
Setelah puas melihat figura itu, seorang pelayan yang juga berasal dari Indonesia itu pun mengajak tamunya untuk menuju kamar mereka.
Ziana memilih satu kamar dengan Kendra demi bisa merawatnya. Dan tujuan Kendra saat ini ialah kamar Tania. Istri pertamanya.
Ada rasa tidak enak dihatinya saat melihat wajah datar Ziana saat memasuki kamar Tania dimana figura besar sudah terpampang jelas disana. Foto dimana keduanya sedang duduk berdua sambil berpelukan melihat matahari tenggelam.
Entah kapan Tania mengambil setiap momen itu. Yang jelas momen itu selalu teringat oleh Kendra. Ia menatap wajah Ziana yang kini berwajah datar dan tanpa ekspresi.
Ia memegangi tangan Ziana dan menyuruhnya untuk duduk di ranjang Tania di mana wangi harum tubuh Tania ada disana yang membuat dada Ziana kembali sesak tiada tara.
"Maaf Nna.. Bukan mkasud Abang sengaja membawa mu kesini. Abang tidak bisa berbohog lagi tentang hati dan perasaan ini. Maafkan Abang Nna.. Maafkan Abang.." Lirihnya tertunduk di pangkuan Ziana yang kini menatap datar pada figura keduanya yang terlihat seperti ingin berrciuman tetapi tidak.
Keduanya hanya menempelkan hidung satu sama lainnya yang membuat pose itu begitu mesra. Yang lagi dan lagi mencabik-cabik jantung hati Ziana yang melihatnya.
Ia memejamkan kedua matanya saat amarah melanda dirinya karena rasa cemburu nya yang begitu kentara terlihat untuk kakak sepupunya itu.
__ADS_1
Aku juga ingin dicintai olehmu sebesar kamu mencintai kak Tania, Bang Kendra!
Batinnya semakin menjadi. Diluar sana terlihat Aldo menatap gadis kecil itu dengan tatapan sendunya. Ia tidak ingin melihat pasangan suami istri yang masih halal itu yang membuat hatinya semakin sakit.
Aldo berlalu masuk ke kamar sebelah setelah tadi menerima telepon dari orang suruhannya tentang kabar terkini kecelakaan mobil Tania.
Maksud hati ingin menyampaikan berita itu, malah melihat pemandangan yang menyesakkan dadanya.
"Jangan mimpi kamu Al! Ziana itu cinta mati sama Kendra! Nggak mungkin kamu bisa masuk ke dalam hatinya! Lupakan Al! Lupakan gadis kecil yang sudah menjadi istri orang itu! Jangan jadi pebinor kamu!" gumamnya dengan hati nelanga dan bertekad melupakan Ziana yang merupakan istri muda Kendra.
Ia menghela napas panjang. Ia membuka matanya dan melihat Ziana yang kini sedang menatapnya dengan lekat.
Ziana melamun. Memikirkan apa yang terjadi setelah kakak nya di temukan. Akankah dirinya masih diberikan kesempatan untuk bisa memiliki Kendra??
Lelaki yang pertama kali ia jumpai dan sudah berhasil mengetuk hatinya??
__ADS_1
Apa yang akan ia lakukan jika Tania kembali? Akakah ia sanggup berpisah dari pemuda yang kini sudah bertahta dihatinya??
Kendra mengelus pipi Ziana dan juga kepalanya yang membuat istri mudanya itu tersentak karena terkejut.
"Maaf Nna.. Abang tidak bisa memberi cinta seperti yang kamu inginkan. Jika kamu ingin mengatakan Abang egois, ya. Abang egois! Abang egois karena terlalu mencintai kakak sepupu mu jauh sebelum kita di pertemukan. Jauh sebelum Abang bertemu dengan mu, Abang sudah jatuh cinta pada kakak mu yang saat itu sudah berusia enam tahun. Cinta masa kecil hingga Abang dewasa.
Maaf Nna. Abang tidak ingin menyakitimu. Dan Abang juga tidak bisa mempertahankan pernikahan ini. Terlalu sakit untuk bertahan di pernikahan ini.
Jujur, Abang nggak bisa adil untuk kalian berdua. Karena hati dan pikiran ku hanya untuk satu orang saja. Kamu adikku. Maka selamanya akan menjadi adikku. Maafkan Abang Nna.. Maafkan Abang yang sudah melukai perasaan kamu.
Abang tidak ingin memberikan harapan palsu padamu. Abang tidak ingin kamu terluka terlalu dalam karena mencintai lelaki seperti ku. Kamu masih muda. Dan masih bisa melanjutkan hidup.
Abang akan melapaskanmu setelah kabar kakak kamu, kita terima. Baik hidup ataupun mati, Abang tetap akan melepaskan kamu. Demi kebaikan bersama."
...****************...
__ADS_1