
Tania membulatkan matanya dengan mulut menganga. Ia lupa akan hal itu. Saking senangnya melihat keakraban keduanya, ia sampai lupa mengatakan siapa nama si kembar pada Kendra.
Tania meringis kala melihat pelotototan mata tajam dari mami Annisa padanya. Ia terkekeh kecil.
"Ehehehe.. Maaf Bang. Aku lupa. Namanya mungkin tidak bagus menurut Abang. Tetapi ini sesuai dengan keduanya kok." Ucap Tania merasa sedikit bersalah pada Kendra.
Kendra mengangguk paham, "Tak apa. Yang penting sudah kamu beri nama. Apapun namanya pasti bagus untuk keduanya. Siapa nama kedua putraku, mami?" tanya Kendra pada mami Annisa.
"Jawab pertanyaan suami kamu, Tania!" ucap mami Annisa sedikit ketus yang membuat Tania meringis lagi.
Tania menyengir melihat kepada maminya itu. "Oke, oke! Kakak kasih tahu. Nama keduanya adalah Zayndra putra Wiryawan dan Zayden Putra Wiryawan. Untuk Abang, dipanggil Zayn. Dan adek dipanggil Zayden. Zayn dan Zayden memiliki arti tampan. Kedua putraku sangat mewarisi wajah tampan Abinya. Makanya aku berinama itu." Jelas Tania yang diangguki dengan senyum tampan oleh Kendra.
"Nama yang bagus sesuai dengan orangnya. Kedua putraku memanglah tampan. Terimakasih karena sudah memberikan nama yang bagus untuk kedua putra kita, Hunny." Ucap Kendra yang diangguki oleh Tania dengan senyum merekah dibibirnya.
Tania sangat tahu seperti apa Kendra. Ia tidak akan menolak nama pemberiannya. Karena pemberiannya itu merupakan nama yang sudah Tania siapkan jauh sebelum ia menikah dengan Kendra.
__ADS_1
Nama itu terbesit begitu saja dipikirannya saat membaca sebuah artikel di gulu-gulu tentang nama anak kembar untuk anak lelaki. Tanpa diduga oleh Tania, ia langsung suka pada kedua nama itu.
Tania berkhayal, jika dirinya bertemu dengan Kendra dan akhirnya menikah terus memiliki anak, maka nama itulah yang akan ia berikan untuk kedua putranya itu.
Dan saat ini?
Semua itu terwujud. Impian lama yang Kendra sendiri pun tidak tahu. Bagiamana Tania ingin memberitahu. Baru satu minggu menikah, dirinya sudah mendapatkan pengakuan dari suaminya tentang pernikahan keduanya yang membuat dunia Tania runtuh seketika.
Harapan tinggallah harapan. Harapan keinginan Tania hancur saat pengakuan Kendra tentang pernikahan keduanya itu. Pernikahan yang berlandaskan hanya Simbiosis saja. Bukan yang sesungguhnya. Tetapi pernikahan itu tetap sah dimata agama.
Sedang dihukum tidak tercatat. Karena pernikahan kedua Kendra itu bersama Ziana bersifat rahasia hingga saat ini. Karena saat menikahi Ziana, ia masihlah berumur enam belas tahun tiga bulan lagi genap tujuh belas tahun.
Ia terpaksa menikah tanpa persetujuan Tania. Bahkan Tania memilih mundur saat tahu dirinya menikah lagi. Hanya demi menyelamatkan perusahaan dan juga janji mereka para orangtua yang kini berujung duka.
Bagaimana tidak duka?
__ADS_1
Perusahaan yang diurus Kendra sudah berpindah tangan pada Pamannya. Dan saat ini, merekalah yang mengakuisi perusahaan itu. Walau dulunya bangkrut, kini sudah sembuh kembali berkat Aldo.
Tetapi ketika perusahaan itu kembali jaya, malah direbut oleh Paman Kevan. Dan aldo mereka buang entah kemana saat itu.
Sedangkan Ziana?
Adik sepupu sekaligus adik madu Tania itu kini menghilang bagai ditelan bumi. Baru satu bulan ini mereka mengetahui keberadaan Ziana yang sangat jauh dari mereka.
Dan untuk menjemput Ziana, butuh waktu. Mereka tidak bisa terburu-buru. Mengingat Kendra masihlah sakit saat ini. Butuh waktu sebulan lagi untuk bisa menyusul Ziana kesana membawanya kembali.
Tania menghela napas panjang saat mengingat adik sepupu sekaligus madunya itu. Kendra menatap Tania begitu lekat. Ia tahu, ada sesuatu yang Tania sembunyikan darinya.
Tapi apa? Pikir Kendra.
Ia bertekad akan bertanya kepada istrinya malam ini. Masih ada masalah keduanya yang belum selesai ia bahas.
__ADS_1
Mengingat itu, Kendra jadi merasa bersalah pada Tania. Malam ini. Ya, malam ini. Ia akan mengatakannya pada Tania jika dirinya tidak marah lagi akan perlakuan Tania kemarin malam padanya.