
Kendra, El, papi Ali, dan papi tama tertawa mendengar ucapan Tania tentang jago.
"Kamu kira almarhum Oma dan Opa itu induk ayam?" ucap Uwak Lana pada Tania yang kini terkikik geli melihat wajah masam Uwaknya itu.
Kendra dan El tertawa lagi. Gading menatap El dengan mata mengembun. El yang paham mengangguk saja. Gading menunduk.
"Oh, tentu dong, Wak! Jika tanpa Oma dan Opa serta kakek, kami mana mungkin hadir ke dunia ini. Walau kita berbeda jago dari almarhum Opa, tetap saja. Air susu almarhum Oma mengalir didarah kita semua. Kakak bangga akan hal itu. Almarhum Oma pernah berkata,
Kalian itu satu induk dan satu persususan. Jadi, jangan ada yang saling mengejek ataupun merendahkan! Memang benar, Uwak Ira, Uwak Lana dan mami itu memiliki ayah lain. Akan tetapi, air susu yang kalian dapatkan itu 'kan dari Oma? Jadi, jika suatu saat kakak mendapatkan masalah seperti ini dalam keluarga kita, maka sampaikan apa yang Oma Katakan ini kepada kamu.
Benar, Nak. Opa memang orang kedua didalam hidup Oma kamu, tetapi hanya Oma kamu satu-satunya yang Opa miliki. Biar kita berbeda ayah, tetapi ibunya satu. Om Rayyan, Om Algi dan tante Kinara, mereka bertiga juga anak Oma dan Opa. Satu induk tapi berlainan jagonya! Jago yang sangat tampan hingga Oma kamu sulit berpaling dan mencari lelaki lain!
Hahahaha.. Begitu kata Opa dulunya," ujar Tania yang ditertawakan oleh mereka semua.
Sudah kian tahun berlalu, mereka masih saja merindukan mendiang Oma Alisa dan Opa Gilang yang pergi karena sebuah kecelakaan.
Mami Annisa tersenyum sendu. Papi Taa segera memeluk tubuh chubby itu. Semuanya mendadak sayu dan sendu saat mengingat mendiang Oma alisa dan Opa Gilang.
Tania yang tahu akan suasana menjadi sedih akibat ulahnya, merasa tidak enak. Ia merasa sedikit bersalah karena mengungkit akan hal itu.
Tania berdehem. "Maula yasholli wassallim daiman 'abada. 'Alalhabibi ka khoiri kholqi kulli hibi, maula ya sholli wassallim 'abada. 'Alal habibi ka Khoiri kholqi kulli hibi."
__ADS_1
Deg!
Deg!
Senandung sholawat yang menggetarkan hati dan jantung mereka semua. Mami Annisa, mami Kinara, Uwak Ira menangis mendengar lantunan sholawat dari bibir Tania.
Uwak Lana memejamkan kedua matanya saat mengingata akan sholawat terakhir yang senandungkan sebelum mereka kecelakaan bersama dulunya. ( Sesak banget, ingat bagian ini. Yuk mampir di PELABUHAN TERAKHIRKU. Khusus untuk Oma Alisa dan Opa Gilang. ðŸ˜ðŸ˜)
Semuanya hanyut dalam buaian sholawat yang Tania senandungkan dengan mata terpejam itu. El sampai terpana melihat wajah bercahaya kakak iparnya saat menyandungkan sholawat itu.
Termasuk Ziana dan Alkira yang kini menatap lekat pada belakang kakak sepupunya itu.
Mami Kinara sampai tak bisa berbicara saat melihat wajah sang mami dan cinta pertamanya itu ada dibelakang Tania saat ini.
Tania masih saja bersholawat sampai air matanya membasahi pipinya dengan mata terpejam. Kendra memeluk Tania dari samping.
Dirasa cukup, Tania membuka kedua matanya. Dan terhenyak saat melihat semua keluarganya kini menangis bersama. Tania tersenyum.
"Sudah hilangkan rasa rindunya? Opa pernah bilang sama Kakak.
Kalau suatu saat nanti kalian merindukan Opa dan Oma, senandungkan sholawat yang sering Uwak Lana senandungkan jika sehabis sholat subuh. Kalian akan merasakan kehadiran Opa dan Oma jika suatu saat kami sudah tiada.
__ADS_1
Begitu, katanya. Dan inilah yang saat ini kakak lakukan. Maafkan kakak yang membuat kalian bersedih. Kakak tidak ingin menyandungkan sholawat ini, tetapi hatiku bergetar saat mengingat ucapan Opa dulunya. Bahkan kakak merasakan jika Opa dan Oma ada dibelakangku saat ini. Mereka tersenyum melihat kita semua," lirih Tania yang membuat mereka tersentak dengan ucapannya itu.
Mereka pikir, hanya mereka saja yang bisa melihat. Ternyata, Tania pun ikut merasakannya. Mereka semua duduk tepekur dengan wajah menunduk.
Tania tersenyum haru.
Akhirnya rencanaku berjalan lancar! Tinggal rencana selanjutnya! Batin Tania bersyukur akan rencananya ternyata berhasil juga.
Tania memiliki dua rencana lagi setelah ini. Yang pertama, rencana untuk harta warisan kendra, dan yang kedua rencana kejutan yang akan ia lakukan saat acara resepsi pernikahan mereka nanti.
Besok pagi, mereka akan mengadakan acara resepsi besar-besaran untuk Ziana dan El. Rencana yang sudah disusun rapi oleh semua keluarga. Demi bisa membuat Ziana bisa merasakan kebahagiaannya setelah tiga tahun berpisah.
Tania senang melihat adiknya itu. El adik Kendra snagat menyayangi Tania. Tania baru tahu, jika El adalah pemuda kecil yang dulu pernh meminta izinnya untuk menikahi Ziana kelak. Dan El, juga merupakan pangeran Ziana saat Ziana terjebak oleh preman dan ingin melecehkannya. El pemuda yang sudah menyelamatkan Ziana dulunya.
Entah takdir seperti apa yang mereka jalani saat ini. Yang jelas, kejadian masa lalu itu merupakan petunjuk dari Allah tentang apa yang akan terjadi dimasa depan dan juga jodoh mereka kelak.
Seperti yang sering kita dengar,
"Apa yang menjadi milikmu, akan menemukan jalan pulang. Sejauh apa kita menghindar, maka akan dipertemukan jua. Pun dengan kita yang selalu menahan apa yang bukan menjadi milik kita, maka ia akan pergi dan lepas dari tangan kita,"
Itulah yang dinamakan dengan takdir jodoh. Jika bukan menjadi milik kita, maka ia akan pergi. Tetapi jika dia memang jodoh kita, maka akan kembali kepada kita lagi.
__ADS_1