
Tangan Tania bergerak cepat mencukur rambut halus yang tumbuh dirahang tirus Kendra. Sementara Kendra masih saja menatap lekat pada sosok yang selama ini begitu ia rindukan dan sangat ia cemaskan.
Tania dengan telaten mencukur rambut itu hingga bersih. Setelah bersih, ia gunakan lagi alat cukur itu setelah mengoleskan gel khusus untuk pencukur di rahang Kendra.
Kendra bergeming. Mata itu tetap melihatnya dengan lekat. Ada rasa yang membuncah ingin menyentuh istrinya itu. Has rat yang dulunya padam saat Tania menghilang kini kembali lagi.
Kendra memejamkan kedua matanya saat tangan halus Tania mengusap lembut rahangnya yang tirus kini sudah licin kembali.
Cup!
Mata Kendra terbuka. Ia melihat mata bulat bening mirip mami Annisa kini menatapnya lekat dengan bibir tersungging senyum manis.
"Kita mandi ya? Sudah berapa lamu kamu nggak mandi Bang?" Tanya Tania dengan segera berlalu menyiapkan air untuk Kendra mandi.
Kendra mengikuti Tania dari belakang. Ia berjalan perlahan mengikuti Tania. Tubuh jangkungnya yang semakin kurus tidka membuat langkahnya goyah seperti biasanya saat Dokter Kenan datang untuk membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
Entah kekuatan dari mana, Kendra bisa bangkit dan berdiri lagi. Ke empat paruh baya itu terbengong melihat Kendra yang bisa berjalan tegak seperti saat dia sehat dulunya.
"Itu Kendra, Dek?' tanya mami Annisa pada Dokter Kenan dan Dokter Bella.
Keduanya mengangguk tanpa suara dengan mulut menganga. Papi Tama terkekeh melihat kedua adik iparnya itu.
"Iya, Sayang. Itu menantu kita," jawab papi Tama menggantikan kedua orang yang sedang terbengong melihat Kendra.
"Benar kata orang. Kekuatan cinta itu memang benar adanya. Bukan bualan semata." Ucap Dokter Kenan yang diangguki oleh Dokter Bella.
"Kekuatan cinta itu ada pada orang yang meyakini cinta itu sendiri. Cinta memang buta. Tetapi kekuatan yang dihadirkan oleh cinta bisa mengubah segalanya. Contohnya Kendra saat ini. Padahal dirinya selama hampir tiga tahun ini sakit jiwa karena tertekan dan rasa bersalahnya terhadap kedua istrinya. Tapi lihatlah saat ini? Apa yang terjadi dengannya?
Kendra kembali sehat dan bisa berjalan lagi. Bukan itu saja. Bicaranya pun sudah normal sama seperti kita. Tidak terlihat jika dirinya seperti orang gila." Ujar Dokter Kenan yang diangguki oleh mereka bertiga.
"Ya.. Itulah yang dinamakan cinta. Ada orang yang tergila-gila karena cinta. Ada juga orang rela mati karena cinta. Sebenarnya cinta itu fitrah. Cinta memang buta. Tidak memiliki mata untuk bisa melihat dan menilai mana yang baik dan mana yang salah. Terkadang karena saking cinta, orang rela berbuat salah demi orang yang di cintainya. Kekuatan cinta itu benar adanya.
__ADS_1
Cinta yang suci dan tulus bisa menyembuhkan luka. Luka yang sulit untuk sembuh, bisa kembali sembuh karena keajaiban cinta.
The power of love! Kekuatan cinta itu nyata dan benar-benar ada. Terbukti saat ini." Ujar Dokter Bella menimpali ucapan suaminya Dokter Kenan.
Mereka berempat terharu melihat Kendra yang saat ini sudah kembali seperti sedia akla. Ia sudah sembuh dan sehat. Tetapi, Dokter Kenan tetap akan melihat perkembangannya lagi sebelum Kendra dibawa pulang kerumah Mereka nantinya.
Kendra yang sudah sembuh dan akan dirawat langsung oleh san ahlinya. Sang pemilik hati, jiwa dan raganya. Sritania Puteri Pratama.
...****************...
Maafkheun othor ye?
Ada salah penempatan nama pada Dokter Dimas yang seharusnya dokter Kenan yang merupakan suami dari Dokter Bella adik kandung seayah dengan mami Annisa. Akan othor revisi. 🙏🙏
Sekali lagi, maafkan othor ye? Karena othor salah tulis. 😁😁🙏🙏
__ADS_1