Princess Pratama

Princess Pratama
Pengakuan Kendra


__ADS_3

"Nna.. Kamu bisa kan melupakan Abang setelah ini? Jangan lukai hatimu hanya untuk melihatku bahagia. Abang bahagia jika bersamanya. Abang hanya ingin dia Nna.. Bukan yang lain.." lirih Kendra begitu pelan di akhir kalimatnya yang membuat jantung gadis belia itu serasa ingin lepas dari tempatnya.


Sakit sekali!


Ziana menatap lekat padanya. "Kenapa?" tanya nya masih dengan wajah datarnya.


Kendra menatapnya dengan sendu.


"Kenapa Abang begitu tega padaku? Kenapa hati ini harus terikat dan terpikat padamu? Huh?" seru Ziana dengan suara rendahnya yang membuat Kendra memejamkan kedua matanya untuk meredakan rasa sakit yang kini menyergap hatinya karena merasa bersalah pada istri muda nya itu.


"Maafkan Abang, Nna.. Abang tidak tahu akan seperti ini jadinya. Abang pikir, kamu tetap menganggap Abang sebagai iparmu walau nanti kita sudah menikah."


Ziana terkekeh hambar menanggapi ucapan Kendra. "Abang pikir aku tidak punya hati begitu?? Abang pikir aku ini robot?? Hingga hatiku tidak tersentuh saat kebaikan dan juga kelembutan mu saat memperlakukan diriku begitu??"

__ADS_1


Seru Ziana lagi masih dnegan suara rendahnya. Kendra menggeleng.


"Maaf Nna. Bukan Abang tidak memikirkan hal itu. Abang sudah memikirkannya. Bukankah sebelum kita menikah, kita berdua sudah membuat kesepakatan?" Ziana menatap lekat padanya, "Kesepakatan yang mengatakan jika kita berdua tidak boleh main hati disini. Pernikahan ini bersifat sementara, Nna. Tidakkah kamu mengerti jika posisi ku juga sulit disini??


Kamu merasa jika kamu saja yang tersakiti. Lalu bagaimana denganku yang telah di tolak oleh istriku sendiri saat aku baru berbicara ingin menikah lagi? Kamu pikir hati ku kuat untuk menerimanya?? Nggak Nna. Nggak gitu!


Abang juga punya hati sama seperti kamu. Kamu menganggap, jika kamulah yang paling tersakiti disini. Kamu salah Nna. Bukan hanya kamu. Abang dan Tania pun tersakiti disini. Bahkan akulah yang paling sakit disini karena harus menikahi dua saudara sepupu dalam waktu selang satu bulan saja.


Kamu bisa mengatakan jika kamu sakit disini. Lantas bagaimana dengan ku dan Tania? Kami terpaksa harus menerima kehadiran orang lain di dalam biduk rumah tangga kami yang baru saja bertunas.


Kami tidak mampu untuk membawa orang lain Nna. Jangankan untuk membawa orang lain, diri kami saja selamat itu sudah bersyukur sekali." Ungkap Kendra yang membuat Ziana semakin merasakan sakit yang tiada tara dihatinya.


"Hiks.. Kamu jahat Bang! Kenapa kamu tega sama gadis kecil sepertiku? Apa salahku? Hingga kamu membuatku seperti ini??" rajuk Ziana yang membuat Kendra bangkit dari posisinya dan menghadap pada Ziana yang kini menunduk dan terisak.

__ADS_1


"Maafkan Abang, Nna. Sekali lagi Abang minta maaf. Abang tahu cara kita menikah salah. Dan kamu terjebak di dalamnya. Abang akan melepasaknmu setelah kita menemukan kabar tentangnya. Agar kamu tidak lagi merasakan sakit disaat kamu melihat kebersamaan kami nantinya."


Ziana menggeleng, "Tapi aku mencintai kamu bang Kendra! Apakah tidak ada sedikitpun rasa dihati kamu untuk gadis kecil seperti ku ini??"


Kendra segera memeluknya dengan erat dan membenamkan wajah Ziana di dadanya.


"Sekali lagi maafkan Abang, Nna.. Abang tidak bisa memberimu cinta ini. Karena cinta ini sudah menemukan pemiliknya dan rumahnya untuk berpulang. Kamu hanya Abang anggap seorang adik, sayang. Adikku. Adik kecilku!" Ungkap Kendra yang menambah luka hati Ziana karena telah meolaknya.


Ziana semakin tersedu di pelukan hangat sang suami kakak sekaligus suaminya itu. Ia sangat sakit mendengar pengakuan Kendra tentang posisi nya di hati lelaki yang sudah bertahta dihatinya itu.


...****************...


__ADS_1


__ADS_2