Princess Pratama

Princess Pratama
DPBR Bermalam di pantai batu putih


__ADS_3

Puas berbicara dengan penolongnya dulu, Ibu Husna mengembalikan ponselnya pada Zayn yang kini sudah bergabung kembali dengan mereka bertiga setelah puas meminum buah kelapa sebanyak dua buah.


Jia sampai mengomel di buatnya. Tetapi, Zayn menanggapinya dengan tertawa saja. Ibu Husna baru tahu jika kedua istri Zayn dan Zayden itu sepupu keduanya.


Ibu Husna tertawa melihat tingkah Jia yang terus memarahi Zayn karena sudah menghabiskan es kelapa milik Ibu Husna.


"Sudah, Nak. Tak apa. Ibu nggak marah, kok. Kelapanya memang tinggal dua lagi. Wajar kan kalau habis?" ucap Ibu Husna melerai Jia yang terus menepuk lengan suaminya yang kini terus tertawa itu.


"Tapi, Bu-,"


"Udah, ih! Iya, abang bayar! Kamu ini! Yang kayak suami kamu ini nggak punya uang aja, sih?" sungut Zayn pura-pura kesal yang membuat Jia mendadak terdiam. Riya tertawa melihat adiknya terdiam karena ulah Zayn baru saja.


"Berikan nomor rekening Bu Husna! Biar saya transfer saja!" ucap zayn yang membuat Ibu Husna tersentak.

__ADS_1


Lagi dan lagi situasi yang sama kini mendatangi dirinya. Beliau menatap Zayn dengan tersenyum teduh. "Tak usah, Nak. Ibu ikhlas, kok, memberikan kalian esnya? Cuma enam kan, ya? Udah, anggap aja itu gratis bagi kalian pasangan pengantin lama rasa baru!" selorohnya yang membuat Zayn tertawa.


Begitu pun dengan Zayden. Riya terkekeh saja. Sementara Jia? Ia hanya bisa terdiam saat ini.


"Ya, sudah kalau Ibu Ikhlas. Kami harus kembali, Bu. Tidak pulang, sih. Menginap di Hotel ujung sana saja. Besok, pagi-pagi sekali kami baru pulang. Nggak bisa lama-lama tinggalin rumah kita, bisa-bisa ayam jago dan hewan peliharaan mertua saya bisa ngamuk lagi sama saya?" balas Zayn yang juga berseloroh.


Ke empat orang itu tertawa. Jia yang paham akan situasi, ia menuju ke meja es kelapa dan membuka dompet yang selalu ia bawa di balik khimar panjangnya. Jia mengeluarkan lima puluh lembar uang berwarna merah dan meletakkannya di bawah teko yang tersedia di sana.


Setelah selesai, ia segera kembali. Jia berpamitan lebih dulu, di susul Riya, kemudian Zayn dan Zayden setelah mengucapkan banyak terima kasih karena sudah bersedia memberikan es secara gratis pada mereka.


Ibu Husna tersenyum melihat ke empat anak muda itu. Ia mengumpulkan gelas kotor dan segera membawanya ke belakang. Pada saat ia mengangkat teko kosong itu untuk di cuci, ia terkejut melihat lima puluh lembar uang berwarna merah berada di sana serta secarik kertas.


"Maaf, Jia cuma bisa ngasih ini ke Ibu. Jia nggak punya uang cash banyak kayak suami Jia. Jia harap, Ibu menerimanya, ya? Itu harga yang pantas untuk enam gelas es kelapa buatan Ibu Husna. Farajia Zayn. Ya, Allah!" Ibu Husna menutup mulutnya karena terkejut saat menyadari jika uang itu berasal dari istri Zayn.

__ADS_1


Ibu Husna berlari keluar ingin mengembalikan uang itu, ia malah kecewa saat melihat mobil yang mengangkut putra dan menantu Abi Kendra itu sudah berlalu dan meninggalkan pantai itu.


Ibu Husna menunduk dan terharu. Ia menitikkan air matanya. "Semoga kehidupan kalian berempat selalu bahagia. Bisa melahirkan anak yang baik dan sholeh seperti kalian. Terima kasih, Nak! Ibu berhutang sekali lagi pada kalian.." lirihnya memeluk erat uang itu dan menangis terharu lagi seperti dulu.


Sementara ke empat anak muda itu segera menuju ke Hotel yang dekat dengan tepi pantai. Ke empatnya segera chek-in dan masuk ke kamar mereka setelah membayarnya.


Semua itu sudah di rencanakan, makanya mereka bisa menginap. Jangan pikirkan tentang ayam dan hewan peliharaan Abi Prince. Semua itu sudah aman terkendali. Hewan-hewan itu sudah duduk manis dan begitu kekenyangan di dalam kandangnya saat ini.


Zayn dan Jia emmasuki kamar mereka yang berhadapan dengan kamar zayden dan Riya. Ke empat orang itu langsung masuk dan beristirahat.


Istirahat sejenak untuk menyambut sholat maghrib. Mereka bersih-bersih terlebih dahulu sebelum makan malam romantis di tepi pantai yang sudah di siapkan oleh Zayn dan Zayden tadi.


Kedua istri itu tidak tahu. Mereka tahunya hanya makan malam bersama saja. Acara ini sudah keduanya susun sebelum mengajak istri mereka untuk jalan-jalan.

__ADS_1


Zayn dan Zayden sepakat melakukan kejutan ini untruk istri mereka. Kejutan spesial bagi pasangan yang sedang berbulan madu. Tak apa jika keduanya menghabiskan banyak uang demi bisa menyenangkan istri mereka. Toh, uang habis bisa di cari lagi bukan?


__ADS_2