Princess Pratama

Princess Pratama
Season 3 ( Bulan madu di bumi Kairo )


__ADS_3

Setelah kedua pemuda yang menawan Jia dan riya pergi, kini tinggallah keluarga saja yang ada di sana. Ke empat bocah kecil itu sednag duduk bersama nenek dan kakeknya.


Mereka sedang mendengarkan celoteh dari ke empat anak itu. Kadang tertawa kadang terkekeh mendengar celoteh mereka berempat. Sementara kedua orangtuanya sednag memasak bersama pengantin barii di dapur sana. Ke empat pria matang itu sedang membantu istri mereka memasak nasi dalam jumlah banyak.


Akan ada acara selamatan di rumah itu. Dan keluarga itu sednag memasak saat ini. Opa Rayyan dan opa algi beserta istri mereka yang bertugas mengundang tetangga dan juga orang Indonesia yang kuliah di Universitas Al Azhar.


Rumah itu sedang di bersihkan oleh orang yang Jia dna Riya panggilkan untuk membersihkan rumah itu seperti biasanya. Alish bertugas mengganti semua kain jendela dna kain pintu di dalam rumah itu. Ia juga yang menghias meja prasmanan bersama Ummi Alzana.


Sesekali keduanya terkekeh karena pekerjaan keduanya itu selalu saja miring dan tidak pas. Abi Prince pun ikut membantu setelah melihat keduanya selaliu tertawa dan terkekeh bersama.


Oma Annisa sedang bermain bersama kedua cucu buyutnya. Beruntungnya dirinya masih bisa melihat cucu buyutnya dari cucu nya mami Tania. Mami Tania dan dan Abi Prince bermain bersama ke empat cucunya. Mereka tidak di izinkan untuk membantu apapun di rumah itu.


Sementara di dapur, Jia dan Riya sednag sibuk emnggoda ke empat adik sepupunya itu.

__ADS_1


"Ho, jadi begitu, toh? Alasan kalian menyusul ksini ingin bulan madu di bumi Kairo?" goda Jia yang membuat suaminya terkekeh.


"Kamu yang nggak pernah muda aja, sih, Kak?" sewot Dzaki yang di balas tawa renyah oleh Jia.


Jia dan Riya sedang membuka niqobnya saat ini karena Zayn dan Zayden baru saja mengoleskan salap ke wajahnya. Dzaki dan Dzaka sempat syok melihat wajah kedua kakak iparnya yang di penuhi lebam seperti itu. Apalagi Kiana dan Riana histeris melihat wajah kakak iparnya membiru dan lebam di pipi dan sudut bibirnya.


Putri kandung mami Ziana itu syok sekali melihat wajah kakak sepupunya itu begitu rusak akibat pukulan yang terus menerus keduanya terima. Beruntungnya Kiana dan Riana seorang dokter sama seperti mami Tania.


"Biarin ajalah Sayang mereka bulan madu di sini. Toh, kita juga akan bulan madu kedua kan di sini?" ucap Zayn yang diangguki oleh Zayden.


"Hooh, bener sekali! Mana tahu akan launching lagi si kembar, iya kan Sayang?" timpal Zayden yang di tepuk lengannya oleh Riya karena merasa malu dengan omongan suaminya yang menurutnya sedikit vulgar itu sementara kedua adiknya belum juga buka segel.


"Udah, ah! Diam! Kedua adik kita ini belum buka segel! Nanti saja kalau keduanya sudah bersatu dan menghasiilkan bibit unggul!" celutuk Jia pula yang membuat mereka semua di dapur itu.

__ADS_1


Tawa renyah terdengar dari dapur yang membuat para orangtua ikut tertawa renyah mengikuti anak muda itu.


"Hem, Kakak punya kamar banyak kan, ya di rumah ini?" tanya Dzaka pada Riya yang saat ini lebih dekat dengannya.


"Ada, banyka, kok. Rumah ini 'kan memiliki lantai tiga? Lantai satu kamar utama, yaitu kamar kami berdua yang berdampingan dengan kamar si kembar.


Di lantai dua ada tiga kamar. Di lantai tiga ada empat kamar. Balkonnya langsung berhadapan dengan Universitas Al Azhar. Kalain tinggal pilih, mau lantai yanga mana untuk menjadi kamar kalian. Kamranya sellau bersih dan rapi. Untuk kamar kedu cecunguk sialan itu berada di lantai di bawah yang paling ujung itu!" tunjuk Riya pada satu kamar yang hanya satu ada di sana.


Ke empat adiknya itu mengangguk setuju. "Kami pilih lantai tiga saja, Kak!" ucap Dzaka yang diangguki oleh Kiana, istrinya.


"Kami di lanta dua saja, Kak. Yang kamarnya paling ujung itu. Kalau di tengahkan kamar Abi dan Ummi? Oma Annisa pasti akan tidur bersama si kembar nantinya di kamar mereka berempat," ucap Dzaki pula yang diangguki oleh mereka semua.


Mereka smeua mulai menyiapkan makanan yang akan mereka makan nanti malam setelah maghrib. Makanan khas Indonesia yang di masak oleh Riya, Jia, Kiana dan Riana.

__ADS_1


__ADS_2