Princess Pratama

Princess Pratama
Kejutan Tania untuk Kendra part 2


__ADS_3

Tania menunduk saat Kendra melihat padanya dengan bibir terus menyunggingkan senyum manis padanya. Buliran bening itu terus mengalir di wajah tampannya.


"Wak!"


"Hem, apa sih, Nak? 'Kan udah Uwak bantu? Mau apa lagi?" Keluh Uwak Ira dengan wajah dipenuhi masker.


Uwak Ira melotot melihat itu. Ia sangat ingat akan hal itu. Matanya memicing melihat Tania yang kini tertawa lepas bersama Kendra. Uwak Ira hanya bisa menghela napasnya saja. Uwak Raga memeluknya dari samping sambil terkekeh.


Dikecupnya pipi tua itu. Uwak Ira jadi malu sendiri. Uwak Raga terkekeh lagi. Walau tertutup niqob tetapi, ia tahu. Kalau istri tercintanya itu sedang malu karena dicium olehnya.


Sedangkan seluruh tamu sedang tertawa melihat tingkah Tania yang merengek padanya seperti Zayn dan Zayden. Lucu sekali. Terlihat jelas kalau Tania seperti anak ayam yang mengikutiinduknya kemana pu ia pergi.


Hingga sebuah tayangan menunjukkan di mana proses Tania melahirkan kedua buah hatinya yang membuat Kendra kembali menangis saat melihat layar proyektor itu.


Disana menunjukkan perjuangan Tania saat melahirkan si kembar sampai ia kritis selama satu minggu lamanya. Kendra jatuh terduduk saat melihat layar itu. Di mana namanya lah yang Tania panggil sesaat sebelum kedua matanya terpejam dengan erat.


Kendra tersedu. Para tamu pun ikut tersedu saat melihat si kembar Zayn dan Zayden yang saat itu baru lahir pun menangis kencang. Seolah tahu kalau sang mami dalam keadaan tidak baik-baik saja.


Tania merengkuh Kendra dan membawanya ke dalam pelukannya. Kendra semakin tersedu sambil memeluk tubuh chubby Tania.


Layar itu terus menunjukkan proses Tania mengurus si kembar hingga saat ini. Bahkan saat Kendra baru saja pulang dari rumah sakit setelah bertemu dengan Tania tiga bulan yang lalu.


Kendra tidak melihat layar itu. Tetapi, ia bisa mendnegar apa saja yang Tania ajarkan pada si kembar tentang abinya. Kendra yang tidak kuasa menahan tangis, hampir saja Pingsan jika tidak Tania mengingatkannya.

__ADS_1


"Abang! Hey! Hey! Lihat aku!"


Deg!


Tatapan keduanya terkunci. Kendra yang masih menangis kini melihat pada Tania. Masih dengan sesegukan, ia mencoba mendengarkan apa yang akan Tania katakan padanya selanjutnya.


Apakah akan merobek ulu hatinya lagi, ataukah akan membuatnya bahagia?


Tania tersenyum melihat Kendra. Tania mengecup kening, kedua mata, hidung dan terakhir kedua pipinya dengan tangan menangkup wajah Kendra.


"Dengarkan aku, Suamiku! Aku sengaja memberi kejutan ini untukmu. Niat hati agar membuatmu senang. Tetapi, malah sebaliknya. Malah aku membuatmu menangis. Maaf, maafkan aku! Aku sengaja menunjukkan semua rekaman itu padamu, agar kamu tahu. Bahwa dalam setiap detik, menit dan jam yang aku lalui tidak pernah aku melupakanmu. Sekalipun! Bahkan aku semakin merindukanmu saat berjauhan darimu," lirih Tania dengan bibir bergetar.


Kendra tersedu. Cekalan tangannya di pinggang Tania semakin erat saja. Tania menahannya. Karena ia tahu, inilah emosi suaminya yang terpendam saat memikirkan proses kehamilan serta kelahiran si kembar dirinya tidak ikut serta.


Padahal karena dirinyalah Tania bisa hamil dan kesusahan mengurus kedua anaknya. Tania sengaja membuat rekaman itu untuk Kendra. Agar dirinya tidak merasa bersalah karena tidak mengikuti setiap momen kehamilan serta melahirkan kedua anak mereka.


Kendra malah terjebak di rumah sakit karena kekalutan hati dan pikirannya saat itu. Maka dari itu, Tania membuatkan sebuah rekaman itu untuk dirinya. Untuk mengurangi rasa bersalah di hatinya.


Bukan Tania tidak tahu kenapa Kendra menolak untuk Tania jangan hamil dulu. Tania tahu akan hal itu. Tania tahu semuanya. Walau hidup sebentar bersama Kendra. Tetapi, Tania sangat memahaminya.


Begitupun ketika keputusannya menikah lagi dengan Ziana. Tania rela mengalah asal Kendra bisa menyelesaikan tugasnya.


Kalian pikir, kenapa waktu itu Tania pergi? Kalau bukan untuk ini? Karena Kendra dan untuk kendra. Tania rela mengambil resiko yang sangat besar demi bisa membuat Kendra memenuhi keinginan Umminya.

__ADS_1


Cinta?


Ya, Tania sangat mencintai Kendra. Lebih dari dirinya sendiri. Ia akan mati bila tidak melihat Kendra walau sedetik saja. Tania berusaha kuat padahal dirinya terluak kala itu.


Maka untuk membuat sebuah kenangan yang tak terlupakan, Tania sengaja merekam semua aktivitas mulai dari hamil hingga ia melahirkan. Bahkan saat pengasuhan pun, Tania tidak pernah melupakan nama Kendra sebagai ayah dari anaknya.


Makanya si kembar sangat kenal dengan Kendra walau saat itu wajah Kendra begitu kurus dan tirus. Tidak seperti sekarang ini. Ia sudah kembali sehat dan sangat tampan bagi Tania. Entahlah orang lain. Baginya, hanya suaminya.


Kendra Wiryawan.


Tania terus menjelaskan alasan apa dan kenapa ia meninggalkan Kendra waktu itu dan kembali lagi saat diri suaminya dalam keadaan yang sangat buruk.


Tania tidak peduli semua orang mengejek suaminya dengan mengatakan orang gial.


"Memangnya kenapa kalau kamu gila? Hiks.. Bukankah kamu bisa sembuh? Kamu bisa sehat lagi? Hiks.. Kamu segalanya untukku bang Kendra. Aku pasrah dan ikhlas saat kamu ingin menikah lagi. Demi menuruti inginmu, aku pergi dan mengalah. Gunanya untuk apa? Untuk kamubisa menyelesaikan semua masalhmu. Setelah kamu menyelesaikan semuanya, aku akan kembali padamu.


Tetapi sayang.. Hiks.. Hiks.. Takdir berkata lain. Saat a-aku tahu ka-kalau kamu sudah memiliki anak dari wanita lain.. A-aku hancur. Aku jatuh! A-aku terpuruk hingga kecelakana itu terjadi. Tetapi, percayalah Suamiku. Hanya kamu seorang. Aku tidak pernah bermain hati. Hatiku sudah mengunci satu nama.


Yaitu kamu! Kamu, kendra Wiryawan. Cintaku, Hidup dan matiku! Aku sangat, sangat, sangat mencintaimu! Bila kamu di tukar dengan harta warisan nabi Sulaiman, maka aku lebih memilihmu daripada harta itu. Aku sangat mencintaimu, Suamiku. Semua ini aku lakukan supaya kamu senang dan bahagia. Maafkan aku, yang membuatmu terluka. Maafkan aku...," isak Tania sembari bersimpuh di kaki Kendra yang kini menggeleng sambil memeluk tubuh Tania.


Ia menangis dan tersedu. Semua yang melihatnya pun ikut tersedu. Tanpa terkecuali.


Papi Tama dan mami Annisa tidak menyangka. Jika putrinya begitu tulus mencintai Kendra hingga rela dirinya terluka. Kedua paruh baya itu saling berpelukan dna menangis bersama karena bahagia.

__ADS_1


Mereka bahagia karena berhasil membuat Tania menjadi wanita tangguh dan sangat mencintai suaminya. Didikan mereka selama ini berguna sekali untuk Tania. Ilmu yang mereka ajarkan kepada Tania, ia pakai semua.


Mami Annisa tidak bisa lagi berkata-kata. Begitupun, papi Tama. Ia yang paling bahagia melihat buah cintanya bersama mami Annisa ternyata sudah berhasil ia didik dan menjadi dewasa dan berguna untuk suaminya.


__ADS_2