
Kendra menatap sendu pada Tania yang kini masih menunduk.
"Hunny.."
Tania menoleh dengan tatapan sendunya. Tercubit hati Kendra melihat wajah Tania. Ia bangkit dan duduk disamping Tania.
Kendra memeluknya.
Tania menangis di dadanya. Kendra pun demikian. "Maafkan abang, Hunny.. Maaf.. Karena kejujuran ku membuatmu terluka.. Maafkan suami mu hunny.." ucap Kendra memeluk erat tubuh Tania yang kini masih tersedu di pelukannya.
Kendra sadar, diruang tamu bukan waktu yang tepat untuk mereka berbicara lagi.
"Kita masuk. Nggak enak di dengar adik kita. Ayo!" ajak Kendra pada Tania.
Keduanya berjalan menuju kamar dengan saling berpelukan. Dari pintu dapur mami Annisa dan papi Tama menghela nafas lega.
"Akhirnya Bang!"
Papi Tama terkekeh, "Keturunan kamu sayang!" Papi Tama tergelak melihat wajah masam mami Annisa.
__ADS_1
"Iya keturunan aku! Tapi abang yang mencetaknya!" ketus Mami Annisa sembari berlalu yang di ikuti papi Tama dengan tergelak keras sambil menuju ke kamar mereka.
Sementara di dalam kamar pengantin baru yang sudah bersih dengan bunga itu kini keduanya masih saling berpelukan.
Sakit sekali hatinya saat mengingat jika Kendra akan menikah sedang mereka baru saja menikah. Kendra masih memeluk erat tubuh Tania.
"Dengarkan Abang, Hunny. Abang tidak bisa menolek perintah Abi dan Ummi. Pernikahan itu hanya ststus. Mungkin dimata semua orang dia istri abang. Tapi percayalah. Hanya kamu istri abang. Kami melakukan ini untuk melindungi mu. Nama mu adalah Princess Pratama, hunny. Sosok yang sangat ditakuti saat ini dikalangan pengusaha karena sepak terjangnya. Karena itu. Demi kamu hunny. Demi kamu, cintaku! Bukan karena yang lain..kami harus menyembunyikan identitasmu, hunny.." ujar Kendra mengakui tujuan yang sebenarnya.
Tania mengurai pelukannya dari tubuh Kendra. Masih dengan terisak, Tania berusaha berbicara dengan memegang pipi Kendra yang kini juga basah air mata.
"Tapi aku tidak rela melihatmu menikah lagi, bang! Bisa runtuh dunia ku jika melihatmu menikah lagi. Tidak bisakah kamu menolaknya? Ataupun mengundurkannya? Kita cari jalan keluar lain ya?" Bujuk Tania untuk yang kesekian kalinya.
Kendra memegang tangan Tania yang saat ini memegang pipinya. Ia menggeleng, "Nggak bisa Hunny. Semua ini sudah keputusan bersama. Kamu tetap istri sah abang. Kamu satu-satunya. Satu untuk selamanya. Pernikahan itu hanya formalitas. Kami terpaksa menutupi identitasmu, hunny. Demi kamu. Bukan karena Abang ingin menikahinya. Percayalah Hunny!" Jawab Kendra yang membuat Tania kembali tersedu.
Kendra kembali memeluknya. Inilah yang ia takutkan. Tania tidak mau dan tidak akan pernah mengizinkannya untuk menikah lagi.
"Maaf Hunny.. Maaf.."
Tania menggelengkan kepalanya. "Nggak bisa bang.. Aku tidak akan pernah mengizinkan mu menikah lagi! Jika sampai kamu nekad melakukannya, maka aku akan menghilng dari muka bumi ini!"
__ADS_1
Ddduuaarrr!!
"Hunny... Hiks.. Dengarkan dulu. Ini demi kebaikan kita, kamu, Abang dan semua orang sayangku. Demi melindungi kamu, keluarga mu dan juga perusahaan kita yang saat ini berada diluar negeri. Abang mohon sayangku.. Biarkan Abang menikah lagi, Ya?"
Tania menatap Kendra dengan wajah datarnya. Mendadak wajah Kendra pias melihat wajah Tania.
"Hun-,"
"Hoo.. Kamu sangat ingin menikah lagi kan? Huh? Baik! Menikahlah! Tapi lepaskan aku dulu!"
Ddduuaarr!
Kendra melotot, "Nggak akan!" jawabnya tegas dengan kepala menggeleng.
Tania tersenyum kecut. "Aku tidak peduli! Kalau kamu ingin menikah lagi, silahkan! Tetapi lepaskan aku! Tidak perlu membujukku dengan cara apapun! Sekali aku bilang tidak, selamanya akan tidak! Aku tidak peduli jika penyakitmu kambuh lagi! Terserah!" Kendra kembali melototkan matanya, "Tetapi sekali aku mengatakan tidak, maka selamanya akan tidak! Kamu ingin menikahi gadis lain demi melindungiku?? Bulshit! Pembohong kamu! Katakan saja jika kamu juga menginginkan wanita ini, bukan begitu bang Kendra??"
Kendra menggeleng masih dengan wajah piasnya.
Tania tertawa. Seram sekali. Kendra menatapnya tidak berkedip. Jantungnya bertalu-talu mendengar penolakan Tania.
__ADS_1
Benar kata Mami Annisa. Sekali ia berbuat maka dunia nya akan runtuh seketika.
Terbukti sekarang.