
Suasana dalam ruangan itu begitu ramai dan penuh sesak. Tania melirik sang Uwak yang kini sedang berbicara dengan tamu undangan yang ia kenal. Tania ingin sekali memanggilnya. Tetapi, para tamu begitu banyak. Saat ini sudah pukul sebelas lebih lima menit.
Tania yang sudah lelah pun memilih untuk istirahat. Beruntungnya Kendra memahami akan hal itu. Ia segera memanggil mami Annisa dan Zee yang kebetulan dekat dengannya disana.
"Mami! Kakak!" panggil Kendra yang diangguki oleh keduanya.
"Kenapa? Sakit lagikah perutnya?" tanya Zee sedikit khawatir melihat Tania memejamkan kedua matanya.
Tania tersenyum. "Nggak, aku hanya capek sedikit. Pegal kakinya berdiri terus. Mana belum makan malam lagi," lirih Tania yang membuat ketiganya terkejut bukan main.
Spontan saja Kendra bangkit dan langsung menuju prasmanan. Dengan memakai baju kemeja putih plus bunga di saku jasnya, ia segera mengambil piring dan mengisinya dengan makanan.
Kendra mengisi piring itu dengan porsi jumbo. Teringat Tania belum makan, dirinya pun sama. Jadilah dua piring porsi jumbo Kendra ambilkan. Para tamu undangan menyoraki dirinya saat membawa piring ke pelaminan.
Kendra tersenyum saja saat melewati semua tamu. Tak ada rasa malu dalam dirinya saat mengambil makanan untuk sang istri tercinta.
Mata Tania berbinar kala melihat banyak makanan yang Kendra bawa untuknya. Bukan hanya nasi dan lauknya. Tetapi, penganan lain pun Kendra bawa. Ia rela berulangkali turun ke meja prasmanan demi bisa mengambil makanan untuk Tania.
Tania makan dengan lahapnya di hadapan semua tamu. Kendralah saat ini yang sedang melayani tamu. Sesekali ia menyuapi dirinya untuk makan. Tania tidak sampai hati melihat itu.
Ia pun berinisiatif untuk menyuapi Kendra sambil menyalami tamu. Lagi dan lagi tamu riuh melihat pasangan pengantin baru rasa lama itu. Kendra tidak menolak suapan Tania. Karena dirinya pun memanglah lapar.
Suasana di dalam ruangan itu semakin ramai memasuki angka sebelas tiga puluh malam. Tania mengedipkan matanya pada Uwak Ira yang mengangguk kecil sembari mengacungkan jari jempolnya pada Tania tanpa dilihat Kendra.
Uwak Ira segera berlalu untuk turun ke belakang panggung dimana MC sedang menunggu dirinya untuk memberikan kejutan untuk Kendra.
Tania menunggu dengan cemas tiap detik, menit yang terasa begitu lama. Hingga tiba waktunya. Senyum ceria terbit dari bibirnya. Kendra keheranan melihat tingkah Tania.
Tania mendekati Kendra dan merangkulnya posesif. Lagi dan lagi Kendra keheranan dnegan sikap Tania padanya.
"Kamu kenapa Hunn-,"
Tak!
__ADS_1
Tak!
Tak!
"Aaaaaaaa!!" teriak semua tamu karena lampu di ruangan itu menjadi gelap gulita dalam sekejab.
Tania menarik ujung bibirnya membentuk senyum kejutan untuk suami tercintanya.
"Let's Party, now!"
Ddduaaar!
Dduuaarr!
Kendra terkejut saat mendengar suara petasan dan kembang api di dalam ruangan yang tiba-tiba saja menjadi gelap gulita.
Tania semakin menarik senyum lebar saat sebuah suara yang begitu menggelegar mengejutkan semuanya. Terutama suaminya.
Duuaar!
Ddduuuaaarrr!!
Lagi, suara petasan itu sahut meyahut terlihat di dalam layar proyektor itu. Kendra terkejut melihat gambar tania yang saat hamil si kembar Zayn dan Zayden. Kendra melirik pada Tania yang kini tersnyum dengan mata terus melihat layar proyektor itu.
"Hunny. Ini apa?" tanya Kendra masih belum paham juga akan gambar layar proyektor itu.
Tania tersenyum pada Kendra tanpa menoleh pada sang suami yang kini terus menatapnya menunggu jawaban darinya.
"Lihatlah dulu ke depan! Kamu akan tahu maksud dan tujuanku apa," jawab Tania melirik Kendra sekilas kemudian beralih ke layar proyektor lagi.
Kendra menuruti ucapan Tania. Ia terus melihat layar itu dengan jantung yang berdegup kencang. Tania bisa merasakannya. Genggaman tangan keduanya semakin erat saat menunjukkan jika Tania sedang berada di rumah sakit d di dalam ruangan periksa kandungan.
"Selamat, Dek! Kamu hamil lagi! Kembar tiga!"
__ADS_1
Dduuaarr!
Kendra tersentak dengan suara petasan yang berbunyi lagi serta ucapan Zee baru saja. Ia segera menoleh pada Tania yang kini tersenyum begitu manis padanya.
"Iyakah? A-aku hamil lagi? Ti-tiga, Kak?" tanya Tania sembari menunjukkan jarinya tiga pada Zee yang kini tersenyum haru padanya.
"Iya, Sayangku. Adik kecilku! Kamu hamil lagi, Dek! Dan saat ini usia kehamilanmu sudah memasuki usia tujuh minggu. Dan ya, bukan hanya satu. Tetapi tiga sekaligus!" seru Zee begitu kegirangan di dalam layar proyektor itu.
Kendra masih diam membatu melihat layar itu. Pikirannya tiba-tia saja blank saat Zee mengatakan Tania hamil lagi.
"Tapi, Kak. Apakah suamiku mau menerimanya? Sedang dirinya saja menyuruhku untuk menundanya?" tanya Tania dengan raut wajah sendunya pada Zee.
Zee yang paham segera memeluk Tania. "Kakak yakin, suami kamu tidak akan menolak kehadiran buah hatinya. Seharusnya, ia senang dengan berita ini." Ucap Zee yang di jawab gelengan kepala oleh Tania.
"Nggak mungkin, Kak. Abang pernah menyuruhku untuk menunda dulu. Sedang aku, tidak menginginkannya. Aku ingin memberikan kejutan ini untuk hari ulang tahunnya dua bulan lagi. Jika dia menolak, maka habislah aku! Huaa.. Aku jadi janda!!"
Kendra bertambah tersentak mendengar ucapan Tania yang kini menangis dengan bibir tersenyum melihat proyektor itu. Kendra menatap pujaan hatinya itu.
"Hunny-,"
"Untukmu, Suamiku Kendra Wiryawan. Bukan maksudku ingin menolak perintahmu. Bukan maksudku ingin melawanmu. Tetapi inilah yang aku mau. Aku mau, kita terus bersama dalam suka dan duka. Kamu, dan anak-anak kita nantinya. Aku tidak pernah merasa rugi ataupun menyesal menikah dengan pria sepertimu. Biar kamu dikatakan gila, tetapi aku tetap mencintaimu.
Hanya kamu yang aku mau. Bukan yang lain. Maafkan aku, yang menolak perintahmu. Aku tidak bisa menolak kehadiran mereka di dalam rahimku. Tidak mungkin aku membunuh janinku hanya karena patuh pada ucapanmu, bukan? Mereka amanah untu kita. Jika Allah sudah memberikannya kepada kita, berarti Allah percaya kan sama kita? Kalau kita ini mampu membawa mereka ke jalan yang lurus.
Untuk itu, aku minta maaf yang sebesar-besarnya. Aku mengaku salah padamu. Tetapi aku lebih mencintaimu dan anak kita. Maka inilah pilihanku. Aku memilih mempertahankan mereka dan juga berbakti padamu. Aku menyayangimu, Suamiku Kendra Wiryawan. Happy eid sa'id millad, Suamiku! Semoga kamu panjang umur, diberikan rizki yang melimpah dan juga semakinn tampan saja! Ck. Aku yang hamil dan bawa kemana-mana ini perut, mala wajah mereka mirip semua denganmu!"
*Hahahahahha*..
Semua orang tertawa mendengar ucapan Tania.
"Hehehehe.. Tapi tak apa. Karena aku sangat mencintaimu, maka aku akan menerima semua wajah anak kita mirip denganmu. Kamu kan tampan? Kalau kamu tidak tampan, mana mau aku bersama kamu! Eaakk!"
Hahahaha...
__ADS_1
Lagi dan lagi semuanya tertawa. Termasuk Kendra yang tertawa dengan air mata bercucuran mendengar suara Tania di layar proyektor itu.