
"Ho, baiklah.. Baik! Kalian masih ngotot juga, hem? Kita apakan keduanya Bang? Kita jadikan sate atau kambing guling?" tanya Ummi Alzana yang membuat keluarga menghela napasnya.
Jika sudah berbicara sate dan kambing guling, semua keluarga memilih diam. Abi Prince tersenyum menyeringai.
"Ide bagus, Hunny! Tetapi, sebelum itu, kita buat otak keduanya gila terlebih dahulu. Agar keduanya tidak sadar apa yang akan terjadi selanjutnya!" tukasnya menatap tajam pada kedua pemuda yang kini menatap datar pada mereka.
Ummi Alzana menyeringai. Ia berdiri dan mendekati kedua pemuda itu. Ia mengambil bukti surat nikah dan juga beberapa lembar surat yang bertuliskan bahasa arab dan bahasa Mandarin. Ummi Alzana menyeringai.
"Alish?" panggilnya begitu manis pada Alish yang kini tersenyum dan mengangguk.
"Dzaka, Dzaki?" panggil Ummi Alzana lagi pada kedua pemuda yang kini mengangguk dan tersenyum menyeringai itu.
"Kiana! Riana!"
"Siap Ummi!" sahut kedua istri Dzaka dan dazki itu.
"Zayn, Zayden? Masih ingin memberi kesempatan kepada mereka?" tanya Ummi Alzana sembari mendekati Oma Annisa yang kini menatap dingin pada kedua pemuda itu.
__ADS_1
"Mami ingin turun tangan sendiri atau-,"
"Biar mami sendiri yang menangani keduanya!" potong mami Annisa yang membuat kedua lelaki itu kebingungan.
Bukannya mendekati kedua lelaki itu, malah yang di panggil tadi berpencar dan sibuk berbicara di telepon. Ummi Alzana menyeringai sinis.
"Tunggulah sebentar lagi. Kalian akan tahu apa yang sedang kami renacanakan," imbuhnya santai sembari menuju ke dapur dan mengambil minuman dingin serta air hangat untuk tetua yang saat ini begitu kehausan. Zayn membantu Ummi Alzana dengan membawa gelas dan nampan.
Zayden membawa pisau dan juga buah yang ia ambil dari dalam kulkas. Tak peduli dengan kedua lelaki yang ini menatap tajam pada Zayn dan Zayden.
"Hentikan semua ini! Kalian sadar tidak? Kalian itu sedang berada di rumah kami! Seharusnya, kalian pergi dari sini! Mengganggu saja!" teriak lelaki yang mengaku menjadi suami Jia itu.
"Apa, sih mau kalian semuanya? Dulu, lelaki sialan itu sengaja membuat kedua istri mereka pergi! Setelah sekian tahun berlalu, kini kembali dan ingin merebutnya dari kami? Jika mereka baik, maka kedua istri kami tidak akan pergi serta memilih menikah dengan kami! Asal muasal ini dari mereka berdua! Bukan kami! Jadi, jangan salahkan kami dalam hal ini! Salahkan saja MANTAN SUAMIA RIYA DAN JIA YANG SOK KEGANTENGAN ITU!"
Wusshh..
"Aaaa," teriak salah satunya saat bahunya tertusuk benda tajam hingga mengeluarkan darah.
__ADS_1
Zayn tersenyum sinis. Ia kembali membelah semangka menggunakan tangannya sendiri. Abi Prince tersenyum melihat itu.
"Minta Abi, Nak. Abi haus! Abi butuh tenaga untuk menghadapi dua tikus curut itu!" katanya pada Zayn yang kini tersenyum dan mengangguk pada Abi Prince.
Lelaki yang dirinya di lempari dengan pisau itu menahansakit yang tiada tara di bahu sebelah kirinya. Lelaki yang satunya lagi terkejut bukan main, ia pun ingin mendekati Zayn dan membalasnya.
Akan tetapi, kakinya juga di buat tidak bisa bergerak setelah Zayden melempari tali hingga membelit banyak di kakinya yang membuat tubuh laki-laki itu tidak seimbang dan terjatuh dengan kepala mendarat lebih dulu.
"Akkhhtt.." teriaknya begitu keras hingga membuat semua keluarga menoleh sebentar kepadanya. Setelah itu kembali sibuk pada makanan mereka lagi.
"Dasar keluarga sialan!! Beraninya main keroyokan!!" teriak laki-laki yang mengaku suami Riya itu.
"Kamu yang lebih sialan dari pada kami! Kamu, sengaja memalsukan dokumen pernikahan! Kamu, juga memalsukan identitas kedua anak kami! Kamu, juga membuat pengumuman di universitas Al azhar jika kalian berdua suami dari Riya dan Jia yang sebenarnya bukan! Kalian hanya orang asing yang tergila-gil dengan harta yang keduanya miliki! Bukankah kalian yang sengaja menculik keduanya saat Riya dan Jia ingin ke Jerman dulunya?"
Deg.
Deg.
__ADS_1
Deg.
Kedua pemuda itu terkesiap mendengar ucapan Zayn yang begitu tenang saat ini sembari menguyah buah semangka dengan nikmatnya.