Princess Pratama

Princess Pratama
Tujuan mulia


__ADS_3

Mendengar ucapan Tania untuk Abi Kevin, Kendra tergelak keras. Hingga tamu yang duduk di teras bawah bersama para keluarga kini menoleh pada mereka berdua.


Mereka semua menatap serius pada keduanya. Ada papi Tama, Uwak Lana, Om Ali, Kakek Madan dan juga yang lainnya.


Mereka menatap dalam pada Kendra yang kini sedang tertawa. "Kamu lihat sendirikan Lana? Putra sulung Mutia itu tidak gila. Dan juga tidak pura-pura gila. Dia stress karena dikurung dirumah sakit oleh Kevin demi melindunginya dengan dalih jika dirinya stress dan gila. Padahal tidak. Kevin ingin melindungi putranya dari kekejaman putra tirinya. Kemarin malam aja, ia sempat mengamuk hingga kami terpaksa membawa pulang kesini atas izin dari Zee." Ucap Papi Tama pada Uwak Lana.


"Tapi Bang. Apa tujuan Kevin membuatnya seperti itu? Hingga dengan tega mengurungnya sampai dua belas tahun lamanya?" tanya Uwak Lana pada papi Tama masih meragukan Kendra, putra sulung Mutia dan kevin.


Papi Tama tersenyum, mata itu masih menatap keduanya di atas balkon yang kini sedang tertawa karena Tania terus menepuk lengan Kendra dengan kuat.


"Kevin ingin melindungi pewaris sah nya, Lana. Dua putra tirinya yang saat ini sedang mengurus semua perusahaannya yang ada di Indonesia dan Singapura itu milik Kevin dan Mutia. Keduanya merintis usaha itu dari nol. Tapi putra tirinya itu menganggap jika perusahaan itu milik Ibunya. Mereka mengakuisinya dengan cara ingin melenyapkan Kendra dan Kevin bersamaan.." lirih Papi Tama menceritakan kejadian yang sebenarnya saat tadi malam Kendra menjelaskan kenapa ia selama ini dikurung di rumah sakit demi melindunginya.


Lana dan semua orang tertegun mendengar ucapan Papi Tama tentang Kendra.


"Terus, bagaimana ceritanya jika Kendra bisa memimpin perusahaan sementara dirinya saat ini tidak sekolah?" tanya Uwak Lana yang dijawab dengan kekehan oleh Papi Tama yang membuat semuanya bingung dan keheranan.


"Kamu tahu Arti M.B.A Lana?"

__ADS_1


Deg!


"M.B.A? Master in Businis Administration? Bukannya itu gelar sarjana bagi yang sudah melanjutkan S2 ya?" jawab uwak Lana dengan wajah terkejutnya begitu pun dengan semua orang.


Papi Tama mengangguk, "Ya, M.B.A. Kendra merupakan sarjana terbaik lulusan Singapura dengan IPK tertinggi. Jika bagi semua orang butuh waktu hingga enam tahun, tapi ia hanya butuh waktu empat tahun untuk menyelesaikan semua itu. Dan itu pun ia lakukan saat dirumah sakit kakak kamu, Ira. Guru dan dosennya yang langsung di datangkan oleh Kevin dari Singapura yang merupakan sahabat lamanya sendiri. Dan Kendra merupakan seorang pebisinis muda yang saat ini sudah terkenal di Singapura yang dikenal dengan nama Princess Pratama!"


Dddduuuaaaarrr!!


"Apa?!" seru mereka begitu keras dan sangat kompak.


Papi Tama sampai meringis mendengar seruan mereka semua.


"Ada apa dengan mereka, sayang?" tanya Kendra pada Tania yang dijawab dengan gelengan kepala olehnya.


Mereka semua menatap Papi Tama dengan wajah terkejutnya. Papi Tama terkekeh, "Kalian itu kenapa? Kok yang kayak nggak pernah dengar aja sih nama itu?"


Uwak lLna mengerjab, "bukannya itu nama belakang Abang ya? Pratama?"

__ADS_1


Papi Tama mengangguk, "Benar!" jawabnya masih dengan tersenyum


"Terus?" tanya Om Ali pula


Lagi, Papi Tama tersenyum. Ia melihat kedua anak yang baru saja sah itu. Keduanya masih saja bercerita sambil sesekali terkekeh-kekeh.


"Kevin dan Kendra sengaja membuat nama samaran itu demi melindungi Kendra dari musuhnya. Yaitu saudara tiri Kendra sendiri. Bukankah Princess Pratama itu di kenal dengan putri keluarga Pratama?"


Mereka semua mengangguk.


"Keluarga kami sangat disegani diluar negeri. Mereka semua takut dengan nama Pratama. Kalian tahu sendiri lah seperti apa abang dan papa dulu berjuang keras untuk bisa mengembalikan perusahaan kami yang diambil alih musush papa karena kalah dalam tender? Jika bukan karena Annisa, mungkin kami tidak mungkin mendapatkan perusahaan itu lagi. Dan mereka pikir, jika Princess Pratama itu ialah Annisa. Seseorang yang sangat mereka takuti dan segani karena sikap tegasnya Annisa yang membuat mereka semua mati kutu saat berhadapan bersamanya."


"Tujuan Kevin sangat mulia. Ia ingin Tania pun sama seperti Annisa. Dan Abang sudah melihat itu. Jika Tania merupakan Annisa kedua. Lihat saja saat ini!" Tunjuk Papi Tama pada Tania yang kini sedang berwajah datar pada Kendra yang terus menertawakannya.


Mereka semua tertegun melihat itu. Benar, jika Tania merupakan titisan Annisa.


Wajah dan sifatnya sangat mirip dengan Annisa. "Tapi kenapa Tania. Bang?" tanya Uwak Lana lagi

__ADS_1


Papi Tama tersenyum lagi. "Karena hanya Tania yang bisa dan pantas mendampingi Kendra. Tania merupakan wanita pilihan yang mendapat tugas mulia ini. Tugas yang menentukan hidup dan mati Kevin, Mutia dan Kendra!" Jawab Papi Tama yang membuat semua nya sontak saja menoleh pada Tania yang kini sedang memukuli lengan Kendra saking kesalnya karena Kendra terus menertawakannya.


__ADS_2