
Lama Fatma termenung, tertegun dan tercenung memikirkan ucapan Tania padanya baru saja. Ingin hati mundur dan merasa takut untuk mengikuti apa yang ia inginkan.
Tapi disisi lain, saat ia sebatang kara di Jakarta. Keluarganya sudah tiada. Ia hidup merantau selama tiga tahun di Jakarta demi mencari Kendra.
Seseorang yang dulu begitu baik dan sangat perhatian padanya ketika ia berada dirumah sakit. Fatma memikirkan ulang ucapan Tania yang sengaja menyuruhnya untuk mundur.
Tania tidak langsung berkata kasar padanya. Tetapi arti dari ucapannya itu, Fatma paham. Bahwa dirinya tidak diizinkan untuk menikah lagi oleh Tania karena merasa trauma. Itulah yang terbesit dipikiran Fatma saat ini tentang Tania.
Hingga ia memutuskan untuk mengambil keputusan. Dan tetap keukeuh pada pendiriannya yang ingin menikah dengan kendra karena sudah tahu jika Tania gadis yang baik.
Awalnya ia ragu. Tetapi setelah mendengar cerita Tania, membuat tekadnya yakin untuk menikah walau jadi yang ketiga dihidup Kendra.
Tak apa menurutnya. Yang penting bisa menikah dengan lelaki pujaan hatinya itu. Hingga tercetuslah ucapan yang membuat Tania dan Kendra terkejut bukan main hingga raut wajah keduanya begitu pias terlihat dimata Fatma.
__ADS_1
"Tapi.. Aku tetap ingin menikah dengan Bang Kendra! Tak apa jadi yang ketiga! Aku ikhlas! Dan siap dimadu. Asalkan aku menikah dengannya!" Ucap Fatma begitu meyakinkan hingga membuat Tania dan Kendra terkejut bukan main menatap wanita dari masa lalu Kendra itu.
Tania dan Kendra saling pandang. Keduanya menghela napas panjang. Terutama Kendra. Kenapa dirinya begitu dikejar dan diinginkan oleh banyak wanita untuk dijadikan suami? Tidak tahukah mereka jika dirinya tertekan memiliki banyak istri?
"Maaf Fatma. Aku tidak bisa menikahimu. Aku tidak bisa berbagi hati, pikiran serta tubuhku denganmu! Aku cukup sadar diri. Diriku ini lelaki lemah yang tak sempurna. Aku tidak bisa menikahi kamu. Karena aku hanya menginginkan Tania saja. Sakit hati dan pikiranku aakn berakibat fatal bagi fungsi jantungku jika sampai aku membuat Tania terluka lagi. Aku tidak bisa, Fatma. Maaf.." Ucap Kendra menolak permintaan gila Fatma padanya.
Tania sampai menahan sesak didadanya. Dikira suamiku ini doyan apem banyak-banyak kali ya? Hingga dia rela menawarkan diri pada suamiku? Yang kayak nggak ada laki-laki lain aja sih? Batin Tania menatap aneh pada Fatma.
"Tapi Bang. Aku yakin, kamu pasti bisa! Jika kamu gagal dengan istri keduamu, tidak menutup kemungkinan bukan, akan berhasil saat bersamaku?"
Deg!
Deg!
__ADS_1
Kendra terkejut lagi mendengar ucapan Fatma. Kepalanya mendadak berdenyut. Tangan Kendra yang berada ditangan Tania, tiba-tiba saja menggenggam taganTania dengan erat membuat Tania menoleh seketika padanya.
"Abang tak apa?" tanya Tania pada Kendra yang kini menuduk sembari memijit pelipisnya karena sakit.
"Benarkan yang aku bilang? Kalau kamu gagal dengan istri keduamu, pastilah denganku tidak! Ayo kita menikah! Aku tidak akan menuntut apapun darimu. Asal kau mau menikah denganku, itu sudah cukup untukku!" katanya lagi yang semakin membuat kepala Kendra merasakan sakit yang tiada tara.
Tania yang paham segera menatap Fatma dengan tajam. Membuat gadis seusia Kendra itu terkejut karena ditatap sedemikan tajamnya oleh Tania, istri Kendra.
"Jangan memaksakan kehendakmu pada suamiku kak Fatma! Aku masih menghargaimu karena kamu sama sepertiku. Seorang wanita. Tetapi jaga batasanmu! Jangan memaksakan kehendak pada suamiku, jika dia tidak mau menerima kehadiran kamu! Karena ulahmu seperti ini, membuat suami ku sakit lagi! Jaga marwahmu sebagai seorang wanita, Kak! Jika suami ku tidak mau menikahimu, maka jangan memaksakannya! Kamu mau melihat suami ku mati karena ulahmu yang memaksakan kehendakmu padanya untuk tetap menikahimu?!"
Deg!
Deg!
__ADS_1