
Vote nya wey!
...****************...
Uwak Lana mengusap wajahnya kasar. Ia menatap Ummi Mutia yang kini masih melihatnya dengan tatapan nelangsanya.
"Tetapi jangan melibatkan anak kita, Tia!" Ia melihat Ummi Mutia lagi dengan wajah memelasnya. "Mereka tidak salah apapun! Yang salah disini Kita! Selaku orang tuanya. Kenapa kamu melibatkan mereka berdua? Sementara mereka berdua tidak tahu apapun dengan masa lalu kita?
Kamu salah jika berbuat seperti ini Tia! Kamu salah! Kendra dan Ziana tidak tahu apapun! Bahkan Tania sekalipun! Tetapi kenapa tega kamu melibatkan ia dalam masalah kita? Huh?
Tidakkah kamu tahu? Jika Tania terluka, maka Kendra lah yang lebih terluka darinya? Tidakkah kamu tahu jika Tania adalah hidupnya??
Jika kamu seorang wanita, seharusnya kamu mengerti dengan perasaan wanita lain. Tetapi tidak. Seakan dendam sudah membutakan mata dan hatimu untuk melihat anak-anak kita bahagia. Kamu ingin mereka merasakan rasa sakit yang kamu derita karena ulahku?? Kamu gila Mutia!"
Deg!
Ummi Mutia melebarkan matanya.
__ADS_1
"Kamu wanita gila yang baru aku temui saat ini. Karena dendam mu, kamu melupakan jika darah daging kamu sendiri yang tidak tahu apapun! Seharusnya kamu mendukung putramu untuk bahagia. Tetapi tidak!
Kamu malah sengaja membuat putramu menjadi tidak waras alias gila kalau sampai istri pertamanya tidak ditemukan dalam keadaan hidup1 Kamu lihat saja nanti!
Dan di saat kamu mendapatkan kabar tentang putramu sudah gila karena ulahmu, maka aku tidak akan menolongmu. Seperti janjiku kepada ayah mertuamu!
Minta tolonglah kepada Bang Tama. Hanya dia yang bisa membantu mu! Aku tidak habis pikir denganmu, Tia! Tega-teganya kamu melibatkan anak kita dalam masa lalu kita yang seharusnya kita tanam.
Tetapi malah kamu buka kembali lantaran kamu mendapat hasutan dari saudara Kevin. Ingat Mutia Wiryawan!
Aku tahu. Aku pun salah dalam hal ini. Karena aku sudah menyetujui permintaan mu. Seandainya aku tahu inilah tujuanmu, maka aku tidak akan pernah mengizinkan putra mu untuk menikahi putraku.
Yang mana putra mu selalu tertekan karena ulahmu! Aku menyesal karena sudah membuat putriku terluka dengan menikahkannya dneganmu.
Sekarang apa yang harus aku lakukan lagi? Semua ini sudah terlanjur. Aku akan menunggu kabar dari Kendra tentang masalah Tania ini.
Baik hidup ataupun mati, saya tetap akan memisahkan keduanya nanti! Aku menyesal pernah mengenalmu Mutia. Mutia yang aku kenal, tidaklah seperti Mutia yang terlihat saat ini.
__ADS_1
Dan aku pun menyesal, kenapa tidak sedari dulu aku tahu makud dan tujuanmu. Tapi ya sudahlah. Toh, semua sudah terjadi. Aku pasrahkan semuanya pada takdir. Kemana takdir membawa mereka, maka disanalah tempat terakhir mereka melabuhkan diri untuk yang terakhir kali." Ujar nya panjang lebar.
Ia menatap Ummi Mutia sekali lagi sebelum akhirnya ia meninggalkan Ummi Mutia dalam rasa tertegun dan termenung memikirkan nasib Kendra yang akan entah seperti apa ke depannya jika Tania tidak hidup lagi.
Buliran bening mengalir di pipi tirusnya. "Aku tidaklah salah dalam hal ini. Aku melakukan hal ini karena mengingat perjanjian mertuaku denganmu dulunya. Kamulah yang salah dalam hal ini karena menyetujui perjanjian yang dibuat oleh ayah mertuaku. Yang mana, jika suatu saat kamu memiliki putra ataupun putri, maka kamu harus menikahkannya dengan anakku dan bang Kevin.
Dan inilah yang aku lakukan saat ini. Aklu melakukan sesuai perintah ayah mertuaku. Lalu, dimana letak kesahanku?
Jika dendam masa lalu, itu memang benar. Aku sakit hati padamu dan juga Maura. Makanya aku melibatkan putrimu dalam hal ini agar mata kamu terbuka.
Dan terbukti bukan? Kamu baru sadar saat melihat putrimu terluka. Dan aku pun baru sadar saat melihat Kendra yang begitu rapuh karena Tania. Putri Bang Tama sahabat setia Bang Kevin sedari kecil hingga saat ini.
Kamu yang salah bang Lana. Bukan aku!" Gumamnya melihat punggung Uwak Lana yang kini menghilang di balik pintu yang tertutup rapat itu.
...****************...
__ADS_1