
Semua yang mendengar ucapan Tania terharu biru. Keluarga, para tamu undangan serta seorang lelaki berumur senja itu menitikkan air matanya mendengar ucapan Kendra dan Tania yang terdengar begitu tulus di telinganya.
Kendra tersenyum begitu manis pada pujaan hatinya itu. Ia mengecup kening Tania begitu, lama. Sang fotografer yang bertugas untuk membidik kameranya, segera mengambil posisi dan mengambil gambar romantis mereka berdua.
Tania tertawa saat Kendra semakin menangis kala Tania mengecup kedua pipi serta kedua matanya. Keduanya saling berpelukan dengan rasa yang mengharu biru.
Kendra tidak menyangka, jika hidupnya akan diberikan seorang bidadari surga seperti permintaanya. Kendra tidak meminta yang bermacam-macam.
Tetapi, hanya satu macam saja. Memiliki istri yang tulus dan ikhlas menerima kelebihan dan kekurangannya. Seorang istri yang mampu membuatnya nyaman dan tentram saat bersamanya. Terbukti, Tania bisa memberikan itu padanya.
Walau mereka harus melalui ujian yang begitu berat terlebih dahulu. Begitupun dengan Tania. Tania menginginkan sosok suami seperti mendiang Opanya.
Dan terbukti, ia dapatkan. Kendralah sosok yang selalu ia sebut dalam doanya. Sosok lelaki yang akan membimbingnya menuju ke Surga-Nya Allah.
Walau Kendra sempat mengalami gangguan kejiwaan, itu tidak masalah bagi Tania. Toh, pada saat pertama kali ia bertemu Kendra dalam keadaan sehat?
__ADS_1
Pertemuan kedua kalinya saat ia bertemu Kendra dalam keadaan dirinya hampir menuju baligh. Di saat umur sepertinya itu, sudah tahu yang namanya cinta. Walau itu cinta monyet. Tetap saja.
Keduanya saling menyukai saat pertemuan untuk kedua kalinya dulu. Kendra yang lebih dulu menyukai Tania, baru setelahnya Tania saat Kendra bersia dua belas tahun.
Cinta masa kecil hingga keduanya dewasa. Sangat mengharukan. Semua yang melihat pasangan pengantin itu pun ikut menangis.
Terharu akan cinta yang begitu besar untuk pasangannya.
"Terima kasih, Sayang. Abang tidak salah memilihmu. Karena abang tahu, hanya kamu yang mampu dan pantas! Kamu segalanya, untukku! Takkan tergantikan!" ucap Kendra yang diangguki oleh Tania dengan bibir tersenyum manis padanya.
Blusshh..
Prok
Prok
__ADS_1
Prok
"Cie, cie, cie.. Malu nih ye, digoda istri??" ledek Ziana yang disambut dengan gelak tawa membahana di dalam ruangan itu.
Tania segera memeluk Kendra yang kini pipinya bersemu merah karena baru saja dipuji tampan oleh sang pujaan hatinya.
Kendra mengurai pelukannya dan membantu Tania berdiri. Semua isi ruangan itu menjadi riuh akibat perlakuan Tania baru saja pada Kendra. Keduanya segera melangkah ke tempat kursi akad.
Di mana Mami Annisa dan si kembar kini tersenyum pada keduanya. Kendra segera mengambil si sulung untuk di gendong dan di kecup seluruh wajahnya.
Sedangkan Tania, ia berjongkok menyetarakan dirinya dengan putra keduanya itu. Kedua anak Kendra itu begitu mirip dengan abinya.
Bagai pinang di belah dua. Membuat semua orang takjub melihat kemiripan kedua bocah kembar keturunan ketiga Jenderal TNI Kendaraksa Wiryawan itu.
Acara resepsi itu akan di lanjutkan setelah maghrib. Dimana Tania sudah menyiapkan sesuatu yang begitu manis untuk Kendra, suami tercintanya.
__ADS_1
Kebahagiaan yang takkan terkira setelah melihat hadiah dari Tania untuk suaminya. Tunggu sehabis Maghrib, maka kado itu akan mendatangi Kendra dengan sendirinya.