
Begitulah penjelasan papi Tama yang membuat Uwak Lana tertegun dan tercenung. Sempat terjadi adu mulut tentang poligami ini.
Maka papi Tama yang tahu tentang segalanya menjelaskan secara detail kepada Uwak Lana hingga pria dewasa itu bungkam seketika.
Bukan Uwak Lana tak tahu dengan semua itu. Hanya saja, beliau tidak terlalu mendalami masalah poligami ini.
Sekarang, ia hanya bisa terdiam dan terpaku di tempat. Penjelasan Papi Tama tadi begitu membuatnya tertampar.
"Dengarkan Abang, Lana. Bukan maksud Abang ingin menyingkirkan perjanjian atau apapun itu. Tetapi janji itu bisa hangus apabila keduanya ikhlas danridho jika tidak melanjutkan itu. Buat apa dilanjutkan jika akhirnya mereka berdua menderita karena terpaksa menikah?
Tidakkah kamu pikirkan tentang putrimu yang ajkan terpaksa menerima pemuda dewasa yang ternyata suami kakaknya sendiri?
Belum lagi dengan Tania. Dia bahkan rela mundur asalkan Ziana tidak terluka. Tidakkah ada simpati sedikitpun dihatimu, Lana?
Abang heran denganmu. Kenapa kamu begitu memaksakan kehendakmu terhadap putrimu dan juga menantuku?
__ADS_1
Tidakkah kamu tahu jika bukan hanya putrimu yang terluka. Tetapi juga putriku?? Ingat Lana! Berdosa bagi orang tua yang tetap memaksakan kehendak terhadap anasknya sampai ia tertekan!
Pernikahan itu bukan ajang main-main! Pernikahan itu sakral. Seali berjanji dihadapan penghulu, maka kamu sudah berjani dengan Allah. Jika kamu akan menjaganya seumur hidupmu!
Sebelum kamu mengambil keputusan, tanya dulu pada putrimu dan juga Kendra. Selaku yang bersangkutan untuk menikahi putrimu.
Lihat dulu kondisinya. Tertekan tidak keduanya jika dipaksa menikah? Belum lagi umur Ziana itu masih sangat muda. Dan masih labil-labilnya!" ujar Papi Tama panjang lebar menjelaskan keadaan putrinya dan juga menantunya.
Ia tidak tega melihat anak muda yang baru saja menikah itu tertekan karena masalah janji ini.
Ketahuilan Lana. Kendra sangat tertekan dengan keadaan ini. Tidakkah kamu melihatnya? Betapa dia begitu tidak ingin berpisah dari Tania?
Sementara di sisi lain, mau tidak mau dia harus menikah dengan putrimu. Yang ternyata sepupu Tania sendiri.
Menurut kamu, apa yang akan terjadi setelah ini? Kamu yakin jika ketiganya bahagia jika mereka disatukan? Akankah rumah tangga mereka aman dan damai??
__ADS_1
Abang rasa tidak!
Melihat kondiisi Tania yang begitu keras menentang pernikahan keduanya, belum lagi Ziana yang masih sangatlah kecil. Kendra pasti akan keriting kepala dan rambutnya menghadapi dua istri yang berbeda sifat, karakter dan semuanya!
Abang yakin itu! Pastilah menantuku akan beneran gila jika itu sampai terjadi!" katanya lagi yang membuat Mami Annisa tertawa ngakak karena mendengar papi Tama mengatakan Kepala Kendra akan keriting begitu juga dengan rambutnya jika memiliki dua istri sekaligus.
Uwak Ira pun terkekeh. "Aku nggak bisa bayangin bang, jika Kendra sampai dihadapkan pada dua wanita yang berbeda. Pastilah Kendra akan beneran keriting rambutnya menghadapi dua wanita sekaligus!"
Hahahaha..
Ruangan itu penuh dengan gelak tawa. Uwak Lana pun ikut tertawa.
Benar kata papi Tama. Jika Kendra pastilah akan beneran pusing menghadapi dua wanita yang berbeda sekaligus.
Lihat saja saat ini. Ia begitu kelimpungan membujuk Tania agar tidak pergi darinya jika ia jadi menikahi Tania nantinya.
__ADS_1