bersama. Setelah selesai, maksud hati ingin membangunkan keduanya. Akan tetapi, keduanya sudah bangun dan sedang melaksanakan sholat subuh secara sendiri-sendiri.


Keduanya berpandangan dengan mata berkaca-kaca. Keduanya mengangguk bersama dan segera membereskan mukenah mereka dan memilih keluar dari ruangan itu.


Pintu ruangan itu tertutup seiring dengan pejaman kedua insan itu terbuka. Keduanya menatap langit-langit ruangan kamar inap itu dengan tatapan yang entah seperti apa.

__ADS_1


Sementara keduanya kini menuju ke Kantin dan memesan makanan untuk kedua orangtua mereka. Jia menitipkan makanan itu pada pihak kantin untuk memberikannya pada Ummi alzanaa dan Abi Prince. Sementara keduanya memilih untuk menenangkan diri sejenak dari rasa sakit yang baru saja mendera keduanya.


Jia dan Riya sadar. Keduanya sudah melakukan kesalahan yang begitu fatal. Untuk itu, keduanya lebih menjauh daripada membuat kedua suami itu terluka karena ulah mereka lagi.


"Lebih baik menghindar dari pada harus kita sakiti lagi. Aku sudah memutuskan Kak. Selama bang Zayn sakit, maka aku akan merawatnya. Tetapi, setelah sembuh aku akan kembali ke tempat yang seharusnya," lirih Jia yang membuat Riya mengangguk setuju.


"Kamu benar. Kakak pun berpikir demikian. Mari, kita bersama mengurus mereka. Setelah ini, kita harus pergi dari kehidupan keduanya. Benar kata Ummi. Selagi rasa takut ini belum bisa kita hilangkan, maka kita tidak akan pernah bisa bersatu dengan keduanya. Kakak ikhlas, jika bang Zayden melepaskan ku dan mencari yang lain. Ini yang terbaik," ucap Riya menimpali ucapan Jia baru saja walau dengan hati yang sudah di remat sekian rupa.


Jia mengangguk setuju. Rasa bersalah itu terus bercokol di hati keduanya. Ingin pergi secepat yang mereka bisa tetapi, tak bisa. Suami mereka saat ini sedang butuh keduanya. Biarlah bertahan untuk sebentar lagi. Setelah ini, keduanya akan pergi dan tidak akan kembali lagi. Keputusan keduanya sudah bulat saat ini.


Keduanya sudah dewasa dan bisa memutuskan apa yang terbaik bagi kehidupan keduanya. Lagipula, kalaupun Zayn dan Zayden kembali, bukankah mereka akan langsung pulang ke Singapura?


Keduanya memilih untuk merebahkan diri di dalam musholla setelah sebelumnya kedua wanita itu meminta izin untuk tidur walau hanya sejenak. Kepala keduanya begitu pusing saat ini karena semalaman tidak tidur dan menjaga keduanya.

__ADS_1


Sementara kedua suami itu kini tercenung setelah seorang pengurus kantin mengantarkan makanan untuk kedua mertuanya yang kini sudah pulang lebih dulu untuk mandi dan berganti pakaian sebelum kembali bertugas di rumah sakit itu.


__ADS_2