Princess Pratama

Princess Pratama
DPBR bab 4 merubah wujud?


__ADS_3

Mami Tania masih bungkam dengan ucapan kebenaran yang mengingatkan tentang kedua putra tampannya itu.


Masih teringat jelas olehnya tentang si kembar yang dulunya juga di jebak oleh kakak kelasnya karena menyukai kedua putranya itu.


Kakak kelas si kembar sengaja membuat adegan jika dirinyalah korban pelecehan keduanya, padahal sebenarnya tidak. Ia sampai membuat si kembar di DO dari tempat sekolahnya hingga mami Tania memasukkan mereka ke dalam pesantren demi melindungi keduanya.


Pada kenyataannya, semua itu hanya fitnah saja untuk pangeran tampannya itu. Kakak kelas si kembar sempat meminta maaf dan mengakui perbuatannya setelah mami Tania bergerak mencari tahu asal muasal sebab kedua putra tampannya itu di DO.


Tetapi, sayang. Permintaan maaf dari kakak kelas si kembar dan juga pihak sekolah yang meminta si kembar untuk kembali, tidak di kabulkan oleh mami Tania. Mami Tania sangat kecewa dengan pihak sekolah dan juga kakak kelas si kembar.


Hanya karena ingin memiliki salah satunya yang terkenal murah hati, santun dan sangat ramah itu, kakak kelas si kembar tega melakukan tindakan tak senonoh dengan cara menjebak keduanya. Hingga keduanya di keluarkan dari sekolah mereka.


"Sudah ingat? Jika belum, akan abang ingatkan lagi! Bukan hanya itu, Hunny! Si kembar juga pernah hampir di bunuh oleh pacar tetangga kita yang saat ini sudah pindah. Jika saat itu abang terlambat, apa mungkin saat ini si kembar tetap bersama kita? Nggak Hunny! Nggak akan ada si kembar lagi jika wujud asli kedua putra kita masih di gilai oleh banyak wanita muda hingga dewasa!" seru abi Kendra mendadak terpancing emosi saat mengingat kejadian lima bulan yang lalu tentang si kembar.


Mami Tania menunduk. Ia tidak menyahuti ucapan Abi Kendra. Tetapi, gerakan tubuhnya yang berguncang itu menjawab ucapan sang suami baru saja.


Abi Kendra mendekatinya dan memeluknya dengan erat. "Abang harus melakukan semua ini. Abang terpaksa hunny. Coba kamu bayangkan saat ia ke Aceh dan tinggal bersama Ontinya? Akankah Onti dan Omnya sanggup menjaga keduanya? Sementara keduanya itu sudah dewasa?" mami Tania semakin tergugu.


"Maka dari itu, abang memutuskan hal ini demi kebaikan mereka berdua. Semua ini abang lakukan demi keselamatan mereka. Kita tidak bisa terus menjaga keduanya, Hunny. Hanya cara ini yang bisa kita lakukan untuk membuat keduanya selalu aman dan terjaga. Percayalah! Abang pun berat melakukan hal ini. Tetapi, ini harus Hunny. Mau 'kan kamu menuruti apa ucapan abang? Demi si kembar dan keselamatannya. Abang tidak menjamin keduanya akan selamat jika masih berparas tampan seperti itu!" ucap Kendra terdengar sedikit mengeluh tentang paras kedua putranya yang mirip sekali dengannya itu.

__ADS_1


"Kita akan membimbing dan menjaga keduanya sampai kedua putra kita menemukan seseorang yang ikhlas dan menerima mereka apa adanya tanpa melihat fisik. Abang yakin, di belahan bumi lainnya, masih ada wanita sholehah yang sama sepertimu akan menjadi bidadari surga untuk kedua putra kita. Di saat keduanya sudah menemukan cintanya, maka kita harus membuang cap buruk rupa itu hingga ke dasar bumi! Mana rela abang, putra kita yang sangat tampan sama seperti abinya itu harus selalu menggunakan tompel dan juga gigi tonggos?" ucap Abi Kendra yang membuat mami Tania mengurai pelukannya dan menatap Kendra dengan menyelidik.


"Tompel palsu dan gigi tonggos? Maksud Abang, yang kayak giginya kakek Bokir? Pemain film jaman Oma Alisa dulu?" tanya mami Tania yang di jawab anggukan serius oleh Abi Kendra.


Plak!


Plak!


"Awww.. Hahahha..." Abi Kendra tertawa saat melihat mami Tania terus memukul lengannya karena kesal dengan ucapannya itu.


Bagaimana tidak kesal? Abi Kendra akan merubah wajah kedua putra tampannya itu layaknya si tompel bergigi jongos di film jaman dulu. Bisa-bisanya Abi Kendra memiliki ide di luar nalar. Mami Tania terus menimpuk suaminya itu dengan bantal. Lelah dengan tangan, gantian dengan bantal pula.


Keduanya terkekeh saat membayangkan jika wajah keduanya dipakaikan tompel dan juga gigi palsu yang sangat susah untuk mingkem itu. Keduanya tidak marah. Malah setuju dengan rencana abinya itu.


Kedua putranya itu masih terkekeh melihat mami mereka sedang menyerang Abi Kendra dengan brutalnya. Bukannya marah, Abi Kendra semakin tergelak keras saat membayangakn si kembar menggunakan gigi palsu itu saat pulang ke Aceh nanti.


Apakah Onti dan Om mereka tidak akan terkejut saat tahu jika keponakan tampan mereka berubah menjadi buruk rupa?


Bukan hanya itu rencana Abi Kendra. Beliau juga berencana ingin membuat lulur berwarna sawo matang untuk kulit keduanya. Agar kulit putih keduanya yang mirip dengannya itu tersamarkan.

__ADS_1


Si kembar sampai geleng-geleng kepala mendnegar ucapan abi mereka pada mami tania yang semakin membuat mami tania kalap memukulnya semakin keras dnegan bantal.


Keduanya perang bantal. Yang satu mengamuk, yang satu lagi tertawa. Persis seperti orang gila. Eh?


Si kembar terkekeh-kekeh melihat tingkah kedua orangtuanya itu. Bukannya bermesraan malah saling timpuk dengan bantal. Keduanya menggelengkan kepalanya karena takjub dengan tingkah abi dan maminya itu.


"Bagaimana Bang? Abang mau berubah menjadi jelek?" ledek Zayden pada Zayn yang kini berdecak tetapi, terkekeh.


"Abang rasa ini yang terbaik untuk kita. Benar kata Abi. Tidak selamanya kita di jaga oleh mereka. Kita ini sudah dewasa. Sebenarnya, tanpa di jaga pun kita bisa melindungi diri sendiri. Hanya saja, terkadang apa yang orangtua katakan itu benar adanya. Kita tidak bisa membantah mereka selagi itu benar. Dan, ya. Abang setuju dengan rencana Abi. Begitu lebih baik daripada kita selalu menjadi sasaran penjebakan wanita?


Mungkin benar yang di katakan Abi. Dengan begini, kita bisa melihat. Siapa yang mau berteman dengan kita tanpa melihat wajah dan status kita. Dan juga.. Mungkin bidadari surga kita sudah menunggu kita di sana saat ini?" selorohnya pada Zayden yang kini menatapnya dengan malas.


"Mana ada bidadari di sana yang suka sama kita dengan wajah buluk kita? Bidadari kuburan iya!" ketusnya kesal yang membuat Zayn tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban saudara kembarnya itu.


Abi Kendra dan mami Tania saling pandnag mendnegar ucapan kedua putranya itu. Tak lama, keduanya pun terkekeh-kekeh mengingat ide Abi Kendra yang akan membuat keduanya jelek saat pulang ke Aceh tiga hari lagi.


Ya, kedua orangtua itu sudah memutuskan akan mengantarkan si kembar tiga hari lagi. Mereka msih menunggu surat kepindahan dari RT yang sekarang untuk dibawa ke Aceh. Kedua orangtua itu sudah memutuskan putra mereka akan mengambil jurusan apa di sana nantinya.


...****************...

__ADS_1


Othor sanggupnya dua bab aja disini. Karena udah satu bab di kamar Andara. Yuk mampir, bagi yang belum mampir! 🙏


__ADS_2