Princess Pratama

Princess Pratama
Season 3 ( Bertahap )


__ADS_3

Ke esokan paginya, semua keluarga langsung pulang ke Indonesia. Yang tersisa hanya Zayn dan Zayden karena mereka masih menunggu surat kepindahan untuk kedua istri dan anaknya.


Ke empat orang itu tidka tahu tentang ipar mereka yang saat ini sedang sakit. Begitu pun dengan yang lainnya. Mereka sengaja menutupi semua itu.


Trauma yang di alami oleh Riana lumayan lama jadi, mami Tania dan Abi Prince harus ekstra dan lebih bersabar dalam mengobati dirinya. Maksud hati ingin melakukan pengobatan di Jakarta saja. Tepatnya di rumah sakit Om Dimas dan tante Kezia. Saudara ipar Om Rayyan dari istri pertamanya yang sudah almarhum. Tetapi, Oma Annisa curiga pada keduanya. Sempat beliau bertanya, ada keperluan apa harus menginap di Jakarta?


Demi menyembunyikan keadaan Riana, terpaksa keduanya berbohong. Terpaksa juga mereka harus pulang ke Medan lagi. Setelah tiba di Medan, mereka akan kembali ke Jakarta. Karena hanya rumah sakit itu yang memiliki alat lengkap untuk penyembuhan serta obat yang bagus langsung dari Jerman. Obat-obatan yang Abi Prince rekomendasikan pada saat Abi Kendra dulu mengalami gangguan jiwa.


Untuk alasan apa, mereka berempat sudah memikirkan hal itu. Dzaka dan Dzaki pun kebetulan sekali ada tugas di Jakarta selama dua bulan. Jadilah, ke empat orang itu merasa lega. Semua itu baru Dzaki dan Dzaka dapatkan dari sekretaris mereka yang berada di Medan.


Walau mereka sudah tiba di Medan dan besok harus balik lagi, mereka tetap harus beristirahat walau semalam saja. Untuk penyembuhan Riana butuh ruang dan waktu. Dan itu keduanya dapatkan karena Dzaki ada proyek pembangunan selama dua bulan di Jakarta.

__ADS_1


Sempat Oma Annisa curiga tetapi, tidak lagi. Mereka berangkat pada saat subuh hari dan langsung menuju ke rumah sakit lebih dulu. Dzaka dan Kiana, mereka berdua menuju ke rumah yang akan mereka tempati semua saat di Jakarta nanti.


Kiana akan memberskan rumah dan juga memasak makan malam bersama Dzaka. Mereka berdua akan berbelanja dulu untuk keperluan mereka selama dua bulan di sana. Tetapi, sebelum melakukan tugas dapur, Kiana harus menuruti kemauan Dzaka lebih dahulu yaitu tentang tugas di kasur.


Dzaka tidka pernha bosan dengan hal yang satu itu. Sekali merasakannya ,ia akan meminta lagi dan lagi. Keduanya sempat kasihan dengan Dzaki. Keduanya juga pengantin baru. Tetapi, apa boleh di kata jika keduanya mengalami hal seperti itu. Sekiranya Riana tidak trauma, pastilah saat ini keduanya sedang menikmati saat-saat berdua saja sebagai pengantin baru.


"Terima kasih, Sayang." Ucap Dzaka yang di balas deheman oleh Kiana.


Ia pasrah.


"Hem, mandi, Yuk? Aku harus masak untuk makan malam kita. Kakak dan Bang Dzaki tidak mungkin pulang ke rumah malam ini. Abi dan Ummi pun begitu, mami tania lagi. Bukankah ketiga orang itu dokter?" jawab Kiana masih dengan napas memburu.

__ADS_1


Dzaka mengecup puncak kepala istrinya. "Kamu benar. Kita harus gantian berjaga di sana demi menemani Dzaki. Abang khawatir jika adikku itu akan bersolo karir nanti!" ucap Dzaka berkelakar sambil tertawa yang membuat Kiana keheranan.


"Solo karir? Apa itu? Kenapa baru pertama kali aku mendengarnya? Di dalam dunia kedokteran tidak ada yang begitu Abang!" ucap Kiana sembari bangkit dan menatap lekat pada suaminya yang masih tertawa.


Gemas, melihat wajah polos istrinya yang menatapnya dengan bingung, Dzaka mengecup pipi dan putik ranum itu ia pagut sekejab.


"Solo karir itu maksudnya, Dzaki akan melakukan apa yang baru saja kita lakukan itu, akan ia lakukan sendiri. Jika abang denganmu, maka Dzaki harus dengan tangannya sendiri. Semua itu karena Riana masih trauma saat di sentuh. Abang kasihan padanya, tapi, ya, mau bagaimana lagi?" Jawab Dzaka yang baru di pahami oleh Kiana.


Ya, Riana sedang sakit. Dzaki terpaksa harus bertahan atau bersolo karir seorang diri. Lagipula, untuk penyembuhan Riana butuh waktu dan bertahap. Tidak semudah itu bisa cepat sembuh. Ia harus benar-benar sembuh agar bisa menjalani biduk rumah tangganya dengan Dzaki agar lebih sempurna.


Jika dirinya sakit, bagaimana bisa melayani Dzaki dengan baik? Pastilah Dzaki yang akan menderita nantinya. Saat ini pun ia sedang menderita. Inilah ujian pertama Dzaki setelah menikah. Semoga ia sanggup menjalaninya.

__ADS_1


__ADS_2