Princess Pratama

Princess Pratama
Kutukan mami Annisa


__ADS_3

Tania segera berlalu menuju ke belakang dimana tadi pekerjaanya yang ia tinggalkan karena panggilan Papi Tama tentang kedatangan Kendra yang akhirnya melukai hatinya lagi.


Tania berjalan gontai menuju taman belakang yang banyak tanaman buahnya. Ia segera menaiki salah satu pohon yang sudah ada rumah pohon nya disana.


Tania masuk kesana dan menangis tersedu. Sebelumnya ia menyalakan luondspeker milik Danis dan Yusuf untuk menyamarkan suara isak tangisnya.


Tania menangis sekuatnya disana untuk meluapkan rasa sesak dihatinya. Mami Annisa yang tahu tentang keadaannya hanya bisa memejamkan kedua matanya untuk mengurangi rasa sesak yang terus menghimpit dadanya.


Ia menoleh pada Kendra dan juga Abangnya kini yang juga sedang melihatnya.


"Puas? Puas sudah melukai hati anakku hingga berulang kali? Kenapa kalian harus datang disaat dirinya sudah bisa menerima? Sekarang? Bisa tidak kalian menyembuhkan luka hatinya yang sudah sembuh kembali menganga? Kenapa kalian harus datang disaat kabar pernikahan menantu ku? Apakah kamu sengaja menunjukkan kepada putriku bahwa putrimu lebih unggul begitu?" katanya pada Uwak Lana yang kini menatap datar padanya.


"Jika hanya sebuah janji, semua itu bisa selesai dengan di ikhlaskan. Tidak masalah. Tetapi kayaknya tidak. Kamu dan Mutia, sengaja ingin membuat anak ku terluka hingga sulit untuk bangkit lagi.


Dan untuk kamu Kendra. Jangan menyiksa putri saya dengan cara kamu berbagi! Satu aja tidak akan habis, malah kamu ingin tambah lagi! Serakah kamu!" Ketus mami Annisa pada Kendra yang kini terkesiap mendengar ucapannya.


"Nggak gitu Mi.. Sebenarnya-,"


"Nggak usah kamu jelaskan kepada saya. Bagi saya apa yang terlihat itulah faktanya! Kamu menikahi putri abang ku karena ingin menyelematakan perusahaan bukan?"


Kendra mengangguk dengan wajah sendu. "Maka nikahilah dia! Tinggalkan putrik saya! Jangan pernah kamu melihatnya lagi! Jatuhkan talak padanya! Saya tidak perlu berbasa basi lagi dengan mu. Benar kata Tania. Kamu serakah dan egois!"


Deg!


Kendra memejamkan kedua matanya. Ziana menggeleng. "Nggak gitu mami.. Abang nggak gitu!" kilahnya saat mami Annisa menuduh Kendra dengan yang tidak-tidak.


Mami Annisa terkekeh sumbang. "Tak perlu kamu membelanya! Kamu pun sama dengannya! Umurmu saja yang kecil, tetapi mami tahu jika kamu bisa berpikir dengan baik. Kamu bijak dalam menyikapi masalah. Tetapi tidak dengan kali ini! Kamu salah Ziana!"


"Nggak Mi.. Adek nggak gitu.. Hiks.." isaknya yang kini di peluk erat oleh Uwak Lana.

__ADS_1


"Pulanglah! Hubungan mu dan putri saya sudah selesai Kendra! Antara kamu dan putri saya tidak ada hubungan lagi. Selamat berbahagia dengan pernikahan rahasiamu yang baru ini. Semoga perusahaan kamu semakin maju dan bukan semakin bangkrut! Tetapi melihat kelakuan mu seperti ini, tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti perusahaan kamu akan hancur dan kamu akan gila karena ketika kamu menyadari jika Tania tidak ada disampingmu, semuanya sudah terlambat! Kamu akan hancur Kendra!"


Ddduuaaarr!


"Kamu akan gila! Seperti yang selama ini Ummi kamu katakan!"


Ddduuaarr!!


"Perusahaan mu akan bangkrut! Mami berjanji! Bahwa hanya Tania yang bisa membawa mu kembali dan juga semua aset perusahaan mu! Lihat saja nanti! Kamu akan menyesal tuan Muda Kendra Wiryawan! Kamu akan menyesal! Perusahaan mu akan bangkrut seiring air mata Tania yang terus berderaian!!" tukasnya begitu dingin dan sangat menakutkan.


Seketika susana di dalam ruangan itu sunyi senyap dalam seketika. Ruangan itu mendadak mencekam saat melihat warna gelap ke unguan keluar dari tubuh Mami Annisa menguar ke udara.


Papi Tama segera memeluknya. "Istighfar sayang.. Astaghfirullahal adhim.." ucap papi Tama mencoba menenangkannya yang ia kira tersulut emosi.


Mami Annisa menoleh padanya. "Tidak perlu seperti itu bang. Aku masih sadar dan masih waras! Tetapi inilah kutukan seorang ibu bagi seorang pria yang sudah melukai hati istrinya!


Kamu ingat ini baik-baik Kendra! Hanya Mami dan Tania yang bisa menncabut kutukan ini! Kamu tidak akan selamat dari kutukan ini! Kamu akan menyesal karena sudah melukai putri sulung mami! Selamat berbahagia dengan gelar dan pangkat barumu di perusahan yang akan membuatmu hancur dan gila diwaktu yang bersamaan! Selamat menikmatinya!"


Gelegar suara gemuruh diluar sana membuat mereka semua yang berada di ruangan itu terjingkat kaget.


Kendra menatap mami Annisa dengan wajah piasnya. Begitu pun dengan Uwak Lana dan Ziana. Mereka sangat tahu siapa mami Annisa.


Wanita lemah lembut tetapi keras kepala dan juga sangat manjur dengan ucapan nya itu. Para pengusaha sangat takut dengan ucapannya itu yang memang benar akan menjadi kenyataan.


Mami Annisa terkenal dengan si pahit lidah di dunia modern ini. Memang ada?


Ada.


Buktinya mami Annisa ini. Hanya dia yang bisa melepas kutukan itu. Uwak Lana menatap pias pada adik bungsunya itu.

__ADS_1


Ia sangat tahu siapa mami Annisa. Pernah dulu ada kejadian dimana mami Annisa ia bawa untuk menjadi penengah dalam kasus sebuah tanah.


Tanah itu milik kedua orang tua mereka, tetapi orang itu mengatakan jika tanah itu tanah kedua orang tua mereka yang membuat mami Annisa naik pitam.


Karena mereka berdua menyanggah dengan bukti nyata yang keduanya bawa waktu itu. Yaitu sertifikat aslinya.


Kedua orang itu keukeh menolak, hingga mami Annisa mengucapkan satu kata keramat hingga membuat kedua orang itu tertawa karena tidak mempercayainya.


Katanya tahayyul.


Mana ada di zaman modern sekarang ini masih ada si pahit lidah. Mereka tidak percaya. Mereka berdua menertawakan mami Annisa yang sudah ditarik paksa oleh uwak Lana untuk pulang.


Singkat cerita, sebulan kemudian apa yang mami Annisa katakan benar adanya. Apa yang mami Annisa katakan dulu terbukti.


Beliau mengatakan jika seluruh harta mereka akan habis diambil orang. Seperti mereka saat itu yang mengakui hak orang lain. Dan hanya dirinya yang bisa menyelesaikan masalah itu.


Benar.


Mereka menagis dan bersujud meminta maaf pada mami Annisa dan memohon ampun atas perbuatan mereka. Mereka mengakuinya. Mereka salah. Ternyata tanah itu bukan tanah mereka.


Karena Ternyata tanah luas itu begitu strategis jika dibuat usaha disana.


Uwak Lana menatap nanar pada adiknya itu. Mami Annisa menatapnya dengan dingin dan terselip sendu di dalamnya.


Mami Annisa melepaskan pelukan dari papi Tama dan berlalu ke belakang dimana Tania berada saat ini.


...****************...


Sabar ye? Akan othor jelaskan nanti. Nggak perlu bingung. Ikuti aja alur nya.

__ADS_1


Kalian akan menemukan kejutan disana nantinya!


__ADS_2